Dark Game

Dark Game
35


__ADS_3

Reynal kini telah menduduki posisi 140 yang mana kemajuannya


tergolong cepat. Meski begitu ia tidak puas, sekiranya jika ia mampu masuk ke


dalam 100 besar maka peluangnya mungkin akan semakin besar.


Pemuda itu memilih untuk beristirahat di dalam kediamannya,


ia juga harus beristirahat setelah 2 hari berlatih dengan keras dilanjut dengan


bertarung dengan beberapa pendekar.


Namun tepat ketika ia ingin beristirahat, suara gaduh diluar


kediamannya mengganggu Reynal untuk beristirahat. Tidak sampai disana, tiba-


tiba Reynal dapat merasakan niat membunuh yang kuat datang dan ditujukan


kepadanya membuat Reynal tidak lagi bisa berdiam diri disana.


Ia seperti angin keluar dari kediamannya dan muncul tepat


didepan pintu. Ia sedikit melebarkan matanya ketika mendapati 10 pendekar


bangsa Orc mengelilingi kediamannya dengan niat yang buruk. Walau mereka hanya


berada pada lapisan 3 dan 4 namun kekuatan gabungan mereka tidak dapat dianggap


remeh.


Salah satu dari mereka dikenali oleh Reynal yang tidak lain


pendekar yang baru saja ia pukuli tepat ketika ia keluar dari ruangan Latihan


di menara pelatihan.


“Kau nampaknya tidak memiliki rasa kapok setelah sebelumnya.”


Reynal berkata pada pendekar tersebut.


Pendekar Orc itu menghela nafas kesal, “Kau telah berani


membuatku babak belur di depan banyak orang. Hari ini jika kau tidak mati maka


namaku bukan Luyun.” Ucapnya sambil mengaktifkan auranya.


Bersamaan dengan itu 10 pendekar lainnya juga ikut


mengaktifkan aura yang mereka miliki bermaksud untuk menekan Reynal. Namun

__ADS_1


ketika itu hampir saja menekan Reynal, pemuda itu telah lebih dulu menggunakan


Magic Aura Art untuk menahannya.


Seketika aura mereka saling bertarung. Para pendekar yang melihat


dari jauh tidak dapat untuk menahan kaget di mata mereka. Mereka dapat melihat


dengan jelas jika seorang pendekar memiliki kekuatan aura yng kuat dapat


menyeimbangi tekanan dari 10 pendekar dewa dengan mudah.


“Orang ini sungguh kuat, kita tidak boleh menyingungnya


dimasa depan.” Ucap salah satu pendekar dewa bangsa Peri yang ada disana.


Melihat aura gabungan tidak cukup untuk menekan Reynal,


Luyun menjadi sangat kesal. Sebelumnya ia telah menggunakan posisi dan juga


latar belakangnya untuk mengumpulkan 10 pendekar membantunya untuk membalas


penghinaan. Orang dapat melihat Luyun mendapat sial, ia menyinggung orang yang


tidak boleh disinggung.


melawannya, “Kalian? Hanya dengan menjentikkan jari saya kalian tidak akan bisa


berdiri disini!”


Wajah dari para penantang Reynal menjadi suram. Mereka juga


menoleh pada Luyun seolah meminta pertanggung jawabannya karena telah melibatkan


mereka dalam hal ini. Namun bagaimanapun Luyun juga tidak berdaya saat ini.


Reynal menjetikkan jarinya, seketika auranya menjadi lebih


berat dan perlahan menekan 10 pendekar dewa bangsa Orc. Mereka tidak dapat


menahan begitu lama tekanan yang diberikan oleh Reynal sehingga beberapa dari


mereka segera jatuh berlutut. Namun itu tidak begitu lama sebelum akhirnya


seluruh pendekar yang menyerangnya jatuh berlutut.


“Pendekar, tolong ampuni saya! Saya terpaksa”


“Benar pendekar, Luyunlah yang memaksa kami. Ia memiliki

__ADS_1


status yang tinggi di kekaisaran Orc sehingga kami tidak berani untuk


melawannya.”


“Kami bersedia menjadi pelayan tuan pendekar jika sekiranya


tuan mengampuni nyawa kami hari ini”


Berbagai macam permohonan ampun dan maaf dari 10 pendekar


yang kini tidak berdaya dihadapan Reynal. Adapun Luyun, ia memiliki wajah yang


buruk. Niatnya ingin membalas penghinaan yang ia dapatkan namun ia tidak


menyangka jika ia akan semakin terhina.


Reynal melihat wajah Luyun yang begitu jelek membuatnya


tertawa keras, “Luyun, kau menyiapkan semua ini untuk menghina dirimu sendiri?”


“Reynal kau akan menerima akibatnya! Kau akan menyesal telah


berbuar seperti ini padaku!” Luyun merasa sangat malu dan terhina. Ia segera


pergi dari sana, tidak ingin ada orang yang melihatnya dihina lagi oleh Reynal.


Melihat Luyun pergi, Reynal menoleh pada 10 pendekar


lainnya.  “Saya tidak begitu peduli pada


kalian semua, tapi jika kalian masih membuatku marah maka saya akan membunuh


kalian tanpa ampun”


Mendengar Reynal mengampuni nyawa mereka, mereka semua


menjadi sangat Bahagia. Dengan cepat mereka pamit dan pergi dari sana. Reynal


menatap punggung mereka yang perlahan menghilang dikejauhan sebelum menggeleng


pelan lalu kembali masuk kedalam kamarnya.


Alasan ia tidak membunuh atau menghukum mereka karena


menyadari jika semuanya terjadi akibat Luyun. Mereka semuanya mungkin telah


diancam dan dipaksa oleh Luyun untuk menahannya. Sebab itu jika ada seorang


yang ingin Reynal hukum itu tidak lain adalah Luyun.

__ADS_1


__ADS_2