Dark Game

Dark Game
44


__ADS_3

Di atas tanah, tepatnya di pertarungan 100 pendekar terkuat.


Seorang pendekar dewa puncak yang memiliki mata tajam dengan ras Orc menunggu


di depan pintu kediaman Reynal dengan wajah yang jelek.


Ia telah menunggu setidaknya seminggu yang lalu namun Reynal


belum juga keluar dari tempatnya. Ia jelas merasa Reynal telah mempermainkan


dirinya. Tak lupa dibelakang pendekar muda itu terdapat seorang pendekar yang


memiliki kekuatan aura setara dengan pendekar Benjamin. Ia memiliki kemampuan


bayangan untuk menembus tingkat Dewa Bumi. Ia memakai pakaian layaknya seorang


kasim pelayan pangeran di kekaisaran besar, tidak diragukan lagi.


“Pangeran, sepertinya anda tidak perlu menyiksa diri untuk


menunggu pengecut itu keluar! Jelas ia tidak memiliki keberanian untuk


berhadapan dengan anda” ucap pendekar kuat itu pada sang pendekar muda.


Pendekar muda yang disebut pangeran itu tidak lain adalah


Lin Ran. Kakak dari Lin Luyun dan juga orang yang mengirim Qimen untuk membunuh


Reynal.


“Hmph! Mungkin ia dapat lolos dari tangan saya, tapi kita akan


melihat bagaimana dengan orang- orang terdekatnya! Koangceng, tangkap semua


orang yang berasal dari Humanie Empire yang ada di daerah gersang ini!” Pangeran


Lin Ran berkata dengan penuh kesombongan.


Adapun kasim yang bernama Koangceng itu sedikit mengerutkan


keningnya, ia kemudian membuka mulutnya ingin bertanya namun dengan cepat


dihentikan oleh Lin Ran dengan mengangkat tangannya sejajar dada.


“Untuk daerah subur, serahkan saja padaku!” ucap Lin Ran

__ADS_1


yang kemudian menembak kelangit dengan kecepatan yang amat tinggi.


Beberapa pendekar dari berbagai kekuatan tentunya melihat


bahkan menonton Lin Ran pergi. Mereka tanpa sadar menghela nafas kencang ketika


merasakan tekanan yang tak terlihat yang dikeluarkan oleh Lin Ran pada mereka.


“Saya merasa kekuatan dari pangeran Lin Ran ini sangat kuat!


Ia bahkan hanya pendekar dewa puncak diumurnya yang begitu muda!”


“Kau benar, sepertinya ras hantuku ditakdirkan untuk menjadi


yang ketiga setelah Malaikat dan Orc.” Ucap salah seorang pendekar berpakaian


serba hitam dengan kaki yang tidak menapak tanah.


“Hmph, bahkan berpikir untuk kalian ras hantu adalah ras


paling penakut yang pernah ada. Bangsa Peri jelas merupakan yang ketiga dari


seluruh bangsa di dunia Soun.”


“Kalian bahkan masih sempat bertengkar, apa kalian tidak


Ketiga pendekar yang sebelumnya berbincang itu menghentikan


percakapannya setelah mendengar perkataan orang keempat. “Apa maksudmu ras


manusia hari ini akan di habisi oleh ras Orc?”


Pendekar keempat itu tidak menjawab, ia hanya menunjuk orang


tua yang belum pergi dari sana yang tidak lain adalah Koangceng. “Orang tua itu


akan mulai menangkap mereka yang dari ras manusia! Saya ingin tahu bagaimana


kelanjutan dari masalah ini!”


~~


Humanie Empire mendapat wajah yang penuh selama 2 minggu


ini. Jelas mereka tidak menyangka akan mendapati separuh dari 10 besar berasal

__ADS_1


dari sana. Bahkan tidak berpikir mereka berlima perwakilan dari Akademi


Beladiri.


Namun situasi dari mereka saat ini tiba- tiba menjadi suram


setelah mendengar tentang Reynal yang berhasil membuka permusuhan yang dalam


dengan kekaisaran Orc Knight Empire. Bahkan 5 legenda juga ikut merasa pusing


mendengar permasalahan tersebut.


Kini di dalam ruangan besar yang memiliki pintu berwarna


coklat tua . Diatasnya terdapat angkat 2 yang merupakan petunjuk jika kediaman ini


adalah terkuat setelah seorang yang ada disana.


Didalam ruangan itu, telah duduk dengan posisi meja


melingkar sekitar 18 orang yang masing- masing memiliki kekuatan lapisan 5 atau


pendekar puncak. Mereka semua tidak lain adalah 18 pendekar yang semuanya


berhasil menduduki posisi di tanah yang subur.


“Bagaimana ini? Apakah kita akan diam saja ketika mereka


akan melakukan serangan penindasan pada bangsa manusia?” salah seorang pendekar


dengan kumis tebal diwajahnya serta memancarkan aura pendekar dewa puncak


menatap para pendekar yang ada disana dengan sedikit kata- kata. Ia jelas


menunjukkan ketidak senangan dengan tindakan buruk seperti itu. Pendekar itu


tidak lain adalah utusan kekaisaran.


“Menurut informasi yang saya dapatkan, mata- mata dan agen


rahasia dari bangsa Orc mulai menyelidiki kita satu persatu. Jika kita


melakukan upaya yang menunjukkan harga diri kita sebagai manusia, maka kita


harus membalas balik dengan semua ancaman dan tuduhan yang mampu melemparkan

__ADS_1


batu kembali pada bangsa Orc.”


__ADS_2