Dark Game

Dark Game
82


__ADS_3

Reynal tersenyum puas melihat Lu Cian menyerah, ia dengan cepat menghentikan serangannya lalu segera menandai nomor 125 dengan namanya, Reynal. Kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju nomor 120.


Lu Cian terkejut ketika Reynal sama sekali tidak terlihat gembira ketika berhasil memiliki nomor 125. Jelas Lu Cian melihat ekspresi Reynal acuh tak acuh saat memberikan namanya pada nomor pintu. Pemandangan itu sungguh berbeda ketika Lu Cian yang mendapatkannya.


Ia mendapatkan nomor itu dengan banyak usaha dan kerja keras membuatnya ketika berhasil mendapatkan hal tersebut, ia sungguh senang bukan kepalang. Lu Cian tersenyum masam ketika melihat Reynal sekali lagi menantang nomor 120. Namun ia tidak beranjak dari sana dan memilih untuk menonton pertunjukkan yang bagus.


Benar saja, Reynal sekali lagi bertarung dengan seorang pendekar demi nomor 120. Kali ini Reynal menggunakan sihirnya untuk menyerang lawan yang merupakan salah satu dari 3 pendekar ras malaikat yang berada pada wilayah kering. Itu merupakan pendekar terlemah utusan ras malaikat.


Meski begitu, Reynal masih sekali lagi dengan mudahnya mengalahkan ras malaikat dengan satu serangan mantra sihir miliknya. Lu Cian yang melihatnya kini memiliki mata yang terbuka lebar, ia akhirnya tahu jika Reynal menahan serangan dan juga kekuatannya ketika bertarung dengannya. Atau setidaknya itu bukanlah kekuatan penuh yang dimiliki oleh Reynal.


Tapi setelah melihat hal tersebut, bukannya marah Lu Cian malah tersenyum puas. Kini ia memiliki target dan tujuan untuk dicapai. Reynal telah membangkitkan semangat dan tujuannya. Segera ia memasuki kamar 130 milik Reynal sebelumnya dan memulai pelatihannya yang keras menuju dunia yang kuat.


Adapun Reynal, ia hanya tersenyum tipis ketika Lu Cian memasuki pelatihannya yang keras. Reynal dari awal menyadari Lu Cian menontonnya bertarung dan membuat Lu Cian terbangun dan memulai semangat dan tujuan barunya.

__ADS_1


Begitulah hari- hari Reynal dan pendekar lainnya dalam 3 minggu terakhir. Karena tidak adanya menara latihan, setiap hariny ada belasan hingga puluhan pendekar yang naik maupun turun posisi akibat tantangan. Begitupula dengan para pendekar Akademi Beladiri yang hari- hari terakhirnya diisi dengan pelatihan tertutup untuk kelima legenda.


Mereka bersiap untuk menantang pendekar terkuat pada posisi pertama dan berniat mengambil 5 tempat sekaligus. Adapun Tetua Fengtian dan Tetua Parsi, keduanya telah menginjaki kaki pada daerah subur dengan nomor 89 dan 88.


Seminggu kemudian, Reynal juga berhasil memasuki wilayah subur dan menggenapkan jumlah pendekar Manusia dalam wilayah subur menjadi 25. Hanya tersisa 5 pendekar manusia yang tertinggal dalam wilayah kering.


Posisi Reynal adalah angka 100 yang mana merupakan angka masuk untuk para pendekar memasuki wilayah subur. Dengan angka seperti itu, Reynal beberapa kali mendapatkan tantangan setiap harinya. Namun karena kekuatan Reynal setiap hari semakin bertambah membuat tidak banyak pendekar yang membuatnya harus bergerak lebih dari satu serangan.


“Reynal, tolong keluarkan seluruh kekuatanmu. Sebab saya akan menggunakan kekuatan penuh untuk menghadapimu!” Ras Malaikat itu berbicara dengan nada penuh kesombongan. Ia berbicara seolah Reynal tidak akan cocok untuknya jika tidak menggunakan kekuatan penuh.


Reynal tersenyum tipis lalu mengeluarkan tongkat sihirnya, “Kenapa kau tidak mencoba? saya ingin merasakan kekuatan penuh dari seorang malaikat”


“Kurang ajar! Kau mencari kematian” Ras malaikat itu begitu marah, ia dengan cepat mengayunkan tombaknya yang berwarna merah darah tepat ke arah jantung Reynal. Jelas ia bermaksud untuk membunuh Reynal.

__ADS_1


Reynal tentu tidak bisa membiarkan hal tersebut terjadi. Ia menciptakan sihir yang kuat dan segera memunculkan sebuah telapak tangan yang besar. Telapak tangan itu menahan tusukan tombaknya dan bahkan membuat pendekar malaikat itu terdorong mundur.


Tidak terima, Pendekar terebut kembali mengayunkan tombaknya. Berbeda dari yang sebelumnya kali ini tombanyak berubah menjadi ribuan ular yang mendesis keras kearah Reynal. Ribuan ular tersebut memancarkan kekuatan Dewa lapisan 4.


Bagi para pendekar dengan kekuatan yang setingkat akan sangat sulit bahkan mustahil untuk mengalahkan pendekar malaikat itu dengan jurus ribuan ularnya. Namun jika itu adalah pendekar lapisan 5 maka jurusnya akan semudah memecah telur untuk dihadapi.


Reynal walau memiliki kekuatan lapisan 4, namun pertempurannya menandingi 2 tingkat diatasnya. Sebab itu ketika bertaurng melawan ribuan ular, ia hanya tersenyum tipis lalu menggunakan sihir elemen api untuk membakar mereka.


“Tidak!!” Pendekar tersebut berteriak histeris ketika melihat ribuan ularnya terbakar oleh api Reynal.


“Kau tidak bisa membakar mereka, kau tidak bisa!” Pendekar itu meraung keras, ia kemudian menggunakan segel tangan lalu perlahan tubuhnya berubah.


Reynal yang melihatnya sedikit terkejut namun tidak lama sebab Ia menduga jika lawannya akhirnya menggunakan kekuatan khusus untuk menghadapinya hari ini. Dan kekuatan khusus lawannya kali ini adalah menjadi monster ular berkepala 7.

__ADS_1


__ADS_2