Dark Game

Dark Game
103. Brian


__ADS_3

Selama satu bulan Reynal berhasil menyempurnakan dan menguasai ilmu yang terdapat dari kedua buku dihadapannya. Reynal tersenyum puas melihat kekuatannya kembali bertambah, ia juga telah berhasil membuat setidaknya lima belas kertas jimat tingkat dewa pertama di seluruh dunia soun.


Kertas jimat tersebut mengeluarkan energi kekuatan yang sangat besar, sebab itu Reynal menyimpannya dalam kotak dimensi. Reynal meninggalkan gua tersebut setelah menyimpan seluruh batu surga yang terdapat di dalamnya.


Ia melanjutkan perjalanannya menuju kerajaan Zein, dengan kecepatan dan energi yang ia miliki hanya memerlukan waktu sekitar satu jam perjalanan mengingat saat ini ia telah berada di sekitar perbatasan kerajaan tersebut.


Reynal memasuki sebuah kota dengan sebagian besar wilayahnya padang tandus. Udara kota tersebut juga sangat panas tidak seperti biasanya. Wilayah kota itu cukup kecil untuk menampung ribuan penduduk secara bersamaan.


Reynal memperhatikan setiap orang yang melewatinya, ia merasa sangat keheranan dengan resistensi tubuh mereka terhadap hawa panas yang begitu menyala. Reynal mampu bertahan dari rasa panas tersebut karena menguai kekuatan elemen api.


“Pantas saja mereka banyak menjadi pendekar dengan kekuatan elemen api yang begitu besar” gumam Reynal ketika melihat seorang anak kecil tengah memainkan api yang berada dalam genggamannya seperti sebuah mainan.

__ADS_1


Reynal mendekati anak kecil itu lalu menanyakan dimana ia bisa mendapatkan tempat untuk menginap. Anak itu cukup terkejut melihat Reynal tiba tiba berada dihadapannya sebelum ia menyadarinya.


Reynal tersenyum canggung, tidak mudah untuk menjelaskan namun terlihat anak itu dapat menerimanya dan mulai menjelaskan pertanyaan Reynal.


“Jika tuan belum mengerti, aku akan mengantar” ucap anak itu dengan senyum polosnya, ia sangat bahagia mendapatkan dua potong roti dan sekotak makan siang yang Reynal berikan.


Reynal sebelumnya tidak memperhatikan pakaian dan kondisi anak kecil itu, barulah saat anak itu menjelaskan Reynal dapat melihat gerakannya yang cukup tidak bertenaga dan juga keadaan pakaiannya yang cukup kotor.


Brian merupakan anak dari seorang pedagang kaya, dengan kekayaan ayahnya yang sangat besar membuat Brian tidak jauh dari gelimang harta. Brian menyadari bahwa semakin hari semakin banyak uang yang dihasilkan oleh ayahnya namun juga semakin bertambahnya jumlah pencurian yang terjadi dirumahya.


Suatu hari Brian ditinggal sendiri oleh ayah dan ibunya yang saat itu keluar untuk berdagang. Brian hanya ditemani oleh dua orang penjaga yang tidak lain adalah karyawan dari ayahnya. Brian sedikit kesal dan takut karena ditinggal sendirian namun ayahnya mengatakan bahwa mereka hanya pergi untuk beberapa hari kedepan.

__ADS_1


Awalnya berjalan seperti biasa, Brian tidak merasa sesuatu yang mencurigakan sampai pada satu tengah malam dirinya dikejutkan dengan kedatangan lima kereta kuda berukuran kecil baru saja terparkir di halaman rumahnya.


Brian memanggil kedua penjaganya, ia merasa gembira karena mengetahui kedua orang tuanya akan datang. Brian mempersiapkan jamuan dan sambutan namun pintu rumah yang terlihat sangat kokoh itu terlempat jauh menghantam sebuah guci besar membuat pecahan guci terlempar kesembarang tempat.


Brian melihat sepuluh orang dengan memakai pakaian hitam berdiri dengan sombong didepan pintu yang kini telah hancur. Brian dapat melihat sesuatu yang ia kenali, dadanya terasa sesak melihatnya.


“Ayah, Ibu kalian kenapa?”


~~


Jangan Lupa Like dan Votenya yah...

__ADS_1


__ADS_2