
Disaat Reynal dan Poison King bercanda dan tertawa,
Kuangceng telah berhasil menemukan beberapa petunjuk dan aura yang belum sempat
dihancurkan oleh Reynal. Ia kemudian mengikuti aura tersebut dengan perasaan
yang marah dan kesal. Walau dalam perasaan yang marah, Kuangceng juga cukup
berpengalaman. Ia segera mengirimkan pesan bantuan pada Pangeran Lin Ran untuk
mengirimkan beberapa pendekar kuat lainnya untuk membantu.
Poison King kemudian menyadari sebuah aura yang tiba- tiba
muncul dalam aura deteksinya. Selain auranya yng cukup besar, kecepatannya juga
tidak dapat diremehkan. Reynal yang melihat wajah Poison King yang berubah
tidak bisa untuk tidak berseru keras karena mennyadari Poison King telah
menemukan Kuangceng.
“Poison King, cobalah untuk menahannya beberapa waktu. Tapi
usahakan untuk tidak membunuhnya karena saya masih memiliki rencana untuknya.” Ucap
Reynal yang kemudian meninggalkan poison king sendirian disana.
Tak lupa, ia menghapus semua aura miliknya disana dan tidak
meinggalkan satupun aura seperti kesalahan sebelumnya.
~~
Saat pangeran Lin Ran menerima pesan dari Kuangceng, dahinya
yang tenang segera mengerut. Dalam pesan Kuangceng Ia membutuhkan banyak
pendekar bantuan untuk membantunya menghadapi bangsa manusia.
“Apa yang terjadi sebenarnya? Dan apakah manusia itu telah
bergerak?” Pangeran Lin Ran buru- buru melihat tanda setiap kediaman ras
__ADS_1
manusia disana.
Namun tak satupun dari mereka nampak membuka diri yang mana
itu berarti yang tengah dihadapi oleh Kuangceng bukan berasal dari area
pertarungan 100 besar. Akhirnya Lin Ran berpikir jika itu adalah pelindung yang
ditugaskan kekaisaran Humanie untuk melindungi setiap perwakilannya.
“Hmph! Saya akan melihat sekuat apakah para pelindung dari
kekaisaran Humanie!” Lin Ran mendengus dan memanggil beberapa pendekar yang ada
diluar kediamannya yang seluruhnya memiliki kekuatan lapisan 4 dan 5 pendekar
dewa.
Mereka jumlah tepatnya adalah 10 dengan 7 merupakan pendekar
dewa lapisan 4. Dan sisanya adalah pendekar dewa lapisan 5.
“Bantulah Kuangceng menghadapi ras manusia di wilayah
dikirimkan oleh Kuangceng.” Lin Ran tidak lupa memberikan sebuah kompas pada
salah satu dari mereka.
“Pergilah!” ucap Lin Ran dengan sombong.
“Baik pangeran” ucap 10 pendekar Orc dan kemudian mereka
melesat dengan kecepatan penuh layaknya lesatan cahaya.
Setelah mereka pergi, Lin Ran mendengus kesal sambil menatap
langit biru sambil bergumam, “Jangan biarkan saya sendiri yang menangani
masalah ini sendirian. Jika itu terjadi maka tidak ada dari kalian yang dapat
kembali hidup- hidup!”
Sementara itu, dibagian wilayah kering Poison King dan
__ADS_1
Kuangceng telah saling berhadapan. Poison King saat ini menyembunyikan
kekuatannya hingga pada tingkat pendekar dewa puncak.
“Manusia rendahan! Kau seharusnya tidak pernah berpikir
untuk menyinggung kami bangsa Orc yang perkasa. Hari ini saya tidak akan
membiarkan kalian lolos seperti
sebelumnya!” ucap Kuanceng dengan nada yang bangga.
Menurut dugaannya, bangsa manusia akan memohon ampun pada
mereka dan meminta nyawa mereka untuk diampuni namun tidak pernah ia berpikir
bahwa Poison King bahkan dengan melihat racun berbahaya sekalipun tidak akan
pernah gentar. Apalagi kekuatannya sekarang adalah pendekar dewa dan lawannya
adalah pendekar dewa puncak. Poison King mungkin hanya membutuhkan 1 serangan
kuat untuk membunuhnya.
“Sungguh bangsa Orc seperti kalian terlalu sombong!” Poison King terkekeh pelan. Poison terus
menerus memprovokasi Kuangceng sebab ia mengetahui jika Kuangceng saat ini
tidak menunjukkan niat untuk menyerang karena ia sedang menunggu bantuannya
datang.
Namun pada akhirnya, ego dan harga diri Kuangceng yang terus
dihina dan diremehkan oleh Poison King termakan oleh provokasi kemudian
menyerang salah satu penjaga neraka itu dengan kekuatan penuhnya.
Poison King tidak memilih untuk menghindar ataupun melawan
serangan Kuangceng. Ia bahkan memasang tubuhnya untuk bertabrakan dengan
serangan tersebut.
__ADS_1