
Pangeran Hesgon menjadi Dark Elf pembunuh dengan penuh
hormat, ia telah merasakan sakit disekujur tubuhnya ketika Dark Elf memberinya
pelajaran. Peruns disisi lain terlihat sedikit bingung sebab Dark Elf
menyebutkan ciri- ciri dari penjaga rahasia itu sangat berbeda dengan para
penjaga yang setia dengan pangeran Mahkota Karlos.
Tepat ketika ia sedang berpikir keras, Pangeran Hesgon
menepuk pundaknya dan membuyarkan lamunannya. “Peruns, apa yang sedang kau
pikirkan? Sepertinya itu sangat penting” tanya Pangeran Mahkota.
Peruns hanya bisa tersenyum kecut melihat pangeran Hesgon
yang dapat dikatakan sedikit bodoh itu lalu menjawab “Saya memikirkan mengenai
penjaga rahasia pangeran Karlos. Pangeran apa menurutmu pangeran Karlos juga
menjalin hubungan rahasia dengan kekaisaran lain seperti kita yang menyewa Dark
Elf pembunuh?”
Peruns tentu perkiraannya hanya bisa sampai disana,
menurutnya kekaisaran Humanie jarang sekali terdapat pendekar yang memiliki
kemampuan Mage atau sihir. Berbeda dengan faksi Akademi Beladiri dan Hell
Memoth.
“Hahaha, kau pikir kakakku itu mampu menjalin hubungan
dengan orang asing? Saya awalnya juga berpikir seperti itu. Tapi semenjak kita
berhasil mengubah sifatnya menjadi arogan dan mencintai harga dirinya maka saya
pikir itu tidak mungkin. Ia juga sangat membanggakan kekuatannya, jadi tolong
singkirkan pikiranmu yang jelek itu!”
“Tapi pangeran, itu bisa saja terjadi! Kita tahu bahwa
akhir- akhir ini Pangeran Karlos sering ditugaskan bersama dengan Benjamin dan
__ADS_1
2 jendral lainnya untuk menjalankan misi di luar kekaisaran. Kita tidak
mengetahui misi apa itu sebenarnya. Saya bahkan curiga jika kaisar Humanie
lebih memilih pangeran Karlos ketimbang anda sehingga ia berusaha untuk
membantu pangeran secara tidak langsung!” Peruns mengeluarkan pendapatnya.
Pangeran Hesgon ingin membantah namun Peruns kembali
mendahuluinya, “Pangeran, baru- baru ini Pangeran Karlos telah kembali dari
kekaisaran Sihir Tinggi dan Penyihir Utama. Mereka menjalankan misi rahasia.
Saya yakin pendekar penjaga rahasia Pangeran Karlos berasal dari salah satu
kekaisaran sihir itu!”
Pangeran Hesgon tidak lagi memiliki niat untuk membantah,
walau ia kadang- kadang bodoh namun setelah mendengarkan pendapat dan perkiraan
Peruns, ia merasa itu bisa saja terjadi. “Kau benar! Saya tidak berpikir sampai
disana. Lalu apa rencana yang harus kita lakukan berikutnya? Apakah kau yakin
“Entahlah, tapi kita tidak punya pilihan lain selain
mengandalkan dirinya. Ingatlah pangeran, ia merupakan pembunuh nomor 1 di
kekaisaran Elver. Bahkan ia mampu membunuh salah satu wakil dari guild terkuat
di kekaisaran Elver. Untuk berurusan dengan Pangeran Mahkota, dibandingkan
dengan itu hanyalah sebatas semut baginya” ucap Peruns sambil mengangkat
pundaknya.
Tanpa diduga oleh keduanya, Peruns yang tengah duduk sambil
meminum secangkir minuman memabukkan itu mengulum senyumnya yang mengerikan. Ia
mendengar apa yang diperbincangkan oleh Peruns dan Pangeran Hesgon walau
jaraknya yang cukup jauh.
~~
__ADS_1
Reynal menjamu Benjamin di kamarnya pada pagi esoknya, ia
mengeluarkan arak yang telah ia beli sebelumnya di salah satu restoran bersama
dengan beberapa roti daging dan secangkir the hijau hangat. Benjamin terkekeh
pelan melihat jamuan Reynal namun ia tidak menolak.
“Tuan, silahkan dicicipi!” Reynal memberikan secangkir arak
pada Benjamin sementara ditangannya yang lain ia memegang segelas the hijau
andalannya.
Benjamin mengambil arak tersebut lalu berkata “Sebetulnya
saya pertama kali mendapat jamuan makan di pagi hari seperti ini. Apakah ini
adalah kebiasaanmu?”
“Tuan, ini namanya Sarapan. Kita setelah beristirahat
semalam suntuk memiliki tubuh yang sedikit lemah dan membutuhkan energi dari
makanan. Sebab itu saya dari dulu hingga sekarang selalu menyempati sarapan di
pagi hari. Minimal minum teh hijau segelas”
Reynal meminum tehnya dengan pelan. “Ah… Nikmatnya” Reynal
merasakan hangat ditenggorokannya yang perlahan turun hingga keperutnya.
Disisi lain Benjamin telah menghabiskan secangkir arak dan
sekarang sedang mengunyah roti daging. “Reynal, sebenarnya apa yang terjadi
semalam?”
Reynal tersenyum tipis, ia kemudian mengeluarkan topeng yang
dipakai oleh para pembunuh semalam dan menyerahkannya pada Benjamin.
“Ini adalah topeng pembunuh yang berhasil saya dapatkan
semalam!”
Mata Benjamin melebar, “Pembunuh?!”
__ADS_1