Dark Game

Dark Game
153


__ADS_3

“Saya tidak pernah menduga wanita secantik dirimu menjadi penggemar, terimakasih sebelumnya. Tapi jangan harap saya akan membuatmu lolos walau kau adalah penggemarku.” Reynal terkekeh pelan lalu mulai menyerang wanita itu.


“Hahaha, suatu kehormatan jika saya bisa menghadapi idola saya hari ini” Bukan takut, wanita itu malah gembira. Seketika tubuhnya mengeluarkan aura sihir yang semakin kuat.


Reynal dapat merasakan seluruh sihir yang ada disekitarnya terserap bagai pusaran air menuju tubuh wanita itu.


Karena identitasnya telah diketahui oleh lawannya, Reynal memiliki kesempatan untuk menyerang menggunakan Magic Power andalannya. Di tangannya muncul tongkat sihir saint andalannya.


“Lama tidak berjumpa kawan” ucap Reynal sambil mengelus tongkatnya.


Reynal kemudian mengangkat tongkat sihirnya lalu meneriakkan jurus andalannya, “Magic Power: Magic Poison!”


Seketika sihir berwarna hijau keluar dengan deras dari tongkat sihirnya. Sihir itu begitu pekat hingga membuat wanita itu mundur beberapa langkah. Sebagai penggemar berat dari Reynal, ia mengetahui semua jurus andalannya termasuk Magic Poison.


Ia tahu bahwa bahkan dengan kekuatannya saat ini, ia tidak mampu menolak efek menyakitkan dari serangan racun Reynal. Merasa sihir Reynal akan segera menyelimuti tempat itu, wanita itu mulai mengumamkan mantra sihir lainnya.

__ADS_1


“Sihir Cahaya: Pedang Surga!” Sebuah pedang yang terbuat dari energi sihir yang sangat besar segera menerjang sihir beracun Reynal. Pedang itu dengan mudah menebas racun Reynal. Tapi wanita itu diharapkan kecewa ketika kabut beracun itu sekali lagi menutupi pandangannya walau telah ditebas.


“Kau memiliki sihir yang kuat, tapi sekali- kali gunakan otakmu untuk menyerang!” Reynal hampir tertawa melihat sihir racunnya di serang oleh sihir pedang, itu tidak akan bisa dikalahkan.


“Tapi pedang ini dapat membunuh pendekar dewa lapisan 5 sekalipun, saya tidak percaya itu dapat dikalahkan” Wanita itu sedikit tidak terima, ia menggunakan sihir pedang sebagai senjata terkuatnya juga karena sihir inilah ia mendapatkan pertarungan yang seimbang dengan murid legenda Pedang dan mendapatkan julukan Pedang Cahaya.


“Kau boleh mencobanya kalau begitu” Reynal tidak ingin mematahkan semangatnya, ia mulai mengedarkan sihir racun menjadi dua kali lipat. Sedikit wajah wanita itu mengerut, namun ia tidak takut dengan sihirnya ia menciptakan 10 pedang cahaya yang sama.


“Jika satu pedang tidak dapat menghentikannya maka saya akan membuat 10 pedang, 100 pedang atau bahkan 1000 pedang!” Wanita itu berkata.


Namun tetap saja walau sepuluh pedang itu memotong dan menusuk ke arah kabut beracun Reynal dengan gagah dan kuat, mereka tetap saja tidak dapat menyingkirkannya. Pedang itu sebagai hasilnya hanya memotong angin dan menciptkana riak energi. Sedangkan kabut itu tidak terjadi apa- apa.


Melihat usahanya tidak mempan, wanita itu tidak putus asa. Ia kembali menciptakan 100 pedang, seperti ucapannya ia tidak akan menyerah dengan mudah.


Swosh! Swosh! Swosh! Swosh!... Swosh!

__ADS_1


Seratus pedang memotong kabut beracun di saat yang bersamaan namun hasilnya tetap sama kabut racun Reynal seakan tidak terganggu. Ia dipotong oleh seratus pedang namun tetap saja itu akan menyatu kembali.


“Tidak mungkin! Seribu Pedang Cahaya!”Kali ini Reynal dapat melihat seribu pedang adalah batas yang dapat dikeluarkan oleh wanita itu. Bagimanapun ini bisa dimengerti sebab kekuatan dari setiap pedang mampu memberikan cedera fatal pada seorang pendekar dewa lapisan 5. Bahkan dengan sihirnya ini, tidak masalah bagi wanita itu menghadip 100 atau bahkan seribu pendekar dewa lapisan 5 di saat yang bersamaan.


Tapi sekali lagi, ia menjadi kecewa melihat serangan paling kuatnya tidak dapat menghapus kabut racun Reynal. “Bagaimana mungkin?” Wanita itu menatap Reynal dengan bingung.


Reynal tertawa pelan lalu menjelaskan yang sebenarnya terjadi. “Kekuatan yang kuat juga harus membutuhkan pikiran yang cerdas. Jika itu pertarungan brutal maka kau mungkin akan dapat memenangkan dengan jurusmu yang super kuat itu.


Tapi jika kau menghadapi pendekar sepertiku maka kekuatan saja tidak akan cukup, kau juga memerlukan kecerdasan. Sebelumnya menghadapi kabut beracun memiliki cara yang mudah, kau hanya perlu membuat sihir angin yang cukup kuat untuk membuat kabut menghilang.”


Reynal melambaikan tangannya, sebuah tornado angin yang cukup besar terwujud dan mulai menghancurkan kabut beracun Reynal dengan mudah. Wanita itu terpengarah beberapa saat, ia seolah memiliki beberapa pencerahan.


“Terkadang jurus terkuat juga memiliki kelemahan. Sama seperti pedang cahaya mu dan kabut beracun ku.” Reynal tersenyum tipis. Ia merasa tugasnya untuk memberikan nasehat pada wanita itu selesai.


“Waktunya menghilang” Reynal tersenyum sebelum menghilang. Wanita itu nampaknya tidak menyadari Reynal yang telah pergi sebab ia terlihat duduk bersilah dan terlihat sedang menyerap informasi dan pengetahuan yang diberikan Reynal padanya.

__ADS_1


capter 149- 151 telah di revisi


__ADS_2