
Reynal tersenyum tipis, ia kemudian mengeluarkan topeng yang
dipakai oleh para pembunuh semalam dan menyerahkannya pada Benjamin.
“Ini adalah topeng pembunuh yang berhasil saya dapatkan
semalam!”
Mata Benjamin melebar, “Pembunuh?!”
Reynal kemudian menceritakan apa yang terjadi semalam
beserta rinciannya. Benjamin yang mendengarnya seketika mengeluarkan hawa
pembunuh yang besar mengetahui ada orang yang berani membunuh pangeran Karlos
dibawah penjagaannya?
“Tuan tenanglah!” Reynal berusaha menenangkan Benjamin.
Benjamin menyadari niat membunuh merembes dari tubuhnya
segera mengendalikan kemarahannya. Tak butuh waktu lama pria tua itu tenang
kembali. Ia menatap Reynal lalu tanpa diduga, ia membungkuk hormat pada pemuda
dihadapannya itu.
Reynal sungguh tidak siap dengan itu. Ia menggunakan
sihirnya untuk membuat Benjamin berdiri dari tempatnya. “Tuan, anda…”
“Tidak! Biarkan saya mengucapkan terimakasih padamu! Saya
tidak tahu lagi akan bagaimana jika kau tidak mengamankan dan menolong pangeran
Karlos semalam.” Ucap Benjamin yang tetap kokoh tak bergerak.
Reynal menghela nafasnya, “Tuan apa maksudmu? Bahkan jika
saya tidak ada disana atau bahkan jika mereka berhasil membunuh pangeran
mahkota Karlos, itu tidak ada hubungannya dengan anda! Tuan, anda bisa
menjelaskannya pada kaisar dengan yang sebenarnya, saya yakin kaisar akan
percaya padamu”
__ADS_1
Benjamin menggeleng berulang kali, “Kau tidak tahu! Jika
pangeran Karlos tidak selamat dibawah perlindungan saya maka Kaisar pasti akan
menghukum saya beserta keluarga yang saya miliki! Saya sudah tua dan nyawa saya
mungkin tidak lama lagi akan berakhir. Tapi itu berbeda dengan anak dan cucu
saya yang masih memiliki masa depan yang panjang!”
Reynal akhirnya mengerti, kaisar mungkin tidak akan terlalu
menghukum Benjamin karena ia memiliki kekuatan dan pilar kekaisaran Humanie.
Tapi itu tidak dengan keluarganya, kaisar pasti akan menghukum keluarganya yang
bahkan tidak memiliki sangkut paut sedikitpun jika pangeran Karlos terbunuh
semalam.
“Tuan, bangunlah! Saya punya hal yang penting!”
Barulah setelah itu Benjamin berdiri dari tempatnya
berlutut. “Apa hal penting?”
“Saya ingin mengajak anda untuk bergabung dengan Akademi
menjadi penjaminnya. “ Ucap Reynal sambil bercanda.
“Kau tidak perlu mengambil kesempatan, saya tidak akan
pernah meninggalkan kekaisaran. Sekarang jelaskan hal penting itu!” Benjamin
terlihat sedikit tidak sabar.
“Ini mengenai pembunuh itu! Saya telah menggagalkan rencananya
untuk malam ini. Tapi nanti malam, ia pasti juga akan melancarkan serangannya
kembali.”
“Kau benar, lalu apakah hal yang penting itu adalah rencana?
Kau memiliki rencananya?” tebak Benjamin.
Reynal menjawab sambil mengangguk, “Ya, saya punya.” Pemuda
__ADS_1
itu kemudian menjelaskan rencananya untuk nanti malam kepada Benjamin.
Benjamin juga mendengarkan dengan seksama, sesekali ia juga
mengoreksi san membetulkan beberapa bagian yang terlihat cacat. Keduanya baru
selesai ketika tepat siang hari.
Benjamin pamit pulang setelah menghabiskan roti daging dan
arak yang dimliki oleh Reynal.
“Tenanglah, saya akan memerintahkan beberapa orang
kepercayaan saya untuk menyiapkan segalanya! Selain itu saya juga akan pastikan
2 jendral lainnya tidak menggangu. Walau keduanya sering menjatuhkan namun
mereka memiliki kesetiaan yang tinggi pada kekaisaran. Mereka pasti akan
bekerja sama.”
“Baik tuan, saya serahkan kendalinya pada anda” Reynal
tersenyum kecil.
Selepas Benjamin pergi, Reynal mendesah pelan. “Pada akhirnya
saya juga secara tidak langsung akan membantu kekaisaran.”
Reynal menggeleng pelan, ia kemudian menarik sebuah kertas
yang ada di atas mejanya. Lalu menggunakan sihirnya untuk menciptakan seekor
burung merpat putih yang indah. Reynal mengikatkan kertas tersebut pada salah
satu kaki merpati itu lalu kemudian melepaskannya terbang ke udara.
“Semoga Pangeran Alex dapat menerima surat ini tepat waktu!
Pangeran Alex mungkin bisa membantu untuk lebih memperlancar bisnis dan
kekuatan saya disini”
Walau Reynal telah berhasil menjalin kerja sama dengan
Benjamin dan mendapat jaminan dari jendral tertinggi tersebut, namun ia belum
__ADS_1
puas dan sekali lagi menghubungi pangeran Alex yang merupakan pangeran yang
berpihak pada Akademi Beladiri.