Dark Game

Dark Game
32


__ADS_3

Sejenak Reynal ragu- ragu untuk membalas tangannya namun melihat


kecantikan seperti itu dan juga Reynal tidak merasakan niat membunuh atau aura


jahat disekitar Riana membuatnya memberanikan diri untuk membalas uluran


tangannya.


“Panggil saja Yin.”


“Yin? Namamu sangat pendek, apa kau seorang pendatang?”


Riana bertanya sambil mengerutkan keningnya.


Reynal terkejut mendengar Riana menanyakan hal tersebut.


Namun setelah dipikir- pikir, Reynal menjawab dirinya adalah seorang pendatang.


“Bagaimana bisa kau mengetahui saya seorang pendatang? Apa


kau memiliki kemamapuan pendeteksi?” Reynal mengerutkan keningnya bingung.


“Bisa dikatakan seperti itu. Tapi kau tidak perlu khawatir,


sebagai sesama pendatang seharusnya kita saling membantu bukan?” Riana kembali


tersenyum. Namun kini Reynal dapat melihat sesuatu di dalam senyumnya.


Pemuda itu cukup pintar menyadari maksud sebenarnya dari


Riana. Gadis itu berumur hampir seumuran dengannya tapi kekuatannya hanya


berada pada lapisan 3 pendekar dewa membuatnya memiliki tempat paling di


belakang di dalam pertarungan ini.


Jangankan Menara Latihan, bahkan untuk memilih gubuk tempat


tinggalnya selama 3 bulan, ia mungkin harus menunggu seluruh pendekar yang kuat


memilih dan ia mendapat sisa. Sebab itu ia mendekati Reynal agar bisa mendapat

__ADS_1


tempat Latihan di dalam menara ini.


Tapi yang jadi pertanyaan bagi Reynal adalah mengapa Riana


mampu memasuki dan menyelinap dalam ruangan ini tanpa sepengetahuanya sedikitpun.


Juga ia tidak tertekan dengan Magic Aura Art milik Reynal karena mampu


mengikuti dirinya memasuki menara Latihan. Kekuatan dari Riana sungguh tidak


akan bisa menahan tekanan dari Reynal ketika menggunakan Magic Aura Art.


Reynal mendesah pelan, ia sungguh ingin meminta Riana untuk


keluar dari sana karena tempatnya ini sudah ia tempati. Namun entah mengapa ia


tidak tega menyuruh wanita itu pergi. Seolah ada perasaan dalam dirinya untuk


membiarkan Riana tinggal disana.


Akhirnya setelah berpikir beberapa saat, Reynal memutuskan


untuk membiarkan Riana berlatih bersamanya. Lagipula jika ia keluar dan


dan mungkin sesuatu yang merepotkan akan terjadi.


“Riana, ada satu hal yang ingin saya ketahui. Apa sebenarnya


kemampuanmu? Bahkan kau sepertinya memiliki banyak sekali kemampuan yang hebat,


sungguh saya iri kepadamu” ucap Reynal di sela- sela latihannya.


Meski Riana juga berlatih dengan serius namun ia tetap


mendengar pertanyaan Reynal. Ia kemudian terkikik kecil sebelum berkata,


“Sebenarnya ini adalah kelebihan dari bangsa Elf kami! Bersembunyi dan menyembunyikan


kekuatan. Biasanya kelebihan ini dimiliki oleh bangsa Elf murni!”


“Kalau begitu apakah seluruh bangsa Elf murni memiliki

__ADS_1


kemampuan seperti itu?” Reynal sedikit tidak menduga hal ini. Bangsa Elf murni,


walau mereka memiliki jumlah sangat sedikit bahkan hanya 1;100 dari para elf


yang ada namun tetap saja saat ini setidaknya terdapat puluhan atau bahkan


ratusan juta Elf di kekaisaran Elver yang mana artinya sekitar jutaan Elf


berdarah murni ada disana. Itu sudah sangat banyak.


Riana masih terkikik itu menggeleng beberapa kali.


“Sebenarnya tidak semua bangsa Elf murni yg berhasil memilikinya. Ada banyak


syarat dan ketentuan yang harus mereka berikan untuk mendapatkannya. Biasanya


mereka yang mendapat kemampuan ini pasti mengalami masa yang sangat kelam dalam


hidupnya yang membuat dirinya sangat sulit untuk hidup. Jika ia bisa tegar dan


melewatinya maka kemampuan ini akan terbangun dengan sendirinya.


Namun ada cara lain yang dapat kita lakukan untuk


membangkitkan kekuatan ini. Itu tidak lain adalah dengan kerja keras selama


bertahun- tahun, atau mungkin berpuluh- puluh tahun tanpa kenal lelah. Jika


saya tidak salah mungkin hanya sekitar ribuan atau paling banyak puluhan ribu


yang memiliki kemampuan seperti ini.


Dengan kemampuan ini juga yang membuat saya bisa lolos dan


mendapat tempat untuk mewakiliki Elver Empire untuk bertarung disini. Tapi


setelah melihat kekuatan para pendekar dari kekaisaran lainnya, saya mungkin


tidak akan mendapat tempat.” Riana tersenyum kecut, ia sedikit melirik Reynal.


“Kau tidak usah merendah. Saya tahu kemampuanmu sungguh luar

__ADS_1


biasa. Saya bahkan jadi penasaran dengan cara apa yang membuatmu mendapatkan


kemampuan seperti itu?!” ucap Reynal sambil mengelus dagunya.


__ADS_2