Dark Game

Dark Game
68


__ADS_3

Kabut asap perlahan menghilang dan menampilkan sosok Secret Toun yang sedang mencekik pangeran Lin Ran. Walau sebagian telah mengantisipasi siapa yang akan menang namun melihatnya secara langsung memiliki sensasi berbeda.


“Ternyata Secret Toun memiliki kekuatan yang luar biasa! bahkan efek dari kemampuan khusus Berserk masih tetap berada dalam penguasaannya untuk menekan pangeran Lin Ran” seorang pendekar berdecak kagum.


“Pangeran Lin Ran, saya telah menang! Sekarang sesuai perjanjian anda, masalah dan dendam antara ras Orc dan Manusia telah selesai sampai hari ini. Kami akan bersikap seolah masalah hari ini tidak pernah terjadi!” Secret Toun melempar Pangeran Lin Ran yang telah jatuh tak berdaya itu lalu kemudian meninggalkan medan beladiri dengan sikap yang kuat.


Beberapa tetua ras Orc segera berlari mengambil Pangeran Lin Ran lalu membantunya berdiri. Mereka tidak mengatakan apa- apa lagi dan segera meninggalkan medan pertarungan dengan wajah malu. Diikuti oleh para pendekar Orc lainnya.


“Hahaha, senjata saint ini menjadi milik saya sekarang!” tiba- tiba gelak tawa dengan sangat gembira. Gelak tawa itu tidak lain adalah Leoni yang kini tengah memeluk sebuah senjata saint ditangannya.

__ADS_1


Para pendekar sontak melirik pada monster Troll yang semulanya bertaruh dengan Leoni. Itu kini dpenuhi dengan wajah pahit, ia kehilangan senjata Saint miliknya hari ini. Namun ia tidak mengeluh, dengan sedih ia juga meninggalkan tempat itu.


Semua orang tahu jika ia kehilangan senjata andalannya maka kekuatannya mungkin akan sangat berkurang. Dalam pertarungan 100 pendekar ini mungkin ia akan kehilangan posisi tinggi dan jatuh ke dalam posisi yang rendah. Bagaimanapun kehilangan Senjata Saint cukup untuk membuat pendekar mengalami penurunan dalam kekuatan tempur.


Setelah itu Leoni memasukkan senjata itu dalam roh penyimpanannya dan kembali duduk di posisi awalnya. Orang- orang mulai berhamburan dan berencana untuk pergi sebab pertarungan telah selesai. Namun sebuah kejadian yang tak terduga benar- benar terjadi.


“Biji Lotus Darah bagaimanapun didapatkan dengan usaha ahli tak terhitung jumlahnya untuk bertarung dengan Dewa Bumi. Mereka mati- matian berjuang untuk mendapatkannya, tindakan Akademi Beladiri benar- benar keterlaluan dan tidak menghargai Biji Lotus Darah!” ia melanjutkan ucapannya membuat suasana menjadi sangat hening.


Diam- diam banyak orang yang ketakutan dan melihat pendekar itu layaknya seorang yang telah mati! Mereka menyinggung Akademi Beladiri yang namanya telah menyebar mampu mengalahkan Pendekar Dewa Bumi sekalipun. Bahkan ia berani mengucapkannya didepan 5 ahli kuat Akademi Beladiri.

__ADS_1


“Kita semua tahu bahwa Lotus Api dan Air hanya memiliki 2 biji kehidupan dalam tubuhnya. Dan jika hari ini Akademi Beladiri menunjukkan satu biji maka ia pasti memiliki biji lainnya!”


“Apa maksudmu?” Leoni bertanya, ia merasa pendekar ini memiliki skema. Meski begitu, ia tetap tenang sebab dapat merasakan kekuatan yang dimiliki orang ini kuat namun masih berada dibawahnya. Akan sangat mudah untuk mengurus orang ini baginya.


“Maksud saya adalah, saya percaya Akademi Beladiri telah berhasil menaklukkan satu sosok Monster Lotus Air dan Api dan mendapatkan 2 biji kehidupan mereka. Sebab itu saya dengan tulus meminta agar Akademi Beladiri memberikan saya satu biji lainnya yang tersisa. Lagipula kalian tidak tahu memanfaatkan benda berharga dengan baik!”


“Dalam hal ini apa maksud dari ucapanmu Black Angel? Walau kau menutupi tubuhmu menggunakan jubah seratus lapis sekalipun, saya masih tetap dapat merasakan auramu yang gelap itu! Sekarang kau berani menyebutkan kata- kata itu disini?”


Namun yang membuat itu heboh adalah sosok berjubah yang sebelumnya duduk tenang di dekat Leoni tiba- tiba berbicara. Nadanya sangat kejam bahkan dapat dikatakan ada sebuah kemarahan dalam ucapannya. Itu tidak lain adalah Leona, legenda Anial.

__ADS_1


__ADS_2