
Seutas jiwa berbentuk kurungan keluar dari inti formasi ketiganya, kurungan itu perlahan mendekati jendral macan sampai akhirnya memasuki tubuh jendral macan.
“Berhasil!” ucap wanita bersulur itu.
“Kita tidak boleh terlalu senang, segel jiwa hanya bertahan selama 1 jam dengan kekuatan gabungan kita” namun pria berpakaian wanita itu menyadarkan yang lainnya.
“Kita hanya bisa berharap satu jam kemudian tetua Parsi telah tiba.”
~~
Jendral Kambing seolah tidak memiliki batasan energi, ia tidak terlihat kelelahan dan kehabisan energi sedangkan lawannya, sang wanita cebol telah terengah – engah kecapaian. Sudah hampir satu jam mereka bertarung namun keadaan bukan semakin baik.
Pendekar lawan hanya tersisa jendral Kambing dan Jendral Macan, namun tidak seorangpun disini yang mampu menahan keduanya, Tepat ketika wanita cebol itu terkena pukulan jendral Kambing dan terlempar beberap meter, tetua Parsi akhirnya tiba di medan pertempuran.
“Tetua!” mereka semua bergembira dan menyambut tetua Parsi, keempat penjaga suci juga membungkuk memberi hormat.
Tetua Parsi segera melihat Jendral Kambing dan Jendral Macan lalu mengerutkan alisnya ketika melihat 3 pendekar itu sedang membangun segel jiwa. “Hentikan! Biar saya yang menghadapi mereka”
__ADS_1
“Apakah kalian berdua tidak malu untuk melawan para pendekar tingkat emas sementara kalian berada pada tingkat berlian?” Tetua Parsi berkata.
Ingatannya tidak salah, ketika pertempuran 100 pendekar seluruh jendral dari kerajaan besar dan kekaisaran juga ikut berpartisipasi. Dan rata- rata mereka mendapatkan tempat pada 100 besar pendekar berlian.
Sedangkan untuk para penjaga Suci, ada beberapa yang mendapatkan peringkat diamond dan beberapa juga mendapat peringkt emas dan silver. Wanita cebol dan 3 lainnya adalah pringkat emas. Walau mereka hanya memiliki nomor 30 besar namun itu cukup membuktikan kekuatan mereka diatas rata- rata.
Jendral Kambing dan Jendral Macan mendengus dingin, mereka tahu jika bantuan Akademi Beladiri telah datang. Hari ini takdir telah menyatakan jika mereka akan mati.
Benar saja, bukan hanya tetua Parsi menyerang secara tiba- tiba dan muncul tepat di hadapan jendral Macan sebelum jendral tersebut bereaksi, sebuah pedang panjang telah menusuk jantungnya.
Setelah jendral macan, tetua Parsi kembali bergerak bagaikan angin. Ia sekarang telah berdiri di depan jendral Kambing. Dengan gerakan dan momentum yang sama, jendral kambing menjadi korban kedua dari tetua Parsi.
“Istirahatkan diri kalian! besok ikut denganku untuk menaklukkan sebuah distrik terdekat!” ucap tetua Parsi menoleh pada keempatnya.
“Baik!” Mereka mengangguk serentak.
Tetua Parsi kemudian meninggalkan daerah pertarungan dan memasuki pangkalan kecil kota Kirin. Disana ia mengirimkan pesan pada ketua Remi untuk rencana penaklukkan sebuah distrik.
__ADS_1
Menurut Parsi, akan terlalu sulit bagi mereka untuk terus menerus melindungi pasukan mereka disana jika belum menguasai sebuah distrik.
“Jika kita berhasil mendapatkan kekuasaan sebesar Distrik maka kita bisa membangun cabang Akademi Beladiri dan menempatkan seluruh pasukan utama yang akan ikut berperang disana.” ucap Parsi pada ketua Remi.
“Baiklah, lakukan apa yang kau pikirkan, yang terpenting kita tidak boleh membuang begitu banyak nyawa yang berharga dalam perang ini!” ketua Remi menyetujui.
Keesokan harinya, sekitar 3 ribu pendekar Semesta dan 30 pendekar Dewa berkumpul, itu dipimpin oleh tetua Parsi. “Kami akan menaklukkan beberapa kota besar lagi hari ini dan kemudian menjadi kekuasaan kita menjadi distrik baru di kerajaan Night! Sebab itu kita perlu bekerja keras hari ini, ingatlah untuk selalu waspada sebab guild Seribu Racun mungkin tidak akan membiarkan sebagian wilayahnya di rebut!”
Sama seperti tetua Parsi berangkat menuju penyerangan besar, mata- mata kerajaan Night telah sampai dan memberitahukan hal tersebut pada raja. Reynal yang saat ini telah menjadi tamu kehormatan kerajaan Night juga ikut mendengarkan laporan.
Meski ia pada akhirnya berakting seperti orang marah dan kesal namun di dalam hatinya ia senang dan bersemangat. Kinerja Akademi Beladiri terlalu berilian.
“Tuan Black King, anda telah mendengarnya sendiri. Akademi Beladiri telah sepenuhnya berniat untuk melakukan perang dengan kita. Apakah Hell Memoth masih belum bersedia mengirimkan bantuan?” Yang mulia raja Night bertanya.
“Hmph! Apakah kau pikir saya tidak akan cukup untuk menangani Akademi Beladiri itu sendirian? Kau mungkin sudah lupa jika saya adalah pendekar terkuat 31 di dunia Soun, Hanya 30 orang di dunia ini yang mampu mengalahkan saya” Reynal berkata dengan sombong, ia menghina kerajaan Night.
“Selain itu untuk mengatasi Akademi Beladiri, kita mungkin perlu meminjam pisau dari orang lain. Bukan pekerjaan saya untuk melakukannya sendirian, kirimkan orang- orang mu untuk pergi menuju guild Seribu Racun, katakan pada mereka jika Black King ingin berbicara dengan seorang yang punya status.”
__ADS_1