Dark Game

Dark Game
12


__ADS_3

Pangeran Hesgon menjadi Dark Elf pembunuh dengan penuh


hormat, ia telah merasakan sakit disekujur tubuhnya ketika Dark Elf memberinya


pelajaran. Peruns disisi lain terlihat sedikit bingung sebab Dark Elf


menyebutkan ciri- ciri dari penjaga rahasia itu sangat berbeda dengan para


penjaga yang setia dengan pangeran Mahkota Karlos.


Tepat ketika ia sedang berpikir keras, Pangeran Hesgon


menepuk pundaknya dan membuyarkan lamunannya. “Peruns, apa yang sedang kau


pikirkan? Sepertinya itu sangat penting” tanya Pangeran Mahkota.


Peruns hanya bisa tersenyum kecut melihat pangeran Hesgon


yang dapat dikatakan sedikit bodoh itu lalu menjawab “Saya memikirkan mengenai


penjaga rahasia pangeran Karlos. Pangeran apa menurutmu pangeran Karlos juga


menjalin hubungan rahasia dengan kekaisaran lain seperti kita yang menyewa Dark


Elf pembunuh?”


Peruns tentu perkiraannya hanya bisa sampai disana,


menurutnya kekaisaran Humanie jarang sekali terdapat pendekar yang memiliki


kemampuan Mage atau sihir. Berbeda dengan faksi Akademi Beladiri dan Hell


Memoth.


“Hahaha, kau pikir kakakku itu mampu menjalin hubungan


dengan orang asing? Saya awalnya juga berpikir seperti itu. Tapi semenjak kita


berhasil mengubah sifatnya menjadi arogan dan mencintai harga dirinya maka saya


pikir itu tidak mungkin. Ia juga sangat membanggakan kekuatannya, jadi tolong


singkirkan pikiranmu yang jelek itu!”


“Tapi pangeran, itu bisa saja terjadi! Kita tahu bahwa


akhir- akhir ini Pangeran Karlos sering ditugaskan bersama dengan Benjamin dan

__ADS_1


2 jendral lainnya untuk menjalankan misi di luar kekaisaran. Kita tidak


mengetahui misi apa itu sebenarnya. Saya bahkan curiga jika kaisar Humanie


lebih memilih pangeran Karlos ketimbang anda sehingga ia berusaha untuk


membantu pangeran secara tidak langsung!” Peruns mengeluarkan pendapatnya.


Pangeran Hesgon ingin membantah namun Peruns kembali


mendahuluinya, “Pangeran, baru- baru ini Pangeran Karlos telah kembali dari


kekaisaran Sihir Tinggi dan Penyihir Utama. Mereka menjalankan misi rahasia.


Saya yakin pendekar penjaga rahasia Pangeran Karlos berasal dari salah satu


kekaisaran sihir itu!”


Pangeran Hesgon tidak lagi memiliki niat untuk membantah,


walau ia kadang- kadang bodoh namun setelah mendengarkan pendapat dan perkiraan


Peruns, ia merasa itu bisa saja terjadi. “Kau benar! Saya tidak berpikir sampai


disana. Lalu apa rencana yang harus kita lakukan berikutnya? Apakah kau yakin


“Entahlah, tapi kita tidak punya pilihan lain selain


mengandalkan dirinya. Ingatlah pangeran, ia merupakan pembunuh nomor 1 di


kekaisaran Elver. Bahkan ia mampu membunuh salah satu wakil dari guild terkuat


di kekaisaran Elver. Untuk berurusan dengan Pangeran Mahkota, dibandingkan


dengan itu hanyalah sebatas semut baginya” ucap Peruns sambil mengangkat


pundaknya.


Tanpa diduga oleh keduanya, Peruns yang tengah duduk sambil


meminum secangkir minuman memabukkan itu mengulum senyumnya yang mengerikan. Ia


mendengar apa yang diperbincangkan oleh Peruns dan Pangeran Hesgon walau


jaraknya yang cukup jauh.


~~

__ADS_1


Reynal menjamu Benjamin di kamarnya pada pagi esoknya, ia


mengeluarkan arak yang telah ia beli sebelumnya di salah satu restoran bersama


dengan beberapa roti daging dan secangkir the hijau hangat. Benjamin terkekeh


pelan melihat jamuan Reynal namun ia tidak menolak.


“Tuan, silahkan dicicipi!” Reynal memberikan secangkir arak


pada Benjamin sementara ditangannya yang lain ia memegang segelas the hijau


andalannya.


Benjamin mengambil arak tersebut lalu berkata “Sebetulnya


saya pertama kali mendapat jamuan makan di pagi hari seperti ini. Apakah ini


adalah kebiasaanmu?”


“Tuan, ini namanya Sarapan. Kita setelah beristirahat


semalam suntuk memiliki tubuh yang sedikit lemah dan membutuhkan energi dari


makanan. Sebab itu saya dari dulu hingga sekarang selalu menyempati sarapan di


pagi hari. Minimal minum teh hijau segelas”


Reynal meminum tehnya dengan pelan. “Ah… Nikmatnya” Reynal


merasakan hangat ditenggorokannya yang perlahan turun hingga keperutnya.


Disisi lain Benjamin telah menghabiskan secangkir arak dan


sekarang sedang mengunyah roti daging. “Reynal, sebenarnya apa yang terjadi


semalam?”


Reynal tersenyum tipis, ia kemudian mengeluarkan topeng yang


dipakai oleh para pembunuh semalam dan menyerahkannya pada Benjamin.


“Ini adalah topeng pembunuh yang berhasil saya dapatkan


semalam!”


Mata Benjamin melebar, “Pembunuh?!”

__ADS_1


__ADS_2