
Silver Ranking akhirnya dibuka, sekitar ribuan pendekar semesta. mereka mulai bertarung memperebutkan 100 tempat. Beladiri maupun tangan kosong, semuanya menetukan siapa yang akan menjadi pemenangnya hari ini.
Karena kekuatan para pendekar terbatas membuat pertarungan menjadi lebih membosankan. Ini terutama dengan para pendekar ahli. Tapi tak ada yang bisa mereka lakukan, sebab ranking Silver juga memiliki beberapa keistimewaan yang menarik.
Benar saja, dibutuhkan waktu 3 hari 3 malam untuk menyelesaikan Silver Ranking. Kekuatan dari bangsa Malaikat membuktikan diri mereka masih merupakan ras terkuat di dunia Soun sebab mereka berhasil menduduki 20 tempat sekaligus. Bahkan tempat pertama dan ketiga diisi oleh ras malaikat.
Sedangkan untuk ras manusia, itu hanya berhasil mendapatkan 15 tempat, dengan Akademi Beladiri mendapat 10 tempat dan sisasanya adalah kekaisaran Humanie. Tentu saja anggota terkuat Akademi Beladiri hanya berhasil mendapatkan tempat ke 4 dan ke 5 yang mana jauh lebih lemah dibandingkan dengan ras Malaikat atau bahkan ras Elf yang mampu mendapat tempat nomor 2.
“Kita akan melanjutkan untuk Golden Ranking!” ucap Kaisar Elf.
__ADS_1
Namun tidak ada yang akan menduga jika utusan Hell Memoth telah memberi masing- masing pendekar obat penguat yang akan membantu para pendekar Hell Memoth untuk menang. Tentu saja dengan kekuatan sang utusan, obat buatannya tidak akan bisa dideteksi oleh orang lain.
Dengan cepat beberapa belas pendekar Hell Memoth mulai berubah menjadi lebih kuat. Mereka dengan mudah mengalahkan lawan- lawan mereka dan berhasil mendapatkan tempat nomor 3 terkuat dengan jumlah 13 pendekar golden Ranking lainnya.
“Hahaha, inilah yang disebut dengan kekuatan. Kami berhasil mendapatkan 13 tempat tapi saya merasa sepasang mata iri melihatnya dengan begitu banyak permusuhan.” ucap Sang utusan berbicara keras hingga suara dapat didengar orang banyak orang yang hadir.
Walau suara sang utusan terdengar sangat tidak menyenangkan bagi banyak orang, mereka tidak berani untuk mengatakan sesuatu ataupun menegurnya. Ini karena kekuatan dari sang Utusan adalah dewa bumi lapisan 3 yang mana hanya seorang dari Akademi Beladiri dan kaisar Elf dan Malaikat yang mampu menyamainya.
Melihat perkelahian akan pecah, kaisar Elf segera turun tangan dan menengahi keduanya. “Tuan Utusan, tuan Akademi, kalian berdua tolong beri wajah pada pria tua ini untuk tidak mengumbar permusuhan disini” kaisar Elf itu terdengar sangat sopan kepada keduanya. Bukan karena ia takut tapi lebih kepada karena karakternya yang lemah lembut.
__ADS_1
Mendengar permintaan dari kaisar Elf, keduanya segera menjadi diam. Dengan senyum diwajahnya kaisar elf sekali lagi berkata, “Ini adalah pertarungan terakhir sebelum 30 dan 10 peringkat terakhir dari pendekar terkuat diumumkan. Peringkat Diamond!”
Segera orang- orang yang merasa dirinya pantas untuk bertarung dalam peringkat Diamond mulai berkumpul di lapangan beladiri. Diantara mereka adalah tetua Parsi dan tetua Fengtian. Seluruh pendekar dibawah 100 besar otomatis ikut dalam peringkat diamond. Tentu saja ketua Remi, tetua Fengtian dan yang lainnya juga ikut berpartisipasi.
Berbeda dengan kedua peringkat sebelumnya yang mengharuskan seluruh pendekar saling menantang dan menentukan yang terkuat, peringkat Diamond memiliki aturan yang berbeda.
Setiap pendekar harus menahan kekuatan penindas dari keenam kaisar yang ada. Mereka yang berhasil menahan kekuatan penindas selama masa waktu yang ditentukan. Semakin lama mereka bertahan maka akan semakin tinggi pula peringkat yang akan ia dapatkan.
Dengan demikian sekitar ribuan pendekar yang mencoba peringkat Diamond mulai berkumpul seperti kawanan semut memperebutkan gula. Di atas mereka telah berdiri keenam kaisar yang telah siap menuangkan tingkat penindasan mereka.
__ADS_1
“Jika anda tidak dapat bertahan melawan kekuatan penindas maka sebaiknya anda segera keluar dari formasi. Jika tidak maka jangan salahkan kami kalau terjadi sesuatu seperti luka dalam atau mungkin kematian” berbeda dengan kaisar Elf, Kaisar Orc terlihat sangat garang dan kejam. Ia memperingatkan mereka dengan gertakan dan teriakan membuat beberapa pendekar gemetar ketakutan.