Dark Game

Dark Game
132


__ADS_3

“Selain itu masih banyak perguruan, organisasi, Klan dan guild menengah yang berdiri di dalam distrik ini. Kami masih perlu membuat mereka tunduk secara suka rela.” lanjut tetua Parsi.


Reynal mengangguk, “Jika tetua butuh bantuan saya bisa mengerahkan pasukan pembunuh yang saya miliki untuk membantu di dalam gelap. Dengan kerja sama kami, kita tidak akan sulit untuk menaklukkan setengah dari wilayah kerajaan dalam satu bulan.”


“Mm... Kau benar, ditambah dengan pertumbuhan pendekar dewa dan dewa puncak di sisi kami setiap harinya, ini akan menjadi pasukan tambahan yang sangat kuat. Pusat energi yang kau dapatkan itu sungguh sangat membantu Akademi Beladiri berkembang”


Setelah itu mereka melanjutkan dengan berbincang- bincang kosong. Setelah 3 jam, Reynal memutuskan untuk kembali. Ia tidak boleh terlalu lama menghilang sebab itu akan menimbulkan kecurigaan yang tidak perlu.


Reynal kembali ketempat ia menghilang, namun ia terkejut melihat Raflesia dengan 30 pendekar dewa ada disana. Untunglah mereka tidak melihat kearah Reynal berada. Ia tahu jika pasukannya telah berhasil memberitahukan hasil dan situasi perang, namun ia tidak menduga jika mereka bergerak dengan cepat.


Dengan cepat Reynal membuat tubuhnya terluka parah dengan energi yang tersisa sangat sedikit. Ia berjalan dengan sangat pelan. Wakil Raflesia segera melihat Reynal dan dengan cepat membantunya berjalan.

__ADS_1


“Tuan Black King, anda pasti telah sangat berjuang hari ini. Kami akan membantu anda” ucap Raflesia dengan penuh semangat. Ia sangat legah melihat Black King selamat dari kematian hari ini. Mereka bergerak dengan cepat menuju guild Seribu Racun untuk membiarkan Reynal mendapatkan perawatan intensif. Keadaannya yang sangat lemah dan buruk tentu membuat Raflesia dan Scorpion Blue sangat khawatir.


Setelah lima jam dirawat, Reynal memutuskan untuk pulih. Karena ia hanya berpura- pura terluka sebab itu dengan sekali libas, energinya mulai pulih dan juga tubuhnya telah kembali tanpa luka sedikitpun.


Reynal berterimakasih pada Raflesia dan Blue Scorpion karena telah merawatnya. Ia juga menanyakan nasib dari para pasukannya yang tersisa.


“Akademi Beladiri memiliki peningkatan yang signifikan, Saat itu saya telah berimbang menghadapi Tetua Parsi namun sayang saya harus bertarung dengan Reynal di saat yang sama” Reynal berkata sambil mendesah pelan.


“Apa? saya tidak dapat mempercayai ini Tetua Parsi bahkan dalam pertarungan 100 pendekar tidak memiliki kesempatan untuk memasuki 100 besar, lalu bagaimana ia saat ini telah bertarung imbang denganmu?”  Blue Scorpion bertanya. Wajar perlakuannya seperti itu setelah mendengar perkataan Reynal bagaimanapun tetua Parsi beberapa bulan yang lalu masih tidak cocok untuknya tapi sekarang itu hampir menjangkaunya.


“Tapi kalau begitu tetua Parsi sebenarnya masih bukan tandinganmu kan? Jadi apa yang membuatmu kalah?”

__ADS_1


“Itu karena Reynal membantu tetua Parsi dari jauh! Kekuatan dari Reynal mungkin setara atau lebih kuat dari milikku. Sebab itu saya ditekan” Reynal segera menjawab.


“Baiklah,  saya masih harus memberikan penjelasan pada kerajaan Night lalu melapor pada sang utusan. Tuan Blue Scorpion, Akademi Beladiri telah mengibarkan perang, anda harus menentukan pilihan untuk tetap berdiri bersama kami” ucap Reynal sebelum ia menghilang dari sana.


Tentu saja hari itu Blue Scorpion merasa bimbang dihatinya. Ia telah mendengarkan bahwa Akademi Beladiri saat ini telah memiliki seorang yang berimbang dengan sang utusan, 10 pendekar dewa bumi dan hampir seribu pendekar dewa. Jika benar- benar Akademi menyerang dengan kekuatan penuh mereka maka belum lagi guild Seribu Racun bahkan Hell Memoth akan terancam dikalahkan.


Ingin rasanya Blue Scorpion menyatakan damai dengan Akademi Beladiri, namun tekanan dari Hell Memoth juga membuatnya takut untuk melangkah pergi satu jengkalpun. Hari itu Blue Scorpion hanya bisa mendesah pelan, ia tidak bisa memilih antara keduanya.


Disisi lain, Reynal disambut baik di dalam kerajaan Night. Banyak mentri dan jendral disana memuji Reynal karena telah mempertaruhkan nyawanya demi melindungi tentara kerajaan. Hampir saja kerajaan goyah dengan kematian 10 pendekar dewa mereka. Untunglah Reynal  masih mampu menyelamatkan setengahnya dari kematian.


“Raja kali ini saya akan melaporkan keadaanya pada sang utusan, Nampaknya Akademi Beladiri tidak lagi dapat dikalahkan hanya dengan kerajaan Night semata” Reynal berkata pada raja Night.

__ADS_1


“Itu yang saya khawatirkan, Hell Memoth harus mengirim pasukannya untuk membereskan Akademi Beladiri” Raja Night hanya bisa pasrah dan menyerahkan semuanya pada Hell Memoth.


*capter 131 telah di revisi, silahkan di cek


__ADS_2