Dark Game

Dark Game
312


__ADS_3

Dengan sekali tebasan Xu Tong dengan mudah membunuh sang pemimpin. Ia terbelah menjadi dua bagian tanpa dapat berbuat apa- apa. Kekuatannya lebih lemah dari Xu Tong, terlebih Embert saja tidak berdaya dihadapan Reynal maka akan sia- sia baginya untuk melawan.


“Kalian tahu apa yang telah kuberikan kepada kalian semua, jika kau tidak menganggapnya besar maka biarkan saya memberitahukan sedikit mengenai racun yang kini bersarang di dalam tubuh kalian.”


“Racun tersebut diberi nama Wings Poison Hell. Racun yang sangat mematikan bahkan untuk pendekar tingkat Dewa sekalipun.


Bahan utama dari Wings Poison Hell adalah tiga helai bulu dari sayap beracun milikku lalu dicampurkan oleh lima racun tingkat langit yang sangat berbahaya. Ia tidak berwarna maupun tidak berbau ketika tercemar melalui udara.”


“Dengan Wings Poison Hell, nyawa kalian semua tidak akan bertahan sampai sore nanti. Mungkin beberapa akan mulai mengalami kematian setela tiga jam kedepan”


Reynal sengaja membeberkan racun miliknya pada Embert dan pasukannya. Dengan begitu, mereka akan semakin takut dan mudah dipengaruhi. Reynal melihat wajah- wajah goyah dihadapannya, tidak terkecuali Embert.

__ADS_1


Langkah awalnya sebenarnya adalah membunuh Embert dan menggantikan posisinya. Namun seperti otaknya berkata lain setelah melihat kemajuan situasi. Ia dapat mengandalkan Embert sebagai wakil boneka miliknya sementara ia akan menyamar sebagai salah satu tetua terhormat yang direkomendasikan oleh Embert.


Melalui tetua terhormat ia akan dapat mengakses beberapa prajurit elit guild Raja Nirwana dan ia dapat mengubah mereka menjadi budak dan pelayan setianya. Dengan begitu rencananya akan berganti untuk menguasai guild Raja Nirwana.


Setelah menguasai guild, ia yakin dapat menurunkan Jacson Prier dengan bantuan Rumah Bunga Tidur dan guild Seribu Racun. Mereka berdua pasti mendukung kudeta miliknya. Setelah semua berhasil maka rencana selanjutnya akan lebih mudah.


Begitula susunan rencana baru dikepala Reynal. ia sungguh berterimakasih karena telah memiliki otak yang sangat hebat karena dapat memikirkan sesuatu yang rumit dalam waktu yang tidak lama. Terlebih sesuatu tersebut terasa sangat hebat.


Para prajurit yang sebelumnya ingin memberontak mulai menggigil ketakutan, mereka memang setia pada guild Raja Nirwana namun nyawa yang mereka miliki sungguh berharga melebihi sebelumnya. Sebab itu mereka bahkan cemburu dan iri pada posisi Xu Tong yang telah selamat dari racun dan memilih pilihan yang bijak.


Reynal tertawa sekali lagi, sedangkan Xu Tong tidak dapat berhenti tersenyum. Ia sungguh tidak menyesali keputusannya malam itu dan hari ini. ia juga tidak menyangka tuan barunya kali ini juga sungguh sangat pandai menyusun rencana.

__ADS_1


Menurutnya dengan cara tuan mudanya seperti ini maka akan semakin banyak prajurit yang akan mengambil langkah sepertinya.


Reynal kembali melihat sikap Embert. Terlihat pucat dan keringat dingin mengucur pada dahinya yang putih. “Saya punya penawaran untuk kalian semua. Kalian dapat menjadi budak dan pelayan setiaku seperti Xu Tong lalu hidup kalian tidak akan berakhir hari ini!”


Sebuah kalimat Reynal kembali merayap, kali ini seluruh prajurit yang tersisa segera berlutut menyisakan Embert sendirian. Mereka memohon pada Reynal untuk memberikan penawar racunnya dan bersedia menjadi pelayan dan budak dari Reynal.


“Bagus! Kalian dapat berbaris di sebelah sana, Xu Tong akan memberikan penawar racun kalian. Tapi ingatlah bahwa penawar racun tersebut hanya bekerja selama 3 bulan. Jadi hidup kalian tetap menjadi milikku selamanya, saya khawatir jika kalian akan berkhianat dan menyerang dari belakang seperti yang kalian lakukan hari ini pada guild Raja Nirwana!”


Xu Tong merasa sangat tersanjung, jelas Reynal memberikannya penawar racun permanen bukanlah yang ia berikan pada yang lainnya. Ini jelas menunjukkan sikap kepercayaan tuan muda padanya. Dengan begitu Xu Tong dengan mudah memberikan kesetiaan yang lebih kokoh padanya.


Reynal tersenyum senang, seluruh prajurti Embert menurut dan tidak membutuhkan paksaan. Satu- satunya yang masih berdiri disana hanyalah Embert. Namun menurut Reynal, wanita itu cepat atau lambat akan mulai luluh dan memohon pada Reynal.

__ADS_1


“Embert, apa kau ingin kematianmu atau ingin bersumpah setia padaku?”


__ADS_2