
Mungkin takdir atau keberuntungan Reynal begitu besar, ia pada tanda ketiga berhasil mendapatkan sebuah pusaran yang terlihat sangat mengagumkan. Itu terlihat banyaknya energi padat mengelilingi sebuah batu berbentuk persegi panjang dengan memancarkan aura hijau redup.
Reynal yakin jika itu adalah Pusat Energi yang dibicarakan oleh Lumos dan Lomos. Namun meski harta berharga berada tepat dihadapannya, Reynal tidak berani bertindak ceroboh. Ia mengetahui bahwa disekitar pusat energi terdapat energi yang sangat mengamuk.
Energi itu sangat kuat sehingga itu sangat berbahaya jika Reynal menyentuhnya. Apapun itu energi yang memancarkan aura berbahaya membuat Reynal berpikir 2 kali untuk bergerak maju.
Tapi apa yang namanya kesempatan dan peluang tidak datang dua kali. Reynal tidak ingin melewatkannya, sebab itu apapun resikonya, Reynal bertekad untuk mengambil sumber energi tersebut.
Alasan yang begitu kuat mendorongnya adalah agar ia dapat menyerap energi yang ada dalam pusat energi dan dapat membantunya menjadi pendekar Dewa Puncak. Selain itu, energi itu juga akan membantu banyak orang yang ada di Akademi Beladiri maupun pihak aliansi yang tulus berteman dengannya.
__ADS_1
“Apapun itu, tujuan saya untuk meningkatkan kekuatan pada akhirnya adalah untuk mengalahkan Hell Memoth dan mengambil Batu Waktu dari tangan mereka. Setelah itu saya akan bisa kembali di dunia asli dan membawa banyak orang untuk kembali!”
Reynal menguatkan tekadnya, dengan langkah yang kuat ia mulai memasuki pusaran berbahaya. Benar saja, baru ketika ia menginjakkan kakinya, pusaran itu telah membawa energi yang sangat kuat untuk mendorongnya menjauh.
Namun bukan namanya Reynal jika ia tidak mampu untuk menaklukkannya, sebab itu ia segera menggunakan Aura Magic Art untuk membuat tekanan itu menghilang. Aura Magic Art, seperti namanya, ia menggunakan seni sihir untuk membuat aura yang luar biasa.
Itu sepenuhnya berhasil membuat tekanan yang mendorong Reynal menghilang. Tapi tetap saja walau tekanan telah menghilang, bahaya belum sepenuhnya hilang. Tepat ketika Reynal kembali melangkah untuk kedua kalinya, ia mendengar raungan binatang buas dari titik pusat energi.
“Saya tidak percaya pusaran ini begitu kuat!” Reynal kini mengaktifkan kekuatan Anial yang ia miliki. Dengan cepat ia menggunakan kekuatan gelombang suara untuk melawannya. Selain itu Reynal juga mengambil sedikit energi dari batu kekuatan membuat gelombang suara yang dihasilkan jauh lebih kuat.
__ADS_1
Alhasil, 2 gelombang suara yang begitu keras saling beradu. Itu bagaikan perlombaan hewan buas surgawi yang saling bertarung. Reynal kembali melanjutkan perjalanannya sebab gelombang suara akan sementara waktu dihadang oleh gelombang suara lainnya.
“Sekarang tersisa 9 langkah untuk berhasil mengambil pusat energi!” Reynal menggertakkan giginya lalu kembali melangkah pada langkah ketiga.
Namun sama seperti dua yang lalu, kali ini sosok monster besar dengan aura kekejaman meluap- luap keluar dari dalam tubuhnya membuat Reynal bergetar. Ia dapat merasakan 2 kekuatan sebelumnya hanyalah kekuatan kecil jika dibandingkan sosok monster yang satu ini.
“Sial! Apakah pusat energi akan memberikan ujian dan cobaan sesuai dengan kekuatan yang kita miliki?” Reynal memiliki analisis yang tinggi dengan cepat mendapatkan beberapa kesimpulan yang menurutnya sangat mendekati.
Salah satunya adalah cobaan 11 langkah yang diberikan oleh pusat energi itu mungkin sesuai dengan kekuatan dari pendekar yang mencoba mendekatinya. Sebut saja Reynal yang menguasai 10 macam kekuatan lalu ditambah dengan aura yang ia miliki maka akan genap 11 macam kekuatan.
__ADS_1
Selain itu urutannya sesuai dengan kekuatan terlemah yaitu Aura, Anial dan sekarang Berserk. Monster didepannya jelas ujian bagi kekuatan Berserk, sebab itu Reynal kembali mengaktifkan kekuatan Berserknya lalu mulai memunculkan sosok monster.
Sosok monster yang tercipta tidak lain adalah sosok penjaga gerbang neraka Hantu. Reynal sengaja membuat sosok monster dengan bentuk seperti itu karena sepanjang hidup Reynal, sosok monster gerbang hantu adalah monster terseram yang bahkan Reynal tidak berani bayangkan.