
Reynal bersama dengan tetua Yin Yang akhirnya sampai pada
ibukota kerjaan Horsox Multie, Zecler. Kota ini adalah kota terpenting dan
terbesar pertama sebelum kota Air Biru dibangun oleh Akademi Beladiri dalam
kerajaan Horsox sebagai kota suci.
Walau pamornya turun, kota Zecler juga masih merupakan kota
yang sangat besar dan sibuk. Terbukti jalanan yang dipenuhi dengan pejalan kaki
serta gerobak kuda dikendarai oleh para bangsawan dan pedagang setempat.
Reynal dan tetua Yin Yang hanya singgah beberapa saat disana
untuk memberikan pesan pada raja Horsox tentang kedatangannya. Lalu segera
pergi menuju kota tujuan selanjutnya yaitu kota Air Biru.
Disana telah dikenal sebagai kota suci yang dikatakan
sebagai markas besar Akademi Beladiri yang baru. Terdapat lebih dari ratusan
istana kecil berwarna putih yang memenuhi setiap pinggir jalan kota.
Istana ini merupakan kediaman dari para tetua, kapten besar,
para penjaga, serta pihak- pihak aliansi Akademi Beladiri. Selain itu ada juga
kediaman para organisasi serta klan bawahan Akademi Beladiri serta aparat
pemerintah kota Air Biru termasuk gubernur kota Sindo.
Reynal menemui Sindo dan melepas rindu. Ada banyak cerita
yang mereka berdua ceritakan, Sindo juga menceritakan keadaannya ketika
beberapa guild besar menyerang Akademi Beladiri dan kota Air Biru.
“Untungnya ketua Remi menolong saya, jika tidak maka mungkin
saya akan meninggal disana.”
Mendengar hal itu Reynal bersyukur karena ketua Remi masih
mengingat satu- satunya keluarga yang ia miliki. Kadang ia memikirkan jika
Sindo adalah orang yang menolongnya hari itu, dan juga yang memberikan kasih
sayang orang tua pada Reynal. Reynal tentu tidak akan pernah melupakan Sindo,
kapanpun itu.
Setelah itu, Reynal menuju tempat para undiednya berkumpul. Sebelum
__ADS_1
ke kerajaan Horsox, Reynal telah memerintahkan para undied dewanya untuk
mengawal puluhan ribu undied baru yang ia terima dari membantai beberapa guild
termasuk guild Mata Angin. Disana juga terdapat ribuan prajurit muda berbakat
yang telah diberikan kontrol jiwa oleh Reynal.
Kontrol jiwa yang akan mengikat kebebasan seseorang dan
mengendalikannya dengan mudah. Namun Reynal tentunya hanya mengendalikan mereka
untuk berlatih keras dan tidak mengkhianati Akademi Beladiri
Mereka ditempatkan di sekitar perbatasan antara Zein Kongdom
dan Horsox Multie. Reynal juga telah mengirimkan pesan pada ketua Remi jauh
sebelumnya untuk menarik diri dari pertempuran sampai dirinya datang.
Ia tidak ingin kekuatan Akademi Beladiri yang baru saja
pulih kembali bergejolak. Pamor dan pristise Akademi Beladiri nantinya akan
semakin turun seiring banyaknya pertempuran yang terjadi.
“Pertama saya akan membereskan para anggota elit guild Bunga
Dewa. Mereka telah berani berbuat seperti ini pada Akademi Beladiri. Untung saja
lagi berada disana.”
Tetua Yin Yang hanya bisa menggeleng pelan, ia telah
mendengar semua dan mengerti permasalahan utamanya. Sebab karena ia berencana
untuk membantu Reynal. tetua Yin Yang menyarankan agar dirinya ikut andil
bagian dari pertempuran.
“Reynal, lebih baik saya ikut. Kekuatan saya akan membawa
kemenangan untuk Akademi Beladirimu. Kau tahukan kekuatanku seperti apa? lalu
jika kau sendirian menangani musuh maka akan ada beberapa yang lolos dan
akhirnya menyerang kota. kau tidak mau itu terjadi bukan?”
Tetua Yin Yang terus membujuk Reynal, ia berusaha keras
meyakinkan Reynal sampai akhirnya permintaannya disetujui.
“Baiklah, tetua Yin anda sebaiknya menahan diri sebab saya
khawatir mereka akan curiga dengan keberadaanmu.”
__ADS_1
Tetua Yin mengangguk dan memberi jempol pada Reynal. “Beres,
lalu saya akan menangani aliansi 4 perguruan besar itu dan kau akan menangani
guild Bunga Dewa.”
~~
Perbatasan Zein kingdom dan Horsox Multie kembali memanas
setelah sekitar seribu pasukan golem batu menyerang secara tiba- tiba. Tidak banyak
pasukan luar mengetahui bahwa Akademi Beladiri telah berhasil mengembangkan
beberapa pasukan humanoid maupun mahkluk aneh lainnya yang membantu mengurangi
gugurnya para prajurit manusia.
Salah satunya adalah pasukan golem batu yang dipimpin oleh
Eliza. Setidaknya ia memiliki sepuluh ribu pasukan golem batu yang telah ia
kembangkan dan memiliki kekuatan para prajurit tingkat Semesta.
Keunggulan dari para pasukan golem batu adalah barisannya
yang rapat serta pertahanan mereka yang besar. Selain itu kekuatan serangannya
sangat kuat serta dapat menyerang baik dalam jarak dekat maupun jarak jauh.
Dalam jarak dekat golem batu akan menggunakan kekuatan
beratnya untuk menghasilkan kerusakan yang besar pada musuh namun untuk jarak
jauh, beberapa pasukan golem batu memiliki kemampuan untuk mengirimkan sihir ‘hujan
batu’ dan ‘meteor’ pada kawanan musuh.
Dalam perjalananannya ke perbatasan, Eliza memang telah
menyiapkan lebih dari seribu pasukan golem batu yang dapat digunakan untuk
memobilisasi dan membantu pasukan yang menarik diri untuk diberikan waktu yang
cukup.
Walau harus kehilangan nantinya banyak golem batu, namun
Eliza dapat menyelamatkan hidup banyak orang. Golem batu yang hancur nantinya dapat
dibuat kembali dengan mudah namun tidak dengan hidup orang lain.
Lagipula, orang yang selamat nantinya akan melahirkan
generasi selanjutnya yang tak terhitung banyaknya. Mungkin saja diantara mereka
__ADS_1
terdapat beberapa orang yang memiliki nasib dengan Akademi Beladiri.