
Posisi Akademi Beladiri dalam peperangan terus- menerus bertambah setelah seorang petinggi guild Seribu Racun tewas di tangan dua penjaga suci. Apa yang tidak diketahui adalah Guild Raja Nirwana dan Gunung Beracun benar- benar berpura- pura menghadapi Akademi beladiri.
Peri Jahat dan Jacson Prier sama- sama telah mengabdi pada Reynal membuat mereka tidak berani untuk melanggar perintahnya. Baru saja Reynal mengamati situasi mereka dan menyuruh keduanya untuk membantu dan melukai beberap penjaga suci yang mereka temui.
Tentu saja setiap anggota Akademi Beladiri akan mendapatkan sihir penyembuhan yang dilepaskan oleh Reynal secara sembunyi- sembunyi sebab tujuannya tidaklah melukai bangsanya sendiri.
“Hujan Pedang Suci!”
“Gelombang Api Penyucian!”
Tiba- tiba di tengah pertempuran dua teriakan jurus terdengar keras. Para pendekar segera mengalihkan pandangan mereka pada pertarungan para dewa bumi. Disana mereka melihat dua legenda Akademi Beladiri tengah melepaskan serangan mereka untuk menghancurkan Black Undied.
__ADS_1
“Sial!” Sang utusan ikut meraung marah, ia dapat melihat situasi Black Undied sangat berbahaya. Tapi apakah mungkin bagi utusan untuk merayap pergi di tangan tetua Yin Yang.
Bang! Ledakan akibat dua serangan hebat itu berbunyi, Black Undied yang sudah mendapatkan banyak sekali luka parah akibat di keroyok oleh para legenda tidak lagi dapat memukulnya dan segera menjadi kabut darah.
“Tidak!” Sang utusan meraung sedih melihat Black Undied telah tewas dalam perang, tapi bukan hanya Sang utusan yang bersedih, ini karena sisa 3 tetua utama pada saat ini adalah orang terkuat yang dimiliki oleh Black Undied. Namun sayang mereka bertiga tengah menghadapi pendekar bersenjata rantai.
“Perintahkan Jacson Prier dan peri jahat untuk membantu!” teriaknya memperingatkan dua tetua lainnya. Mereka berdua tidak membuang waktu lebih lama dan mulai mengirimkan suar berwarna hijau bermaksud untuk meminta bantuan pada yang lainnya.
Anggota guild Seribu Racun juga tidak begitu baik, ini karena para petinggi mereka telah berhadapan dengan para penjaga Suci dan mendapatkan tekanan bahkan beberapa hanya bisa melakukan perlawanan pasif karena keadaan mereka yang terpojok.
Tetua utama Akademi Beladiri Bruno dan Dicki segera maju dalam pertarungan, mereka mengepung Scorpion Blue dan Wakil Raflesia setelah mendengar perintah ketua Remi.
__ADS_1
“Scorpion Blue, Wakil Raflesia, anda berdua sebaiknya menyerah! Kami tidak akan membunuhmu dan segera menghentikan serangan kami pada anggota guild Seribu Racun jika kau menyerah” Tetua Dicki berkata dengan lantang.
Scorpion Blue berubah jelek, pertarungannya sama sekali tidak membuahkan hasil dan selalu berakhir imbang membuatnya sangat tidak puas. Bahkan dalam menghadapi pemimpin guild besar lainnya, ia yakin masih memiliki keunggulan untuk bertanding. Namun menghadapi 3 penjaga suci hari ini tidak memiliki hasil yang sama.
“Ketua, saya tidak akan ragu untuk terus berperang atau mati disini tapi anggota guild elit kita semua ada disini. Jika kita terus menyerang maka dapat dipastikan masa depan guild Seribu Racun akan hancur. Bahkan Sang Utusan juga dipaksa imbang oleh Akademi Beladiri, kita sama sekali tidak memiliki banyak peluang untuk menang” Wakil Raflesia berkata.
Ia bertarung melawan seorang penjaga Suci dengan kemampuan elemen Api yang membuat pertarungannya terpojok. Kekuatannya sangat lemah jika berhadapan dengan serangan elemen api.
Scorpion Blue seketika memperhatikan seluruh pertarungan dan membuat hatinya sedikit terguncang adalah ia menemukan Akademi Beladiri kini berada di atas angin. Bahkan 2 guild besar, Gunung Beracun dan Raja Nirwana juga menderita kekalahan yang menyakitkan.
Ia menggertakkan giginya tidak menerima kekalahan sedikitpun. “Kita tidak boleh menyerah! Kekalahan hari ini saya akan terima sendirian, Wakil Raflesia, jaga guild Seribu Racun di masa depan” Scorpion Blue adalah sosok pendekar yang memiliki kemauan dan juga tekad harga diri yang tinggi.
__ADS_1
Ia mungkin bisa membungkuk kepada Hell Memoth dengan cara terhormat namun menunduk di bawah kekalahan adalah hal yang berbeda. Ia sama sekali tidak ingin melakukannya bahkan jika ia harus tewas hari ini.