Dark Game

Dark Game
66


__ADS_3

“Hei, melihat sikapmu yang lancang itu! Apakah kau memiliki beranian? Kita semua belum melihat hasilnya tapi kau malah percaya diri menyebutkan Pangeran Lin Ran pemenangnya!”


“Ya, itu benar! Sepertinya ia hanya mengundang kematiannya sendiri!”


Para penonton mulai mengutuk dan mengejek troll itu. Bagaimanapun itu adalah kesempatan mereka untuk mengejek ras bangsa berbeda dari mereka. Sangat jarang mereka menjumpai kesempatan, itu sebabnya mereka sepuas mungkin menghina dan mengutuknya.


Bangsa Troll yang mulanya memiliki sikap sombong kini memiliki wajah penuh amarah, ia menerima perlakuan seperti ini dihadapan orang banyak. Jelas harga dirinya sangat terluka.


“Kalian tidak percaya? maka baiklah! Siapa yang berani bertaruh denganku? Yang menang akan mendapatkan Pusaka Saint yang saya miliki ini!” ucap Troll itu sambil mengeluarkan sebuah pedang yang sangat besar.


Badan troll itu memiliki ukuran 3 kali badan orang biasa sedangkan senjatanya adalah setengah ukuran badannya. Itu sebabnya senjata itu sangat besar, selain itu dipenuhi dengan duri kecil pada setiap sisi diujungnya.


Bentuknya sama seperti pemukul kasti atau permainan bola kecil sejenisnya dengan terbuat dari baja hitam legam membuat senjata itu nampak sangat menakutkan. Apa yang menyebabkan kerumunan tercengang adalah aura dari senjata itu sangat menakutkan, itu sepenuhnya adalah senjata Suci. Adapun kekuatannya itu setara dengan Tongkat Sihir Saint yang dimiliki oleh Reynal.

__ADS_1


Banyak orang yang sebelumnya menghina dan mengutuknya mulai menutup mulut mereka. Jika orang itu sepenuhnya bertaruh maka mereka juga tidak yakin akan menang atau tidak. Jika mereka menang maka itu akan sangat bagus tapi jika mereka kalah? maka mereka akan kehilangan senjata saint yang mereka miliki.


Perlu diketahui bahwa walau senjata Saint saat ini dimiliki hampir oleh semua kekuatan besar yang ada namun jika mereka harus mengeluarkannya dalam bertaruh maka mereka tidak akan dengan mudah melepaskannya jika tidak memiliki kepastian yang besar untuk menang.


Sebagai contoh jika monster troll itu tidak sangat yakin dengan tebakannya maka ia tidak akan mungkin berani mempertaruhkan senjata saint pada semua orang.


Melihat banyak orang yang ragu dan menutup mereka rapat- rapat, monster Troll itu memiliki senyum puas diwajahnya. Ia bahkan mulai membalas hinaan dan kutukan para pendekar disana dengan lebih keras.


“Berhenti!” Tapi tepat ketika ia ingin menyimpannya kembali, sebuah suara menghentikannya. Semua orang seketika refleks menoleh pada sumber suara itu.


Mereka terkejut dengan sosok kuat seperti itu adalah seorang yang memiliki suara seperti anak perempuan kecil yang lemah. Tapi apa yang tidak diketahui oleh mereka adalah bukan karena Leoni merupakan pendekar tua dengan suara anak- anak, tapi itu merupakan sosok anak perempuan kecil berumur 15 tahun.


Walau umurnya mungkin sangat tua namun tidak dapat ditentang jika tampilannya adalah sosok anak kecil.

__ADS_1


Mereka semua tidak mengetahui hal tersebut karena Leoni dan Leona, keduanya memakai jubah penutup badan dan kepala sehingga yang terlihat oleh orang luar hanyalah jubah Akademi beladiri dan auranya yang tebal. Selain itu semuanya tertutup oleh jubah ajaib yang misterius.


“Saya ingin bertaruh denganmu! Dalam hal ini Secret Toun yang akan menang dan Pangeran Lin Ran kebanggaanmu itu yang akan kalah!” Leoni berkata dengan aura Berserk yang kuat. Itu sepenuhnya membuat Monster Troll gemetar ketakutan.


Tidak ada dari mereka yang berani meremehkan monster tua yang sekalipun memiliki suara seperti anak- anak. Monster Troll itu kemudian mengangguk dan memberikan perjanjian pertaruhan dari kantongnya.


Melihat hal itu seketika orang- orang disana mulai berteriak dalam kemarahan. Jelas mereka dapat mengetahui jika Bangsa Troll ini telah menyiapkan perjudian sebelumnya. Meski begitu, mereka juga bersemangat dan melihat siapakah diantara mereka akan menang.


Leoni mengangguk puas, itu kemudian mengeluarkan sebuah buah dari kantongnya. Buah itu sangat kecil berukuran seperti anggur dengan warna merah yang mempesona. “Saya akan bertaruh dengan buah ini!” ucap Leoni sambil mengangkat sebiji itu ke atas membiarkan yang lainnya melihat.


“Mustahil! Itu tidak mungkin benar kan?!”


“Buah itu? itu sebenarnya berhasil didapatkan oleh seseorang?!”

__ADS_1


Kerumunan berteriak kaget ketika melihat buah yang berada ditangan Leoni. Adapun Leoni, ia menampilkan senyum yang indah namun menakutkan dibalik jubahnya ketika melihat betapa antusiasnya mereka.


__ADS_2