
Sejenak Reynal ragu- ragu untuk membalas tangannya namun melihat
kecantikan seperti itu dan juga Reynal tidak merasakan niat membunuh atau aura
jahat disekitar Riana membuatnya memberanikan diri untuk membalas uluran
tangannya.
“Panggil saja Yin.”
“Yin? Namamu sangat pendek, apa kau seorang pendatang?”
Riana bertanya sambil mengerutkan keningnya.
Reynal terkejut mendengar Riana menanyakan hal tersebut.
Namun setelah dipikir- pikir, Reynal menjawab dirinya adalah seorang pendatang.
“Bagaimana bisa kau mengetahui saya seorang pendatang? Apa
kau memiliki kemamapuan pendeteksi?” Reynal mengerutkan keningnya bingung.
“Bisa dikatakan seperti itu. Tapi kau tidak perlu khawatir,
sebagai sesama pendatang seharusnya kita saling membantu bukan?” Riana kembali
tersenyum. Namun kini Reynal dapat melihat sesuatu di dalam senyumnya.
Pemuda itu cukup pintar menyadari maksud sebenarnya dari
Riana. Gadis itu berumur hampir seumuran dengannya tapi kekuatannya hanya
berada pada lapisan 3 pendekar dewa membuatnya memiliki tempat paling di
belakang di dalam pertarungan ini.
Jangankan Menara Latihan, bahkan untuk memilih gubuk tempat
tinggalnya selama 3 bulan, ia mungkin harus menunggu seluruh pendekar yang kuat
memilih dan ia mendapat sisa. Sebab itu ia mendekati Reynal agar bisa mendapat
__ADS_1
tempat Latihan di dalam menara ini.
Tapi yang jadi pertanyaan bagi Reynal adalah mengapa Riana
mampu memasuki dan menyelinap dalam ruangan ini tanpa sepengetahuanya sedikitpun.
Juga ia tidak tertekan dengan Magic Aura Art milik Reynal karena mampu
mengikuti dirinya memasuki menara Latihan. Kekuatan dari Riana sungguh tidak
akan bisa menahan tekanan dari Reynal ketika menggunakan Magic Aura Art.
Reynal mendesah pelan, ia sungguh ingin meminta Riana untuk
keluar dari sana karena tempatnya ini sudah ia tempati. Namun entah mengapa ia
tidak tega menyuruh wanita itu pergi. Seolah ada perasaan dalam dirinya untuk
membiarkan Riana tinggal disana.
Akhirnya setelah berpikir beberapa saat, Reynal memutuskan
untuk membiarkan Riana berlatih bersamanya. Lagipula jika ia keluar dan
dan mungkin sesuatu yang merepotkan akan terjadi.
“Riana, ada satu hal yang ingin saya ketahui. Apa sebenarnya
kemampuanmu? Bahkan kau sepertinya memiliki banyak sekali kemampuan yang hebat,
sungguh saya iri kepadamu” ucap Reynal di sela- sela latihannya.
Meski Riana juga berlatih dengan serius namun ia tetap
mendengar pertanyaan Reynal. Ia kemudian terkikik kecil sebelum berkata,
“Sebenarnya ini adalah kelebihan dari bangsa Elf kami! Bersembunyi dan menyembunyikan
kekuatan. Biasanya kelebihan ini dimiliki oleh bangsa Elf murni!”
“Kalau begitu apakah seluruh bangsa Elf murni memiliki
__ADS_1
kemampuan seperti itu?” Reynal sedikit tidak menduga hal ini. Bangsa Elf murni,
walau mereka memiliki jumlah sangat sedikit bahkan hanya 1;100 dari para elf
yang ada namun tetap saja saat ini setidaknya terdapat puluhan atau bahkan
ratusan juta Elf di kekaisaran Elver yang mana artinya sekitar jutaan Elf
berdarah murni ada disana. Itu sudah sangat banyak.
Riana masih terkikik itu menggeleng beberapa kali.
“Sebenarnya tidak semua bangsa Elf murni yg berhasil memilikinya. Ada banyak
syarat dan ketentuan yang harus mereka berikan untuk mendapatkannya. Biasanya
mereka yang mendapat kemampuan ini pasti mengalami masa yang sangat kelam dalam
hidupnya yang membuat dirinya sangat sulit untuk hidup. Jika ia bisa tegar dan
melewatinya maka kemampuan ini akan terbangun dengan sendirinya.
Namun ada cara lain yang dapat kita lakukan untuk
membangkitkan kekuatan ini. Itu tidak lain adalah dengan kerja keras selama
bertahun- tahun, atau mungkin berpuluh- puluh tahun tanpa kenal lelah. Jika
saya tidak salah mungkin hanya sekitar ribuan atau paling banyak puluhan ribu
yang memiliki kemampuan seperti ini.
Dengan kemampuan ini juga yang membuat saya bisa lolos dan
mendapat tempat untuk mewakiliki Elver Empire untuk bertarung disini. Tapi
setelah melihat kekuatan para pendekar dari kekaisaran lainnya, saya mungkin
tidak akan mendapat tempat.” Riana tersenyum kecut, ia sedikit melirik Reynal.
“Kau tidak usah merendah. Saya tahu kemampuanmu sungguh luar
__ADS_1
biasa. Saya bahkan jadi penasaran dengan cara apa yang membuatmu mendapatkan
kemampuan seperti itu?!” ucap Reynal sambil mengelus dagunya.