Dark Game

Dark Game
30. Lancel


__ADS_3

Setelah utusan dari Mutiara Putih, giliran Lancer yang datang menemui Gara untuk mengambil barang yang dibelinya. Ia sangat terkesan dengan pedang yang ia dapatkan hari ini, bentuknya yang lebih indah ketika dilihat dari dekat. Tekanan yang dipancarkan juga lebih besar, Lancel tidak menyesal menguras tabungannya hari ini demi pedang hitam ditangannya.


Skill berpedang juga sepertinya sangat berharga, ketua Guild pasti akan memujinya karena mendapatkan barang yang bagus. Biaya kini tidak ia pusingkan lagi, lebih banyak uang akan ia dapatkan setelah kembali dari acara lelang ini.


“Terimakasih telah berpartisipasi dalam lelang tuan Lancel.” Gara memberi hormat, kekuatan Lancel saat ini telah mendekati tingkat Bulan lapisan Akhir.


“Kau tidak perlu sungkan, lagipula kekuatanmu jauh diatasku saat ini”Lancer terkekeh, ia sangat kagum dengan Gara yang memiliki sifat rendah hati walau kekuatannya selangit.


“Anak muda, kau sepertinya sangat mengerti tentang pedang. Benar bukan?” Lancer tidak sembarang berbicara, ia mengetahuinya ketika Gara memperlakukan pedang ditangannya.


Bagi seorang master pedang, setiap orang memiliki karakter tersendiri dalam memegang dan memakai pedang. Ia melihat Gara mengetahui pengetahuan yang mendalam dalam hal memperlakukan pedang.


Terbukti ketika ia mengangkat pedang hitam keatas, bagi orang yang tidak biasa menggunakan pedang akan terlihat sangat kaku. Namun Gara dengan mudah mengangkatnya seperti sedang mengangkat sebuah bulu.

__ADS_1


“Saya lebih mengetahui tentang ilmu pedang pendek daripada pedang panjang. Namun jika itu hanya dasar maka saya mengetahuinya sedikit.” Gara tidak ingin banyak yang mengetahui bahwa ia telah belajar seluruh ilmu kekuatan dari para legenda dan menguasainya dengan sangat baik.


“Kau terlalu merendah. Bagaimana kalau kita berteman?” ucap Lancel.


“Suatu kehormatan untuk saya dan akademi beladiri ini dapat berkenalan dan berteman dengan tuan Lancel”


“Sebagai tanda perkenalan aku ingin melihat seberapa jauh penguasaanmu pada ilmu pedang panjang, mungkin aku dapat mengajarimu sedikit” Lancel melihat peluang untuk mendapatkan pertemanan dari Gara. Ia harus mendapatkan pengakuan dari Gara, dalam organisasinya tidak ada yang mampu mengalahkannya dalam keterampilan berpedang.


Keduanya bertemu, suara dentingan besi yang berbenturan membentuk sebuah melodi perang yang indah. Permainan pedang yang awalnya Lancel bersikap menyerang dan Gara hanya dapat bertahan namun dengan cepat Gara memutarbalikkan posisi mereka.


“Kau memiliki pemahaman yang bagus, dan masih berkata hanya memahami dasarnya saja?” Lancel terkejut dengan pemahaman Gara. Ia berpikir akan mengajarkan beberapa trik berpedang kepadanya namun sepertinya Gara lebih memiliki trik yang lebih indah dan sulit untuk ditembus.


“Tuan terlalu memuji, ini hanya pemanasan bagiku.” Ucapan Gara membuat Lancel terperangah, Gara berkata bahwa ini hanya pemanasan namun baginya telah hampir tidak dapat menahan serangan Gara.

__ADS_1


“Cukup” Lancel menyarungkan pedangnya, sejujurnya ia sangat malu tapi untungnya Gara mengalah.


Ia sudah tidak dapat menahan serangan Gara dan memilih untuk berhenti agar tidak terlalu malu. Ia kemudian beralasan memiliki sebuah urusan yang penting dan harus segera pergi. Gara memberi hormat kepada Lancel lalu kembali menyimpan pedangnya.


Ketika kembali, Gara kedatangan perwakilan Asasint bermuda. Asasint bermuda memenangkan tawaran lelang Racun Kabut.


Racun kabut sebenarnya sangat mudah untuk dibuat jika saja seseorang memiliki permata hijau lembah berkabut. Gara memiliki lebih dari seribu permata, memungkinkannya untuk membuat ribuan racun kabut.


Selain memberikan uang, perwakilan itu juga mengirimkan undangan makan malam pada Gara. Melihat banyaknya Guild dan organisasi yang ingin beraliansi dengan Asasint Bermuda membuat Gara seperti mendapatkan tawaran emas. Ia lantas menerimanya dengan senang.


 


 

__ADS_1


__ADS_2