
Reynal kini telah menduduki posisi 140 yang mana kemajuannya
tergolong cepat. Meski begitu ia tidak puas, sekiranya jika ia mampu masuk ke
dalam 100 besar maka peluangnya mungkin akan semakin besar.
Pemuda itu memilih untuk beristirahat di dalam kediamannya,
ia juga harus beristirahat setelah 2 hari berlatih dengan keras dilanjut dengan
bertarung dengan beberapa pendekar.
Namun tepat ketika ia ingin beristirahat, suara gaduh diluar
kediamannya mengganggu Reynal untuk beristirahat. Tidak sampai disana, tiba-
tiba Reynal dapat merasakan niat membunuh yang kuat datang dan ditujukan
kepadanya membuat Reynal tidak lagi bisa berdiam diri disana.
Ia seperti angin keluar dari kediamannya dan muncul tepat
didepan pintu. Ia sedikit melebarkan matanya ketika mendapati 10 pendekar
bangsa Orc mengelilingi kediamannya dengan niat yang buruk. Walau mereka hanya
berada pada lapisan 3 dan 4 namun kekuatan gabungan mereka tidak dapat dianggap
remeh.
Salah satu dari mereka dikenali oleh Reynal yang tidak lain
pendekar yang baru saja ia pukuli tepat ketika ia keluar dari ruangan Latihan
di menara pelatihan.
“Kau nampaknya tidak memiliki rasa kapok setelah sebelumnya.”
Reynal berkata pada pendekar tersebut.
Pendekar Orc itu menghela nafas kesal, “Kau telah berani
membuatku babak belur di depan banyak orang. Hari ini jika kau tidak mati maka
namaku bukan Luyun.” Ucapnya sambil mengaktifkan auranya.
Bersamaan dengan itu 10 pendekar lainnya juga ikut
mengaktifkan aura yang mereka miliki bermaksud untuk menekan Reynal. Namun
__ADS_1
ketika itu hampir saja menekan Reynal, pemuda itu telah lebih dulu menggunakan
Magic Aura Art untuk menahannya.
Seketika aura mereka saling bertarung. Para pendekar yang melihat
dari jauh tidak dapat untuk menahan kaget di mata mereka. Mereka dapat melihat
dengan jelas jika seorang pendekar memiliki kekuatan aura yng kuat dapat
menyeimbangi tekanan dari 10 pendekar dewa dengan mudah.
“Orang ini sungguh kuat, kita tidak boleh menyingungnya
dimasa depan.” Ucap salah satu pendekar dewa bangsa Peri yang ada disana.
Melihat aura gabungan tidak cukup untuk menekan Reynal,
Luyun menjadi sangat kesal. Sebelumnya ia telah menggunakan posisi dan juga
latar belakangnya untuk mengumpulkan 10 pendekar membantunya untuk membalas
penghinaan. Orang dapat melihat Luyun mendapat sial, ia menyinggung orang yang
tidak boleh disinggung.
melawannya, “Kalian? Hanya dengan menjentikkan jari saya kalian tidak akan bisa
berdiri disini!”
Wajah dari para penantang Reynal menjadi suram. Mereka juga
menoleh pada Luyun seolah meminta pertanggung jawabannya karena telah melibatkan
mereka dalam hal ini. Namun bagaimanapun Luyun juga tidak berdaya saat ini.
Reynal menjetikkan jarinya, seketika auranya menjadi lebih
berat dan perlahan menekan 10 pendekar dewa bangsa Orc. Mereka tidak dapat
menahan begitu lama tekanan yang diberikan oleh Reynal sehingga beberapa dari
mereka segera jatuh berlutut. Namun itu tidak begitu lama sebelum akhirnya
seluruh pendekar yang menyerangnya jatuh berlutut.
“Pendekar, tolong ampuni saya! Saya terpaksa”
“Benar pendekar, Luyunlah yang memaksa kami. Ia memiliki
__ADS_1
status yang tinggi di kekaisaran Orc sehingga kami tidak berani untuk
melawannya.”
“Kami bersedia menjadi pelayan tuan pendekar jika sekiranya
tuan mengampuni nyawa kami hari ini”
Berbagai macam permohonan ampun dan maaf dari 10 pendekar
yang kini tidak berdaya dihadapan Reynal. Adapun Luyun, ia memiliki wajah yang
buruk. Niatnya ingin membalas penghinaan yang ia dapatkan namun ia tidak
menyangka jika ia akan semakin terhina.
Reynal melihat wajah Luyun yang begitu jelek membuatnya
tertawa keras, “Luyun, kau menyiapkan semua ini untuk menghina dirimu sendiri?”
“Reynal kau akan menerima akibatnya! Kau akan menyesal telah
berbuar seperti ini padaku!” Luyun merasa sangat malu dan terhina. Ia segera
pergi dari sana, tidak ingin ada orang yang melihatnya dihina lagi oleh Reynal.
Melihat Luyun pergi, Reynal menoleh pada 10 pendekar
lainnya. “Saya tidak begitu peduli pada
kalian semua, tapi jika kalian masih membuatku marah maka saya akan membunuh
kalian tanpa ampun”
Mendengar Reynal mengampuni nyawa mereka, mereka semua
menjadi sangat Bahagia. Dengan cepat mereka pamit dan pergi dari sana. Reynal
menatap punggung mereka yang perlahan menghilang dikejauhan sebelum menggeleng
pelan lalu kembali masuk kedalam kamarnya.
Alasan ia tidak membunuh atau menghukum mereka karena
menyadari jika semuanya terjadi akibat Luyun. Mereka semuanya mungkin telah
diancam dan dipaksa oleh Luyun untuk menahannya. Sebab itu jika ada seorang
yang ingin Reynal hukum itu tidak lain adalah Luyun.
__ADS_1