Dark Game

Dark Game
164


__ADS_3

“Hahaha... Kalian ingin mengalahkan saya dengan kekuatan sekecil itu?” namun tanpa di duga sang utusan hanya tertawa mengejek melihat kekuatan gabungan dari para ahli dunia Soun.


Perlu diketahui dengan gabungan seluruh kekuatan dunia Soun, Akademi Beladiri telah memiliki 3 pendekar dewa lapisan tiga, lebih dari selusin pendekar dewa lapisan 2 dan 20pendekar dewa bumi lapisan awal.


Para pendekar dewa puncak juga dapat berhadapan imbang dengan pendekar dewa bumi lapisan awal jika mereka bergabung dalam kelompok 5 hingga 10 orang. Dengan begitu, tidak diragukan lagi Akademi Beladiri setidaknya dapat menahan serangan dari 30 pendekar dewa bumi ras malaikat.


Kekuatan dunia Soun untuk pertama kalinya bersatu namun itu tidak membuat Reynal tenang. Pasalnya saat ini pihak lawan memiliki 4 dewa bumi lapisan 3 sedangkan pasukannya hanya memiliki tetua Yin Yang dan Kaisar Thor.


“Reynal, kau tidak perlu khawatir. Saya  telah memulihkan diri dan telah berhasil mendapatkan senjata andalan saya di dunia atas. Akan sangat mudah bagi saya untuk bertarung menggunakannya berhadapan 3 pendekar dewa sekaligus” Saat ini suara Tetua Yin Yang terdengar ditelina Reynal.


“Baik lah kalau begitu, mari kita mulai perang besarnya” Reynal berteriak dengan semangat.


Ia memimpin para pendekar untuk melawan para malaikat bersayap. Dalam sekejap perkelahian antara mahkluk dunia soun dan para malaikat pecah. Reynal, para legenda mulai menghadapi masing- masing malaikat bersayap dua.


“Hahah, saya ingin melihat bagaimana malaikat ini lolos dari sihir yang saya miliki!” Legenda Draco berkata dengan penuh semangat.

__ADS_1


Ia melangkah dan mendapati 2 malaikat menghadangnya. “Maju!”


Legenda Draco terpacu, “Penjara Angin!” Ia mulai melepaskan sihirnya.


Para malaikat tidak mau kalah, mereka menggabungkan kekuatannya untuk menghancurkan sihir Draco. Namun Malaikat itu sedikit meremehkan Draco membuat kekuatan gabungan mereka lebih lemah dari sihir Draco dan membuat mereka segera terpenjara.


“Hahaha” Draco tertawa puas, ia segera meluncurkan kembali sihirnya yang lain yang tak kalah kuat membuat malaikat itu terkejut. Ia buru- buru menggunakan mantra suci untuk menahan serangan lainnya.


Mantra sihir dan mantra suci saling berhadapang membuat gelombang suara yang sedikit kuat. Draco terkejut melihat serangan sihirnya dipatahkan, namun kejutannya berubah menjadi semangat tempur yang kuat.


“Kasihan, mereka berdua akan menjadi samsak tinju Draco” Legenda Lucy tidak sengaja melihat kearah pertarungan Draco dan melihat Legenda Draco telah memasuki mode pertempuran.


Lucy dengan cepat menoleh dan menangkis serangan tombaknya namun ia terpaksa terdorong mundur beberapa meter. “Kau bahkan tidak bertindak sopan di depan wanita cantik sepertiku?!” ucap Lucy kesal.


Auranya mulai berubah menjadi hitam pekat, membuat malaikat bersenjata tombak itu mengerutkan keningnya. Ia dapat merasakan tekanan yang kuat dari Lucy.

__ADS_1


“Sial tekanan apa ini?” Gerakan malaikat itu melambat, sedangkan Lucy mengambil kesempatan itu untuk menyerangnya.


Tombak Lucy dengan cepat menusuk ke arah leher sang malaikat, namun dengan keulatan sang malaikat, tombak itu segera ditangkis. Melihat serangannya tidak berhasil, Lucy sekali lagi menyerang.


Kali ini kecepatannya bertambah, sang malaikat baru saja merasa legah kini harus merasakan sakit ketika ia terlambat menahan tombak Lucy yang kini menusuk di  perutnya.


“Akh!” Darah berwarna biru keluar dari tubuh sang malaikat.


“Darah Biru? Malaikat memiliki darah biru?” Lucy sedikit terkejut. Ia cepat- cepat menampung darah malaikat yang terjatuh ke dalam batu penyimpanan.


“Bajing*n!” Melihat darahnya yang diambil oleh Lucy membuat malaikat itu merasa ternodai. Ia ingin kembali menyerang namun sayang Lucy telah mengambil alih permainan. Lucy tiba- tiba menghilang dan muncul tepat diatas kepala sang Malaikat.


Trang! Tombak Lucy hampir saja menusuk kepala sang malaikat jika lawannya terlambat untuk menahan. Sayang walau telah berhasil menahan serangan Lucy, pendarahannya semakin keras mengalir membuat sang malaikat perlahan pucat.


“Sihir Kegelapan! Iblis Tombak!” Lucy telah merasa cukup mengambil darah sang malaikat, ia segera mengerahkan jurus andalannya.

__ADS_1


Tombak Lucy tiba- tiba berubah menjadi sesosok iblis besar dengan wajah menyeramkan. Malaikat itu segera dimakan oleh tombak Iblis dan membuatnya menyisakan Esensi darah dan mayatnya saja.


“Hahaha, ini menyenangkan!” Iblis itu telah dipanggil, Lucy tidak menariknya kembali. Bersama dengan iblis itu, Lucy mengambil satu malaikat lainnya untuk disantap.


__ADS_2