
Brian belum menyadari apapun sampai seorang maju diantara sepuluh orang yang memakai pakaian hitam. Ia menenteng dua benda yang masih meneteskan air berwarna merah dengan santai mendekati Brian.
Brian saat itu merasa isi perutnya ingin keluar akhirnya tidak kuat untuk menahannya. Brian merasa tubunya lemas setelah memuntahkan seluruh isi perutnya. Ia merasa sangat jijik namun disisi lain hatinya sangat sedih melihat kedua benda tersebut di jinjing dengan begitu ringannya.
Pemuda berpakaian hitam kemudian maju membawa sebuah pisau yang masih terlihat menempel bekas darah pada sebagian besinya. Brian hanya dapat menangis memandang kedua wajah yang kini berada di bawah kakinya.
Pemuda tersebut ingin menebas kepala Brian ketika tengah menangis tersedu-seduh namun diluar dugaan sebuah api menyambar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Akibatnya pemuda itu tidak dapat menghindari serangan api dan membuatnya membakar pemuda tersebut.
Pemuda itu cukup terkejut ketika mengetahui sebuah bola api dengan kekuatan yang berada di atasnya menuju kearahnya. Belum sempat ia menghindar ketika bola api tersebut membakar dirinya sampai menjadi abu.
Sepuluh orang dengan memakai pakaian hitam itu justru sangat terkejut, mereka tidak menduga dapat menemui kekuatan yang besar melindungi tuan muda Brian. Seorang pria muncul tidak lama setelah pemuda dihadapan Brian terbakar habis.
__ADS_1
“Perkenalkan namaku Rider Fire” ucap pria itu menunduk hormat kepada seluruh orang yang memakai pakaian hitam di hdapannya. Brian hanya menoleh sekilas lalu kembali melanjutkan tangisnya seolah tidak peduli lagi dengan yang lain.
Sepuluh orang dengan pakaian hitam segera mengeluarkan nafsu dan tekanan yang besar. Namun pria tersebut tetap tenang di tempatnya berdiri seolah menganggap mereka bersepuluh sangat tidak mungkin mengalahkannya.
Benar saja setelah mereka bersepuluh menyerang secara bersamaan, seluruh tubuh pria itu mengeluarkan hawa panas. Semakin lama semakin panas hingga mencapai panas yang mampu memunculkan kobaran api.
Brian kembali berteriak kaget sekaligus takut ketika melihat pria yang menolongnya terbakar. Namun keterkejutan Brian terlalu cepat sehingga ia kembali melihat tiga orang yang sebelumnya memakai pakaian hitam kini telah berubah menjadi abu.
Kondisi rumah Brian begitu buruk dan berantakan, dapat dikatakan hampir mirip dengan kapal pecah. Sang pria yang bernama Rider Fire bertarung beradu jurus ratusan jurus lebih dengan sepuluh orang dengan berpakaian hitam membuat rumahnya mengalami kerusakan.
Melihat kondisi dan situasi telah aman akhirnya sang Rider Fire mengajak Brian kepada suatu tempat yang sangat jauh dari rumahnya. Mereka berdua terbang beberapa hari dengan kecepatan yang sangat tinggi.
__ADS_1
Sang pria mengeluarkan api biru pada kedua kakinya untuk membantu menambah kecepatan mereka. Tidak butuh waktu dua hari kemudian mereka berdua sampai pada perbatasan Horsox dan Zein Kingdom.
Brian mengalami dehidrasi yang sangat besar ketika memasuki sebuah daerah dengan tingkat panas yang begitu. “Mulai hari ini kau adalah anakku dan kita akan tinggal disini” ucap pria tersebut dengan senyum lembut yang terukir pada kedua bibirnya.
Brian mengangguk, ia saat ini tidak mempunyai keluarga lagi sebab itu sekarang ia mengganggap Rider Fire sebagai ayahnya. senyuman ayah barunya itu membuat Brian merasa aman.
"Terimakasih telah menolongku" ucap Brian sambil mengeluarkan tangisannya.
~~
Jangan lupa Like dan Votenya yah..
__ADS_1