Dark Game

Dark Game
13


__ADS_3

Reynal tersenyum tipis, ia kemudian mengeluarkan topeng yang


dipakai oleh para pembunuh semalam dan menyerahkannya pada Benjamin.


“Ini adalah topeng pembunuh yang berhasil saya dapatkan


semalam!”


Mata Benjamin melebar, “Pembunuh?!”


Reynal kemudian menceritakan apa yang terjadi semalam


beserta rinciannya. Benjamin yang mendengarnya seketika mengeluarkan hawa


pembunuh yang besar mengetahui ada orang yang berani membunuh pangeran Karlos


dibawah penjagaannya?


“Tuan tenanglah!” Reynal berusaha menenangkan Benjamin.


Benjamin menyadari niat membunuh merembes dari tubuhnya


segera mengendalikan kemarahannya. Tak butuh waktu lama pria tua itu tenang


kembali. Ia menatap Reynal lalu tanpa diduga, ia membungkuk hormat pada pemuda


dihadapannya itu.


Reynal sungguh tidak siap dengan itu. Ia menggunakan


sihirnya untuk membuat Benjamin berdiri dari tempatnya. “Tuan, anda…”


“Tidak! Biarkan saya mengucapkan terimakasih padamu! Saya


tidak tahu lagi akan bagaimana jika kau tidak mengamankan dan menolong pangeran


Karlos semalam.” Ucap Benjamin yang tetap kokoh tak bergerak.


Reynal menghela nafasnya, “Tuan apa maksudmu? Bahkan jika


saya tidak ada disana atau bahkan jika mereka berhasil membunuh pangeran


mahkota Karlos, itu tidak ada hubungannya dengan anda! Tuan, anda bisa


menjelaskannya pada kaisar dengan yang sebenarnya, saya yakin kaisar akan


percaya padamu”

__ADS_1


Benjamin menggeleng berulang kali, “Kau tidak tahu! Jika


pangeran Karlos tidak selamat dibawah perlindungan saya maka Kaisar pasti akan


menghukum saya beserta keluarga yang saya miliki! Saya sudah tua dan nyawa saya


mungkin tidak lama lagi akan berakhir. Tapi itu berbeda dengan anak dan cucu


saya yang masih memiliki masa depan yang panjang!”


Reynal akhirnya mengerti, kaisar mungkin tidak akan terlalu


menghukum Benjamin karena ia memiliki kekuatan dan pilar kekaisaran Humanie.


Tapi itu tidak dengan keluarganya, kaisar pasti akan menghukum keluarganya yang


bahkan tidak memiliki sangkut paut sedikitpun jika pangeran Karlos terbunuh


semalam.


“Tuan, bangunlah! Saya punya hal yang penting!”


Barulah setelah itu Benjamin berdiri dari tempatnya


berlutut. “Apa hal penting?”


“Saya ingin mengajak anda untuk bergabung dengan Akademi


menjadi penjaminnya. “ Ucap Reynal sambil bercanda.


“Kau tidak perlu mengambil kesempatan, saya tidak akan


pernah meninggalkan kekaisaran. Sekarang jelaskan hal penting itu!” Benjamin


terlihat sedikit tidak sabar.


“Ini mengenai pembunuh itu! Saya telah menggagalkan rencananya


untuk malam ini. Tapi nanti malam, ia pasti juga akan melancarkan serangannya


kembali.”


“Kau benar, lalu apakah hal yang penting itu adalah rencana?


Kau memiliki rencananya?” tebak Benjamin.


Reynal menjawab sambil mengangguk, “Ya, saya punya.” Pemuda

__ADS_1


itu kemudian menjelaskan rencananya untuk nanti malam kepada Benjamin.


Benjamin juga mendengarkan dengan seksama, sesekali ia juga


mengoreksi san membetulkan beberapa bagian yang terlihat cacat. Keduanya baru


selesai ketika tepat siang hari.


Benjamin pamit pulang setelah menghabiskan roti daging dan


arak yang dimliki oleh Reynal.


“Tenanglah, saya akan memerintahkan beberapa orang


kepercayaan saya untuk menyiapkan segalanya! Selain itu saya juga akan pastikan


2 jendral lainnya tidak menggangu. Walau keduanya sering menjatuhkan namun


mereka memiliki kesetiaan yang tinggi pada kekaisaran. Mereka pasti akan


bekerja sama.”


“Baik tuan, saya serahkan kendalinya pada anda” Reynal


tersenyum kecil.


Selepas Benjamin pergi, Reynal mendesah pelan. “Pada akhirnya


saya juga secara tidak langsung akan membantu kekaisaran.”


Reynal menggeleng pelan, ia kemudian menarik sebuah kertas


yang ada di atas mejanya. Lalu menggunakan sihirnya untuk menciptakan seekor


burung merpat putih yang indah. Reynal mengikatkan kertas tersebut pada salah


satu kaki merpati itu lalu kemudian melepaskannya terbang ke udara.


“Semoga Pangeran Alex dapat menerima surat ini tepat waktu!


Pangeran Alex mungkin bisa membantu untuk lebih memperlancar bisnis dan


kekuatan saya disini”


Walau Reynal telah berhasil menjalin kerja sama dengan


Benjamin dan mendapat jaminan dari jendral tertinggi tersebut, namun ia belum

__ADS_1


puas dan sekali lagi menghubungi pangeran Alex yang merupakan pangeran yang


berpihak pada Akademi Beladiri.


__ADS_2