
“Pangeran Mahkota
menunggumu, kau bicaralah dengannya!” Benjamin berhenti mengantarkan Reynal
ketika mereka berdua sampai pada sebuah kamar. Sebenarnya setelah mereka
melewati Konjiro dan Kotaro, mereka masih harus melewati beberap ruangan lagi
sebelum sampai di kamar pangeran Mahkota.
“Um!” Reynal
mengangguk pelan lalu segera memasuki kamar yang tertutup rapat itu.
Perlahan Reynal
memasuki kamar yang dikatakan terdapat pangeran Mahkota di sana. Dan benar saja
tepat ketika Reynal membuka pintu, sebuah suara pemuda yang kira- kira berumur
5 tahun lebih tua dari pangeran Alex terdengar di telinga Reynal.
“Apakah kau Reynal?
Orang yang ingin menemuiku?” suara itu terdengar dari dalam kamar yang gelap.
Reynal refleks ingin
menyalakan lampu namun segera ditahan “Biarkan gelap, saya tidak terlalu suka
jika ruangan ini gelap”
Reynal tidak
membantah, ia segera mencari tempat duduk dan kemudian duduk disana. Reynal
segera menjawab pertanyaan yang diberikan sebelumnya, “Saya adalah Reynal, saya
kesini ingin menemuimu dan ingin menjelaskan sesuatu padamu”
“Apa itu?”
Reynal kini dapat
melihat sesosok siluet pria di dalam kegelapan, karena gelap Reynal tidak dapat
melihat wajah dari pangeran Mahkota yang kini sedang menjadi lawan bicaranya.
Reynal gatal sekali ingin menggunakan sihirnya menciptakan sebuah bola cahaya
__ADS_1
super terang yang ia gantung di langit- langit kamar.
“Tentang pernikahanmu dengan
putri Rose. Saya ingin anda tidak menerima pernikahan itu” ucap Reynal. Ia
tidak ingin berbasa basi ataupun sekedar bicara kosong. Waktunya tidak banyak
di kekaisaran sebab ia harus Kembali ke Akademi Beladiri dan guild Raja
Nirwana.
“Oh, memangnya ada apa
sampai saya tidak boleh menerimanya? Hanya pria gila yang tidak ingin menikahi
seorang putri yang cerdas, kuat, cantik dan lembut seperti Putri Rose.” Ucap
Pangeran Mahkota dengan penasaran.
Reynal terdiam, ia
sepenuhnya setuju dengan ucapan pangeran Mahkota. Ia ingin membuat alasan tapi
bagaimana ia harus menjelaskannya pada pangeran Mahkota. Reynal bingung, ia
tidak ingin sampai membuat pangeran Mahkota salah paham dengan penjelasannya.
memiliki alasan?!... Saya tahu kau memiliki alasan tapi takut mengatakannya
karena takut saya salah paham. Putri Rose sebenarnya tidak benar- benar
menerima pernikahan ini karena merasa itu adalah tanggung jawabnya kepada
rakyat! Itukan alasanmu?!” ucap Pangeran Mahkota itu dengan sinis.
Reynal mengangguk
pelan, “Itu benar”
“Hmph! Pernikahan
telah ditentukan, saya tidak memiliki kuasa untuk membatalkannya kecuali jika
kaisar menyetujui pembatalan tersebut. Jika kau benar- benar ingin menolong
putri Rose maka satu- satunya jalan adalah membuat sang Kaisar setuju!” sindirnya.
“Kaisar tidak mungkin
__ADS_1
mengabulkannya” Reynal tersenyum getir, ia menyadari jika masalah ini tidak
sesederhana yang ia kira. Ia mencoba memutar otaknya, mencari cara agar
pernikahan putri Rose dibatalkan.
Hening cukup lama,
Pangeran Mahkota nampaknya tidak ingin terlalu membantu Reynal. Ia tidak
bersuara setelah menyindir Reynal. Disisi lain, Reynal duduk termenung
memikirkan berbagai cara yang harus ia lakukan untuk membuat pernikahan putri
Rose batal.
Tiba- tiba ditengah
pikiran Reynal yang berkecamuk. Terlintas sebuah ide yang menurutnya cukup tak
terduga dan juga memiliki sedikit nilai untuk Pangeran Mahkota jika ia
mengetahuinya.
“Pangeran, kau tidak
harus mengatakan ini pada kaisar. Kau dapat ikut menolak pernikahan ini. Jika
kau melakukan itu maka saya akan memberikanmu sebuah informasi yang pastinya
akan berguna untuk faksi Kekaisaran.
Kesempatanmu untuk
mendapat hati dan perhatian kaisar juga akan datang! Jika ini diketahui oleh
sainganmu, eh maksud saya saudaramu yang lain maka saya bisa pastikan posisi
yang kau dapatkan sebagai pangeran Mahkota beberapa tahun yang lalu harus
dialihkan kepada orang lain”
Reynal tersenyum licik
setelah mengatakan hal itu pada Pangeran Mahkota. Ia kini ingin melihat bagaimana
reaksi dan kecakapan pangeran Mahkota dalam mengambil umpannya. “Saya harap dia
tertarik!” doa Reynal dalam hatinya.
__ADS_1
~~
Segera Season 3!!