
Di atas tanah, tepatnya di pertarungan 100 pendekar terkuat.
Seorang pendekar dewa puncak yang memiliki mata tajam dengan ras Orc menunggu
di depan pintu kediaman Reynal dengan wajah yang jelek.
Ia telah menunggu setidaknya seminggu yang lalu namun Reynal
belum juga keluar dari tempatnya. Ia jelas merasa Reynal telah mempermainkan
dirinya. Tak lupa dibelakang pendekar muda itu terdapat seorang pendekar yang
memiliki kekuatan aura setara dengan pendekar Benjamin. Ia memiliki kemampuan
bayangan untuk menembus tingkat Dewa Bumi. Ia memakai pakaian layaknya seorang
kasim pelayan pangeran di kekaisaran besar, tidak diragukan lagi.
“Pangeran, sepertinya anda tidak perlu menyiksa diri untuk
menunggu pengecut itu keluar! Jelas ia tidak memiliki keberanian untuk
berhadapan dengan anda” ucap pendekar kuat itu pada sang pendekar muda.
Pendekar muda yang disebut pangeran itu tidak lain adalah
Lin Ran. Kakak dari Lin Luyun dan juga orang yang mengirim Qimen untuk membunuh
Reynal.
“Hmph! Mungkin ia dapat lolos dari tangan saya, tapi kita akan
melihat bagaimana dengan orang- orang terdekatnya! Koangceng, tangkap semua
orang yang berasal dari Humanie Empire yang ada di daerah gersang ini!” Pangeran
Lin Ran berkata dengan penuh kesombongan.
Adapun kasim yang bernama Koangceng itu sedikit mengerutkan
keningnya, ia kemudian membuka mulutnya ingin bertanya namun dengan cepat
dihentikan oleh Lin Ran dengan mengangkat tangannya sejajar dada.
“Untuk daerah subur, serahkan saja padaku!” ucap Lin Ran
__ADS_1
yang kemudian menembak kelangit dengan kecepatan yang amat tinggi.
Beberapa pendekar dari berbagai kekuatan tentunya melihat
bahkan menonton Lin Ran pergi. Mereka tanpa sadar menghela nafas kencang ketika
merasakan tekanan yang tak terlihat yang dikeluarkan oleh Lin Ran pada mereka.
“Saya merasa kekuatan dari pangeran Lin Ran ini sangat kuat!
Ia bahkan hanya pendekar dewa puncak diumurnya yang begitu muda!”
“Kau benar, sepertinya ras hantuku ditakdirkan untuk menjadi
yang ketiga setelah Malaikat dan Orc.” Ucap salah seorang pendekar berpakaian
serba hitam dengan kaki yang tidak menapak tanah.
“Hmph, bahkan berpikir untuk kalian ras hantu adalah ras
paling penakut yang pernah ada. Bangsa Peri jelas merupakan yang ketiga dari
seluruh bangsa di dunia Soun.”
“Kalian bahkan masih sempat bertengkar, apa kalian tidak
Ketiga pendekar yang sebelumnya berbincang itu menghentikan
percakapannya setelah mendengar perkataan orang keempat. “Apa maksudmu ras
manusia hari ini akan di habisi oleh ras Orc?”
Pendekar keempat itu tidak menjawab, ia hanya menunjuk orang
tua yang belum pergi dari sana yang tidak lain adalah Koangceng. “Orang tua itu
akan mulai menangkap mereka yang dari ras manusia! Saya ingin tahu bagaimana
kelanjutan dari masalah ini!”
~~
Humanie Empire mendapat wajah yang penuh selama 2 minggu
ini. Jelas mereka tidak menyangka akan mendapati separuh dari 10 besar berasal
__ADS_1
dari sana. Bahkan tidak berpikir mereka berlima perwakilan dari Akademi
Beladiri.
Namun situasi dari mereka saat ini tiba- tiba menjadi suram
setelah mendengar tentang Reynal yang berhasil membuka permusuhan yang dalam
dengan kekaisaran Orc Knight Empire. Bahkan 5 legenda juga ikut merasa pusing
mendengar permasalahan tersebut.
Kini di dalam ruangan besar yang memiliki pintu berwarna
coklat tua . Diatasnya terdapat angkat 2 yang merupakan petunjuk jika kediaman ini
adalah terkuat setelah seorang yang ada disana.
Didalam ruangan itu, telah duduk dengan posisi meja
melingkar sekitar 18 orang yang masing- masing memiliki kekuatan lapisan 5 atau
pendekar puncak. Mereka semua tidak lain adalah 18 pendekar yang semuanya
berhasil menduduki posisi di tanah yang subur.
“Bagaimana ini? Apakah kita akan diam saja ketika mereka
akan melakukan serangan penindasan pada bangsa manusia?” salah seorang pendekar
dengan kumis tebal diwajahnya serta memancarkan aura pendekar dewa puncak
menatap para pendekar yang ada disana dengan sedikit kata- kata. Ia jelas
menunjukkan ketidak senangan dengan tindakan buruk seperti itu. Pendekar itu
tidak lain adalah utusan kekaisaran.
“Menurut informasi yang saya dapatkan, mata- mata dan agen
rahasia dari bangsa Orc mulai menyelidiki kita satu persatu. Jika kita
melakukan upaya yang menunjukkan harga diri kita sebagai manusia, maka kita
harus membalas balik dengan semua ancaman dan tuduhan yang mampu melemparkan
__ADS_1
batu kembali pada bangsa Orc.”