
Reynal tidak pernah menyangka jika ia akan di cegat oleh
lebih dari 10 orang pendekar di tengah jalan. Kekuatan dari para pendekar itu
sebenarnya hanya setara para pendekar dewa lapisan awal namun karena jumlahnya
yang cukup banyak membuat Reynal sedikit membutuhkan waktu untuk mengurus
mereka semua.
Pria yang sedang ditahan oleh Reynal tidak berhenti untuk
menelan ludahnya sendiri. Ia jelas melihat pendekar yang menyamar menjadi
pangeran Karlos mampu membunuh 10 pendekar dewa lapisan awal tanpa kesulitan
yang berarti. Reynal tentu menyadari wajah terkejutnya itu.
Meski begitu Reynal tetap penasaran sebab mereka semua
memakai topeng yang menutupi satu kepala sedangkan pria yang sedang ia tangkap
saat ini tidak memakai topeng atau pelindung wajah sama sekali. Padahal Reynal
yakin jika mereka satu komplotan.
Reynal mencoba untuk membuka salah satu topeng dari mereka,
namun kemudian betapa terkejutnya ia mendapati mereka bukanlah pendekar manusia
melainkan pendekar bangsa Elf. Itu terlihat jelas dari telingat mereka yang
runcing dan juga surai rambut mereka yang seputih Mutiara.
“Bangsa Elf? Apa dugaan saya salah? Apakah ini bukanlah
rencana dari pangeran Hesgon tapi dari luar kekaisaran?” Reynal menjadi sangat
bingung. Ia menatap pria yang sedang ia tahan berharap pria itu dapat
mengatakan satu atau dua kata untuk menjelaskannya tentang semua ini.
Namun baru saja Reynal bernafas tenang, pembunuh yang tadi
menusuknya telah berhasil menyusul Reynal. Ia juga menggunakan topeng yang sama
dengan 10 pendekar elf serta pisau yang cukup mirip dengan senjata ninja di
bumi. Pisau itu jelas merupakan senjata pembunuh khas dari kekaisaran Elf dan
Thor Knight.
“Kau bukan manusia! Kau adalah Elf!” ucap Reynal yang kini
telah waspada dan mengeluarkan tongkat sihirnya.
“Awalnya saya tidak ingin membunuhmu tapi kau telah
mengetahui kami adalah bangsa Elf sehingga tidak mungkin bagi saya untuk tidak
membunuhmu atau itu akan menjadi masalah untuk organisasi kami kedepan!” ucapnya
sambil membuka topengnya. Kini terlihat rupanya yang mirip dengan 10 pendekar
__ADS_1
elf lainnya dengan telinga runcing dan rambut putih. Namun kulitnya tidaklah
putih namun coklat kehitaman.
“Dark Elf!” ucap Reynal kembali terkejut. Ia sungguh bingung
mengapa di kekaisaran Humanie terdapat bangsa Elf.
Keduanya saling bertata- tatapan untuk beberapa saat sampai
Dark Elf menyerang Reynal terlebih dahulu menggunakan pisaunya. Reynal ingin
berkelit seolah mampu membaca serangan Dark Elf seketika memasang wajah buruk
menyadari Dark Elf dapat membuat pisau khas ditangannya itu menjadi senjata
lempar.
Jelas ini bukan dugaan Reynal membuat pemuda itu kesulitan
untuk menghindar dan akhirnya pipi sebelah kirinya harus tergores oleh pisau
lempar. Tepat ketika Reynal ingin menggerakkan tubuhnya, ia dapat merasakan
racun yang kuat memasuki tubuhnya.
“Sial, pisau itu dipenuhi racun! Racun ini setidaknya
tingkat Langit!” Reynal tidak punya waktu, ia dengan cepat menggunakan sihirnya
untuk menekan racun sementara waktu. Reynal memiliki 2 luka di tubuhnya
ditambah racun membuat pergerakannya menjadi lambat.
ia kembali melemparkan 5 pisau lempar lainnya. Reynal melepaskan pria pembunuh
itu dari tangannya lalu melompat mundur.
“Magic Power :Antidote!” Reynal mundur dalam jarak yang
lumayan, ia segera menggunakan sihir penawar yang dulu diajarkan oleh Draco. Seketika
racun dalam tubuhnya mulai melemah dan kemudian menjadi energi tambahan untuk
Reynal.
Ia melihat luka dipunggung serta wajahnya, dan mencoba untuk
menyembuhkan lukanya. Namun ia begitu terkejut ketika mendapati sihir
penyembuhannya yang efektif kini bekerja dengan sangat lambat. Reynal berdecak
kesal, ia yakin Dark Elf itu sangat pintar dalam membunuh juga pengalaman yang
ia miliki sangat banyak sehingga dirinya mampu membuat Reynal terpojok.
“Menarik!” Reynal tersenyum simpul sambil menyembuhkan
lukanya yang sangat lambat untuk menutup.
Reynal kembali ketempat pertarungan, ia tidak begitu
terkejut ketika mendapati tempat pertarungannya kini trlihat normal tanpa ada
__ADS_1
mayat atau bekas pertarungan yang sengit disana. Dark Elf dan yang lainnya juga
telah menghilang dari tempat itu. Reynal memang tidak dapat menjamin bahwa
dirinya akan kembali menemukan Dark Elf disana menunggu dirinya.
Namun ia tidak begitu sedih sebab tanpa sadar ketika
pertarungan antara dirinya dan Dark Elf, ia telah menandai lawannya menggunakan
sihir pelacak membuatnya dapat kapan saja melihat an mengetahui posisi Dark
Elf.
Selain itu Reynal juga telah memasangkan sihir pelacak pada
pria pembunuh. Entah mengapa Reynal sedikit tertarik pada pria itu. Pasalnya
walau kekuatannya setara dengan pendekar galaksi awal namun ia mampu membuat
Reynal kesulitan mencari keberadaannya.
Reynal yakin jika pria itu memiliki kekuatan pendekar
Semesta atau bahkan pendekar Dewa maka kemampuan bersembunyinya tidak akan
diketahui oleh siapapun bahkan mungkin dewa bumi sekalipun.
Sebab itulah Reynal tertarik padanya, seolah pria itu adalah
calon yang tepat untuk Reynal jadikan salah satu senjatanya di masa depan. “Yah,
saya tidak akan terlalu mencari pria itu. Biarlah ia akan mencari jalannya
sendiri lalu saat itu saya akan datang membantunya!”
“Bagaimanapun walau saya menerima luka yang cukup berat tapi
saya juga mendapat keuntungan, Saya mendapat 10 undied dewa bangsa Elf yang
kuat dengan percuma serta mungkin Dark Elf itu!” Reynal terkekeh pelan sambil
meneruskan perjalanannya kembali ke penginapan yang telah ia sewa untuk
beberapa malam.
Jelas ia tidak ingin pergi terlalu cepat sebab masih
terdapat beberapa urusan yang harus ia selesaikan dengan Benjamin. Juga tidak
lupa Reynal harus menceritakan masalah percobaan pembunuhan kepada pangeran
Mahkota pada jendral bintang 5 itu.
“Saya tidak perlu khawatir untuk saat ini jika Dark Elf itu
akan menyerang dan mencoba membunuh Pangeran Mahkota Karlos! Ia pasti akan
lebih waspada dengan saya”
Reynal kemudian tiba di sebuah penginapan kecil yang tidak jauh
dari penginapan keluarga kekaisaran. Ia tidak lupa memberikan tanda
__ADS_1
keberadaannya pada Benjamin.