
Dewa Perang tercengang melihat ketua Jacson baik- baik saja setelah menerima 2 serangan terkuat miliknya. Ia sungguh tidak percaya ini akan terjadi. Bahkan Pangeran Lin Ran memiliki wajah yang buruk saat ini.
Secret Toun walau telah mengetahui apa yang selanjutnya terjadi juga tidak dapat menahan sedikit rasa kaget ketika melihat formasi biru yang sangat kuat. Ia jelas mengingat bahwa Mu Fan mengatakan mereka akan membantu ketua Jacson namun ia sungguh tidak pernah berpikir jika bantuannya seperti ini.
“Jika Mu Fan mengatakan ini hanya sedikit bantuan yang mereka berikan maka apa yang terjadi jika mereka membantu dengan kekuatan penuh?” Tanya Secret Toun dalam hati.
Adapun Jacson Prier, itu tidak kalah terkejutnya dengan yang lain. Sebelumnya ketika ia melihat serangan dari dewa perang dirinya tidak yakin mampu bertahan dari serangan tersebut. Tapi hampir ketika serangan itu menyentuhnya, ia dapat merasakan aliran energi yang sangat kuat melapisi tubuhnya secara diam- diam.
Energi itu sepenuhnya berasal dari luar yang membuktikan ketika Jacson Prier mencoba untuk mengendalikan energi itu, ia mendapat penolakan yang kuat. Energi itu kemudian membentuk sebuah formasi yang sangat kuat dan melindunginya dari serangan Dewa Perang. Jacson yakin jika tidak ada energi yang melindunginya maka nyawanya mungkin akan melayang hari ini.
__ADS_1
“Saya tidak menyangka jika kau memiliki beberapa trik yang hebat! untuk bisa menahan 2 serangan terkuat yang saya miliki pada waktu bersamaan, formasi pelindungmu itu sangat hebat!” Namun walau terkejut, Dewa Perang segera menyesuaikan sikapnya. Ia kembali berubah menjadi tatapan ganas dan kejam. Di depan musuhnya, ia tidak boleh terlihat lemah dan terpukau dengan kekuatan yang dimiliki lawan.
“Dewa Perang, hari ini adalah hari terakhirmu! Sayangnya bukan saya yang akan membunuhmu” balas ketua Jacson yang kini mulai tersenyum percaya diri. Apa yang membuat Ketua Jacson berkata seperti itu karena ia tiba- tiba mendapat sebuah suara yang sangat kuat menggema di dalam pikirannya. Suara itu begitu kuat hingga Jacson merasa menjadi keberadaan kecil disana. Itu kemudian mengatakan untuk tidak berbuat apa- apa dan menunggu formasi biru membunuh Dewa Perang.
Belum sempat Dewa Perang ingin membalas perkataan Jacson, riak dari formasi biru itu mulai bergetar dan mulai hancur tak bersisa.
Mereka dapat merasakan dari panah itu dipenuhi dengan energi yang sangat kuat. Ia tidak percaya diri untuk menghadapi panah itu walau dengan kekuatan penuh yang ia miliki. Secara tidak sadar, ia kembali menoleh melihat Mu Fan dan 4 pendekar legenda dari Akademi Beladiri.
Segera setelah panah itu terbentuk dengan begitu sempurna, itu segera melesat dengan kecepatan cahaya menuju dewa Perang. Situasinya sungguh tidak terduga, dewa Perang baru saja ingin membuat pertahanan untuk menahan panah energi raksasa tapi kemudian ia menyadari sekuat apapun pertahanannya, ia sungguh tidak memiliki kekuatan ketika merasakan betapa kuatnya energi yang terkandung disana.
__ADS_1
Itu dengan mudahnya menembus pertahanan miliknya bagaikan memotong tahu. Puff, sebuah suara tusukan cukup keras terdengar.
“Aaarrrgghh!” Teriakan kesakitan dari Dewa Perang menyusul suara tusukan.
Panah energi itu tidak lain menusuk tepat pada dada sebelah kiri dewa Perang yang mana tepat menusuk jantungnya. Energi itu kemudian berangsur- angsur menghilang setelah menembus jantung Dewa Perang meninggalkan Dewa Perang dengan kondisi mengenaskan.
Darah dengan sangat kuat memancar keluar dari dada Dewa Perang bersamaan dengan tubuhnya yang bergetar hebat dan perlahan menjadi kaku. Wajah Dewa Perang kini telah menjadi pucat dengan nafasnya yang telah berhenti.
~Hu... Hening menyelimuti daerah subur. Hanya suara angin yang berhembus yang terdengar. Pandangan seluruh pendekar sepenuhnya tertuju pada Dewa Perang yang kini telah terbujur kaku menjadi mayat.
__ADS_1