Dark Game

Dark Game
64. Arena Hidup dan Mati


__ADS_3

Pemimpin pemberontak bernama Eiu menodongkan pisaunya pada ketua Mo, dengan wajah penuh kesombongan ia membuat ketua Mo bersujud menyentuh sepatunya. Komandan yang melihatnya tidak lagi dapat menahan amarah, ia berjalan kearah Eiu dengan tatapan ingin membunuh.


“Lepaskan ketua Mo, kalian tidak melihat bahwa kami sedang kesusahan? Dasar buta.” Komandan menarik ketua Mo cepat lalu mendorongnya masuk kedalam gerbang desa. Eiu berbalas menatap tajam Komandan, ia sangat marah dan malu diperlakukan seperti itu.


“Tutup pintunya, dan cepat bersembunyi aku akan menahan mereka.” Teriakan Komandan membuat Eiu semakin marah, ia menyerang Komandan dengan sebuah pedang ditangannya.


Komandan yang belum siap menerima serangan tersebut akhirnya terdorong beberapa meter dari tempat. Komandan saat ini menjadi orang terkuat yang ada didesa, setidaknya ia berada pada tingkat Bintang lapisan satu.


Reynal melihat Komandan memiliki potensi yang besar untuk menjadi pendekar ataupun ksatria, badannya yang besar membuatnya mampu memiliki pertahanan yang kuat. Namun sayangnya ia terlahir dari sebuah desa kecil yang memiliki sumber daya yang sangat terbatas.


Belum lagi tidak ada orang yang memiliki ilmu ataupun kekuatan hebat yang dapat mengajari Komandan membuat bakat yang ia miliki perlahan menurun. Komandan setidaknya dapat memiliki kekuatan tingkat Matahari jika ia rajin berlatih dengan benar pada waktu muda


Diumurnya sekarang ini yang mencapai kepala empat sangat sulit bagi Komandan untuk berlatih dan meingkatkan kekuatannya. Ia harus berpuas diri dengan kekuatan paling tinggi yang mungkin dapat ia capai tingkat Bintang lapisan 3.


Eiu memiliki badan yang cukup besar namun postur tubuhnya yang pendek membuat dirinya sedikit lebih kecil dibandingkan dengan Komandan. Dengan kekuatannya saat ini mencapai tingkat Bintang lapisan 3 membuat dirinya cukup mudah untuk melawan dan menghabisi Komandan.

__ADS_1


Eiu juga memiliki jabatan yang tinggi, beberapa prajurit dalam pasukannya memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari Eiu. Komandan memasang posisi siapnya, ia mengeluarkan senjata sarung tangan besi dan bersiap untuk menyerang Eiu.


Beberapa prajurit Eiu berniat untuk menyerang Komandan namun Eiu memberi tanda bahwa tak ada yang boleh mengganggunya. Prajurit Eiu kemudian membentuk sebuah lingkaran yang cukup besar, ‘Arena Hidup dan Mati’.


Itulah sebutan bagi lingkaran nyawa ini, sekali terbentuk maka untuk membongkarnya harus mengalirkan darah prajurit atau pendekar yang kalah dalam bertanding.


Lingkaran ini juga yang telah merenggut sebagian nyawa dari para legenda, seperti legenda Baserker dan Ania juga Legenda Elemen dan Rider. Seakan Lingkaran Nyawa Arena Hidup dan Mati menjadi ritual sakral di seluruh pelosok dunia Soun.


Komandan menerima tantangan Eiu namun sebelum itu ia mengajukan syarat jika ia menang maka para pasukan pemberontak akan meninggalkan desa dan tidak pernah datang lagi untuk mengacau.


Eiu tersenyum lalu mengajukan syarat jika Komandan mengalami kekalahan maka seluruh isi desa akan diambil oleh pemberontak dan menjadikan para wanita dan anak anak desa sebagai budak dan penyalur hawa nafsu prajuritnya.


“Aku harus menang jika tidak mereka akan dalam bahaya” batin Komandan seraya melangkah maju memantapkan keputusannya, setiap langkahnya memancarkan wibawa yang besar.


Reynal terkejut dengan aura yang dipancarkan oleh Komandan, aura yang sangat menenangkan dan memberikan rasa tenang sekaligus kekuatan yang mampu memberikan rasa hormat. Sangat disayangkan jika Komandan harus mengalami kekalahan dalam pertarungan dengan Eiu.

__ADS_1


“Bagaimanapun juga aku harus menolongnya, tapi dari jarak seperti ini akan terlalu mencolok” Reynal berusaha mendekatkan jaraknya, elang perak miliknya telah menghilang lebih dulu lalu.


Reynal mencoba untuk berbaur dengan para pemberontak yang tengah menonton pertarungan, ilmu Asasin miliknya dalam berbaur dan beradaptasi membuat Reynal tidak sulit untuk mendapatkan tempat yang pas untuk menonton.


Tidak ada yang curiga dengan masuknya Rey dalam barisan, mereka seperti menganggap Rey sebagai salah satu dari mereka. Reynal hampir saja terkejut ketika salah seorang prajurit memegang pundaknya.


“Kau sangat serius menonton pertandingan itu, tenang saja ketua adalah orang yang kuat. Ia pasti akan memenangkan pertandingan ini dan menghadiahkan kita semua perempuan cantik.” Ucap pria itu dengan nada sedikit tidak sopan.


“Apa maksudmu?” Reynal sebenarnya ingin membunuh pria itu sekarang juga, ucapannya yang sangat tidak senonoh sungguh tidak patut untuk diucapkan oleh seorang prajurit. Namun itu tidak mungkin ia lakukan saat ini.


“Aduh, kau bagaimana? Sebentar lagi kita akan berpesta, hahaha... Aku sungguh tidak sabar ingin menikmati wanita wanita desa ini sepuasnya” ucapan pria itu kini berhasil membuat Reynal menatapnya tajam, pria itu terdiam untuk beberapa saat.


Reynal menganggap bahwa pria itu telah mengerti maksudnya namun pria itu kembali mengatakan hal yang tidak wajar.


“Apa kau telah selesai memikirkan apa yang akan kau lakukan dengan mereka malam ini? Jika tidak datanglah kepadaku nantinya akan aku ajarkan... Tenang saja” tidak tahan lagi dengan ocehannya, Reynal membuat mantra sihir bius hingga membuatnya tertidur.

__ADS_1


Setelah itu barulah Reynal dapat tenang menonton pertandingan Komandan dan Eiu.



__ADS_2