
Disisi lain, tetua
yang dipesan oleh Eliza telah selesai menyiapkan kamar istirahat yang nyaman
untuk putri Rose. Reynal segera menidurkan Putri Rose disana, ia kemudian
melihat tetua yang membantunya lalu mengucapkan terimakasih.
“Tidak perlu pemimpin,
tugas kami memang untuk melaksanakan semua perintahmu. Jika pemimpin tidak lagi
membutuhkan sesuatu maka saya mohon pamit karena masih terdapat beberapa tugas
Akademi yang belum dikerjakan”
“Oh iya, terimakasih
sekali lagi yah” ucap Reynal.
Setelah tetua itu
pergi, Reynal mendekati putri Rose. Ia memperhatikan wajah putri Rose yang
terlihat cantik ketika tidur. Reynal sampai tidak ingin mengalihkan
pandanyannya pada putri kerajaan Zein itu.
“Aku akan menepati
janji. Walau sekarang kerajaan Zein tidak dapat lepas lagi dari kekaisaran tapi
setidaknya pernikahanmu dengan pangeran mahkota dapat dibatalkan.” Ucap Reynal
sambil membelai pelan rambut Putri Rose yang berwarna seputih salju tersebut.
Usai itu, Reynal
berjalan keluar dan mencari ketua Remi di ruangannya. Namun Reynal tidak
mendapati ketua Remi diruangan kerjanya sehingga ia menitipkan sebuah kertas
yang bertuliskan bahwa ada sesuatu yang penting harus Reynal lakukan dengan
cepat.
~~
Reynal melakukan
perjalanan panjang menuju kota kekaisaran Eternie. Kota tersebut lebih besar 2
kali dari kota- kota lainnya dengan arsituktur dan kegiatan ekonomi yang dapat
dilihat 2 kali lebih Makmur dan besar dibandingkan kota lainnya di Humanie
Empire.
__ADS_1
Reynal tidak memiliki
waktu untuk melihat- lihat, ia menggunakan sihir support transparan untuk
segera menyusup ke daerah istana kekaisaran. Di perjalanan Reynal banyak
terkejut sebab ia dapat melihat penjaga dari kekaisaran bahkan setara dengan
penjaga Utama dan penjaga Raja yang dimiliki oleh Akademi Beladiri.
Beberapa bahkan
merupakan pendekar dewa lapisan awal dan 2 membuat kekuatan kekaisaran
sebenarnya tidak kalah dengan faksi lainnya. Padahal Reynal baru saja memasuki
daerah luar istana.
Ketika memasuki bagian
dalam istana, Reynal dapat melihat semua pendekar yang ada disana adalah
pendekar dewa lapisan 2 minimal. Ia dapat melihat lusinan pendekar dewa lapisan
3 dan 4 yang saling tertawa dan bersenda gurau.
“Astaga saya salah
masuk! Ini kantin dalam istana!” Reynal menepuk jidatnya ketika melihat lusinan
stan makanan di kiri dan kananya berjejer rapi minta dibeli. Jika saja ia tidak
yang terlihat enak disana.
Luas istana kekaisaran
sepenuhnya 3 kali lebih luas dari Akademi Beladiri di kota Air Biru sekalipun.
Ini membuat Reynal membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk mendapatkan
tempat atau kamar dari para pangeran serta petinggi istanah kekaisaran.
Namun juga Reynal
perlu berhati- hati sebab ia dapat merasakan 3 sampai 5 pendekar dewa puncak
dalam istanah. “Untuk menyusup di altar Hell Memoth adalah pekerjaan yang lebih
muda ketimbang menyusup seperti ini di istana kekaisaran” desah Reynal legah
ketika ia hampir saja ditemukan oleh seorang pendekar dewa puncak yang bersama
dengan 5 pendekar dewa lapisan 4 di salah satu Lorong istanah.
Reynal menunggu waktu
malam, ia merasa resiko melarikan diri jika ketahuan di siang hari sangat kecil
__ADS_1
sebab itu ia memilih untuk menunggu sampai waktu malam. Reynal keluar dari
istana karena masih ada sekitar 3 jam lagi sampai hari petang.
Ia memutuskan untuk
menyewa kamar di sebuah penginapan, sebab membutuhkan 2 hari perjalanan dari
Akademi Beladiri ke kota kekaisaran dan Reynal menempuh waktu itu tanpa
beristirahat sama sekali.
Reynal kemudian
menemukan sebuah penginapan yang cukup sepi ditengah kota. Ia memasuki
penginapan tersebut namun belum sampai ia pada pintu masuk sebuah tombak dan 3
pedang menempel di lehernya.
Reynal tersenyum
kecut, “Maafkan saya, saya hanya pengembara ingin menyewa kamar di penginapan
ini! Saya tidak bermaksud jahat!”
Seorang pria tua
berjalan keluar penginapan tersebut. Ia memakai baju militer kerajaan dengan
tanda 3 bintang terpasang di kantor sebelah kirinya. Reynal terkejut melihat
pria itu sebab ia mengetahui jika 3 bintang terpasang pada dada kiri seseorang
di kekaisaran maka orang itu memiliki pangkat Jendral bintang 3 yang mana
merupakan jendral tertinggi kekaisaran.
Reynal juga dapat
merasakan esensi dewa bumi yang cukup tipis pada tubuh pria itu membuat Reynal
sempat berpikir jika kekuatan dari jendral itu adalah pendekar dewa bumi awal
atau setidaknya ia hampir menjadi pendekar dewa bumi.
Yang mana keduanya,
Reynal tidak berani memprovokasi kekuatan seperti itu tanpa sebab. “Maaf, saya
hanya pengembara yang kebetulan ingin menyewa kamar dipenginapan ini pak. Saya tidak
punya maksud jahat” ucap Reynal dengan kata yang lebih sopan.
Jendral itu sedikit
tersenyum membuat Reynal bernafas legah dalam hati. “Ya tuhan jangan biarkan
__ADS_1
jendral yang satu ini adalah jendral yang pemarah!” doa Reynal dalam hatinya.