Dark Game

Dark Game
10


__ADS_3

Reynal tidak pernah menyangka jika ia akan di cegat oleh


lebih dari 10 orang pendekar di tengah jalan. Kekuatan dari para pendekar itu


sebenarnya hanya setara para pendekar dewa lapisan awal namun karena jumlahnya


yang cukup banyak membuat Reynal sedikit membutuhkan waktu untuk mengurus


mereka semua.


Pria yang sedang ditahan oleh Reynal tidak berhenti untuk


menelan ludahnya sendiri. Ia jelas melihat pendekar yang menyamar menjadi


pangeran Karlos mampu membunuh 10 pendekar dewa lapisan awal tanpa kesulitan


yang berarti. Reynal tentu menyadari wajah terkejutnya itu.


Meski begitu Reynal tetap penasaran sebab mereka semua


memakai topeng yang menutupi satu kepala sedangkan pria yang sedang ia tangkap


saat ini tidak memakai topeng atau pelindung wajah sama sekali. Padahal Reynal


yakin jika mereka satu komplotan.


Reynal mencoba untuk membuka salah satu topeng dari mereka,


namun kemudian betapa terkejutnya ia mendapati mereka bukanlah pendekar manusia


melainkan pendekar bangsa Elf. Itu terlihat jelas dari telingat mereka yang


runcing dan juga surai rambut mereka yang seputih Mutiara.


“Bangsa Elf? Apa dugaan saya salah? Apakah ini bukanlah


rencana dari pangeran Hesgon tapi dari luar kekaisaran?” Reynal menjadi sangat


bingung. Ia menatap pria yang sedang ia tahan berharap pria itu dapat


mengatakan satu atau dua kata untuk menjelaskannya tentang semua ini.


Namun baru saja Reynal bernafas tenang, pembunuh yang tadi


menusuknya telah berhasil menyusul Reynal. Ia juga menggunakan topeng yang sama


dengan 10 pendekar elf serta pisau yang cukup mirip dengan senjata ninja di


bumi. Pisau itu jelas merupakan senjata pembunuh khas dari kekaisaran Elf dan


Thor Knight.


“Kau bukan manusia! Kau adalah Elf!” ucap Reynal yang kini


telah waspada dan mengeluarkan tongkat sihirnya.


“Awalnya saya tidak ingin membunuhmu tapi kau telah


mengetahui kami adalah bangsa Elf sehingga tidak mungkin bagi saya untuk tidak


membunuhmu atau itu akan menjadi masalah untuk organisasi kami kedepan!” ucapnya


sambil membuka topengnya. Kini terlihat rupanya yang mirip dengan 10 pendekar

__ADS_1


elf lainnya dengan telinga runcing dan rambut putih. Namun kulitnya tidaklah


putih namun coklat kehitaman.


“Dark Elf!” ucap Reynal kembali terkejut. Ia sungguh bingung


mengapa di kekaisaran Humanie terdapat bangsa Elf.


Keduanya saling bertata- tatapan untuk beberapa saat sampai


Dark Elf menyerang Reynal terlebih dahulu menggunakan pisaunya. Reynal ingin


berkelit seolah mampu membaca serangan Dark Elf seketika memasang wajah buruk


menyadari Dark Elf dapat membuat pisau khas ditangannya itu menjadi senjata


lempar.


Jelas ini bukan dugaan Reynal membuat pemuda itu kesulitan


untuk menghindar dan akhirnya pipi sebelah kirinya harus tergores oleh pisau


lempar. Tepat ketika Reynal ingin menggerakkan tubuhnya, ia dapat merasakan


racun yang kuat memasuki tubuhnya.


“Sial, pisau itu dipenuhi racun! Racun ini setidaknya


tingkat Langit!” Reynal tidak punya waktu, ia dengan cepat menggunakan sihirnya


untuk menekan racun sementara waktu. Reynal memiliki 2 luka di tubuhnya


ditambah racun membuat pergerakannya menjadi lambat.


ia kembali melemparkan 5 pisau lempar lainnya. Reynal melepaskan pria pembunuh


itu dari tangannya lalu melompat mundur.


“Magic Power :Antidote!” Reynal mundur dalam jarak yang


lumayan, ia segera menggunakan sihir penawar yang dulu diajarkan oleh Draco. Seketika


racun dalam tubuhnya mulai melemah dan kemudian menjadi energi tambahan untuk


Reynal.


Ia melihat luka dipunggung serta wajahnya, dan mencoba untuk


menyembuhkan lukanya. Namun ia begitu terkejut ketika mendapati sihir


penyembuhannya yang efektif kini bekerja dengan sangat lambat. Reynal berdecak


kesal, ia yakin Dark Elf itu sangat pintar dalam membunuh juga pengalaman yang


ia miliki sangat banyak sehingga dirinya mampu membuat Reynal terpojok.


“Menarik!” Reynal tersenyum simpul sambil menyembuhkan


lukanya yang sangat lambat untuk menutup.


Reynal kembali ketempat pertarungan, ia tidak begitu


terkejut ketika mendapati tempat pertarungannya kini trlihat normal tanpa ada

__ADS_1


mayat atau bekas pertarungan yang sengit disana. Dark Elf dan yang lainnya juga


telah menghilang dari tempat itu. Reynal memang tidak dapat menjamin bahwa


dirinya akan kembali menemukan Dark Elf disana menunggu dirinya.


Namun ia tidak begitu sedih sebab tanpa sadar ketika


pertarungan antara dirinya dan Dark Elf, ia telah menandai lawannya menggunakan


sihir pelacak membuatnya dapat kapan saja melihat an mengetahui posisi Dark


Elf.


Selain itu Reynal juga telah memasangkan sihir pelacak pada


pria pembunuh. Entah mengapa Reynal sedikit tertarik pada pria itu. Pasalnya


walau kekuatannya setara dengan pendekar galaksi awal namun ia mampu membuat


Reynal kesulitan mencari keberadaannya.


Reynal yakin jika pria itu memiliki kekuatan pendekar


Semesta atau bahkan pendekar Dewa maka kemampuan bersembunyinya tidak akan


diketahui oleh siapapun bahkan mungkin dewa bumi sekalipun.


Sebab itulah Reynal tertarik padanya, seolah pria itu adalah


calon yang tepat untuk Reynal jadikan salah satu senjatanya di masa depan. “Yah,


saya tidak akan terlalu mencari pria itu. Biarlah ia akan mencari jalannya


sendiri lalu saat itu saya akan datang membantunya!”


“Bagaimanapun walau saya menerima luka yang cukup berat tapi


saya juga mendapat keuntungan, Saya mendapat 10 undied dewa bangsa Elf yang


kuat dengan percuma serta mungkin Dark Elf itu!” Reynal terkekeh pelan sambil


meneruskan perjalanannya kembali ke penginapan yang telah ia sewa untuk


beberapa malam.


Jelas ia tidak ingin pergi terlalu cepat sebab masih


terdapat beberapa urusan yang harus ia selesaikan dengan Benjamin. Juga tidak


lupa Reynal harus menceritakan masalah percobaan pembunuhan kepada pangeran


Mahkota pada jendral bintang 5 itu.


“Saya tidak perlu khawatir untuk saat ini jika Dark Elf itu


akan menyerang dan mencoba membunuh Pangeran Mahkota Karlos! Ia pasti akan


lebih waspada dengan saya”


Reynal kemudian tiba di sebuah penginapan kecil yang tidak jauh


dari penginapan keluarga kekaisaran. Ia tidak lupa memberikan tanda

__ADS_1


keberadaannya pada Benjamin.


__ADS_2