
“Kalian semua dapat memilih dua dari mereka yang benar- benar pantas menggantikan tetua Parsi dan tetua Fengtian. Mereka masing- masing memiliki kekuatan untuk memimpin dan tidak ada diantara mereka yang memiliki jasa yang rendah dalam Akademi.” Ketua Remi berkata.
Ia kemudian melambaikan tangannya dan dalam sekejap ratusan lembar kertas berwarna putih melayang bebas di atas kepala mereka semua. Tidak butuh waktu lama bagi kertas itu melayang turun masing- masing di depan mata mereka.
“Tulisankan pilihan kalian disana. Setelah itu kami akan mengambil suara yang terbanyak” Ketua Remi berkata.
Eliza sedikit merautkan dahinya lalu mengangkat tangannya, “Ketua, maaf saya memotong tapi apakah kita tidak meminta pendapat dari para legenda dan tetua Yin Yang? mereka adalah pendekar dewa bumi dan yang paling memiliki hak untuk memutuskan.”
Ketua Remi segera menjawab, “Eliza saya mengerti kekhawatiranmu tapi yakinlah bahwa para legenda dan tetua Yin Yang telah memutuskan hal ini”
Barulah setelah itu Eliza mengangguk dan mulai mengisi kertas suara. Karena para pendekar lainnya belum dan masih bingung untuk memilih, Eliza telah menuliskan pilihannya. Dua nama segera tertuang dalam kertas suara Eliza.
Ketua Remi kembali melambaikan tangannya dan kemudian papan tulis skor muncul lengkap dengan kolom hitung suara. Namun yang berbeda adalah kolom dari Bruno dan Lou Yi telah terisi dengan satu suara.
__ADS_1
Ketua Remi terkejut, lalu berkata, “Setiap kalian telah mengisi kertas suara, papan ini akan segera menuliskan pilihan kalian secara otomatis. Sekarang seseorang telah memilih pilihannya dan ia tidak lagi dapat mengganti setelah papan skor mencatatnya”
Eliza sedikit terkejut, ia buru- buru menyembunyikan kertas suaranya agar orang- orang tidak melihat bahwa pilihannya telah terbaca oleh papan skor. Segera setelah itu, semakin banyak skor yang muncul dan membuat pilihan menjadi semakin jelas.
Tidak butuh waktu lama, suara telah terisi penuh. Dengan skor Bruno mencapai yang paling tinggi lalu diikuti oleh tetua Dicki dan Ketua Lou Yi yang memperoleh nilai yang seimbang.
Ketua Remi sedkit bingung, pasalnya ia kembali harus memilih antara tetua Dicki dan Lou Yi. Keduanya sama- sama memiliki posisi yang penting dalam Akademi Beladiri. Ia kemudian melirik tiga teratas, Bruno akan pasti menjadi salah satu penggantinya.
“Sepertinya saya juga harus memilih” Ketua Remi tersenyum pasrah, sebelumnya ia tidak pernah berpikir jika akan ada skor imbang dan merasa tidak akan memilih. Sekarang ia akan memilih siap yang merasa layak menjadi pengganti tetua Parsi dan Fengtian.
“Lou Yi memang pantas menjadi pengganti namun ia memiliki jabatan pemimpin dalam aliran Light Hall dan juga ia menjadi ketua devisi sehingga jika ia menanggung jabatan lainnya bisa dipastikan ia tidak akan bisa melakukan semuanya dengan baik” Ketua Remi berkata.
Segera itu didapatlah dua nama pengganti tetua Parsi dan Fengtian, mereka adalah Bruno dan tetua Dicki. Ketua Remi mengumumkannya tepat setelah pengangkatan keduanya. Lucunya, setelah mereka berdua diangkat menjadi tetua utama keduanya segera mengambil misi untuk meneruskan perjuangan tetua Parsi dan Fengtian di kerajaan Night.
__ADS_1
Dengan begitu dalam Akademi Beladiri hanya tersisa Qin Feng yang menjadi tetua utama dan menjalankan tugasnya beberapa kali lebih banyak.
Disisi lain, kerajaan Night. Mata Reynal menyala terang setelah mendapatkan berita keberhasilan Akademi dalam menghancurkan altar sumber daya Hell Memoth. “ini saatnya beraksi.”
Pada detik itu juga, Reynal berangkat menuju Hell Memoth dan menemui sang utusan. Di dalam Hell Memoth, kebetulan hanya tersisa Black Dangger dan sang utusan sedangkan Black Undied tidak ditemukan keberadaannya.
Reynal segera tersenyum dalam kegelapan lalu bersiap melancarkan sandiwaranya. Dengan wajah panik dan terburu- buru, Reynal memasuki Hell Memoth.
“Tuan kabar buruk! Kabar buruk!” Reynal berteriak panik ketika melihat sang utusan.
Sang utusan menaikkan alisnya lalu bertanya apa yang terjadi.
“Tetua, Akademi Beladiri telah berhasil mengangkat 2 tetua besar lainnya. Mereka bahkan telah memasuki distrik kekuasaan mereka. Saya yakin dengan keduanya, serangan dan penaklukkan daerah dan kekuasaan kita akan kembali terjadi” Reynal berkata.
__ADS_1
Sang utusan marah mendengar berita yang dibawa oleh Reynal, sandaran tangan yang ada di singgasananya bahkan hancur akibat tenaga sang utusan.