
3 episode terakhir
“Bagaimana mungkin sosok besar seperti ini ada di dunia yang lemah seperti dunia Soun?” Malaikat itu tergagap.
“Kau terlalu banyak tanya! Ayo selesaikan pertarungan kita” Namun kali ini tetua Yin Yang tidak lagi menjawab pertanyaannya. Ia melanjutkan merapal mantra.
“Heaven Will!” Seru sang malaikat. Ia seperti tidak berniat melanjutkan pertarungan dan buru- buru pergi dari sana. Namun mantra telah selesai dibacakan, ia tidak dapat lolos dari Heaven Will bahkan dewa Langit pun tidak akan lolos dari Heaven Will.
Sang Malaikat akhirnya menyadari bahwa kematiannya dipastikan hari ini, “Yang agung, tolong jangan bunuh hamba! Hamba merupakan keturunan murni dari Angel Sovereign. Jika yang agung membunuh hamba maka Angel Sovereign akan menuntut balas pada anda” Sang malaikat masih sempat- sempatnya membuat ancaman pada tetua Yin Yang.
Tetua Yin Yang sedikit terkejut ketika mendengar nama Angel Sovereign, namun seketika keterkejutannya berubah menjadi niat membunuh yang mendalam. Sang malaikat menyesal ketika melihat tetua Yin Yang semakin berniat membunuhnya setelah diancam.
“Sangat bagus kau milik si bajingan itu. Saya sebenarnya sangat ingin membunuh beberapa keturunannya, Hahahaha... Sungguh surga memberiku kesempatan untuk membalas dendam!” Tetua Yin Yang tertawa terbahak- bahak.
“Kau mengenal leluhur?”
__ADS_1
“Bukan hanya mengenalnya tapi saya juga sangat membencinya! Seorang malaikat yang terlihat suci namun licik di dalam hatinya. Hmph! Jika bukan karena larangan dari guru, maka saya sudah lama untuk membunuhnya”
Sang malaikat merinding ketakutan, sebagai keturunan murni ia sangat mengenal sang leluhur. Sepanjang sejarah hanya seorang yang sangat membenci leluhur, ia tidak lain adalah Pendekar dewa Surgawi yang perkasa, Yin Yang.
“Matilah!” Yin Yang mengarahkan Heaven Willnya kearah sang malaikat. Tubuh sang malaikat mulai meleleh begitu terkenal Heaven Will tetua Yin Yang sampai akhirnya hanya tersisa darah dan garis keturunannya saja.
Sang utusan gemetar ketakutan melihat kekuatan yang sesungguhnya dari sang malaikat. Ia tidak lagi memperdulikan dirinya dan segera berlutut dan menyembah Yin Yang tepat di dibawah kakinya. Sementara para malaikat yang tersisa menunggu pembantaian dari pihak Akademi Beladiri.
“Yang Agung, tolong maafkan hamba. Hamba tidak mengetahui jika anda adalah sang agung dari dunia Surgawi.”
Sang utusan gemetar ketakutan ketika tetua Yin Yang meminta batu waktu darinya. Ia dengan perlahan menjawab, “Maaf yang mulia tapi saya tidak bisa memberikannya padamu. Batu Waktu telah tertanam di dalam jiwa saya, dan tidak dapat diambil sebelum saya meninggal”
“Kalau begitu kau seharusnya mati!” Tetua Yin Yang tidak peduli, ia mengarahkan Heaven Will nya dan membunuh sang Utusan.
Namun tepat ketika ia selesai membunuh sang utusan, tetua Yin Yang juga langsung ambruk dan hampir jatuh pingsan. Reynal buru- buru mengambilnya dan membaringkan tetua Yin Yang.
__ADS_1
“Tetua, apa kau baik- baik saja?” tanya Reynal khawatir.
Tetua Yin Yang dengan lemah mengangguk dan berkata, “Saya baik- baik saja. Saya hanya menderita serangan balik akibat memakai Heaven Will di saat kekuatan saya tertekan.”
Reynal bernafas legah mendengarnya. Ia kemudian memanggil beberapa pendekar yang berspesialisasi dalam penyembuhan untuk membantu tetua Yin Yang pulih termasuk ketua Remi.
“Reynal, ambil ini!” Tetua Yin Yang mengangkat genggamannya. Di balik telapak tangannya muncul sebuah batu giok berwarna hijau, Reynal dapat merasakan semacam kekuatan yang sangat kuat disana.
“Apa ini?” tanya Reynal.
“Itu adalah batu waktu yang selama ini kau cari. Dengan batu waktu itu kau dapat kembali keduniamu dan membawa banyak yang bernasib sama sepertimu untuk kembali” Tetua Yin Yang menjelaskan.
“Batu waktu?” Reynal berbinar, ia dengan cepat mengambil batu itu dari tangan tetua Yin Yang dan menatapnya dengan seksama.
“Akhirnya saya mendapatkan batu waktu yang selama ini saya perjuangkan!” Reynal berteriak senang. Namun kemudian pandangannya melirik ke arah pasukan Akademi Beladiri. Reynal melihat beribu- ribu pasang mata menatapnya dengan rasa ingin tahu.
__ADS_1
Ada pasang mata yang menatapnya bahagia, ada juga sedih dan ada juga yang datar seolah tidak peduli dengan semua ini. Hati Reynal seketika menjadi ragu.