
Jacson Prier tampil percaya diri dengan tombak berwarna keemasan ditangannya. Walau dirinya hanya merupakan pendekar dewa lapisan 5 dan lawannya pendekar dewa puncak namun tidak ada ketakutan dihatinya, melainkan terdapat semangat dan keberanian yang besar.
“Saya tidak mengerti mengapa ras manusia mengirimkan seorang pendekar dewa lapisan 5 untuk bertarung menghadapi salah satu pendekar puncak bangsa Orc.”
“Ya, kau benar! Mungkin ras manusia memiliki rencana ditangannya. Lagipula yang maju saat ini dikenal sebagai ketua Jacson. Ia memimpin guild Raja Nirwana yang dulunya merupakan guild nomor 2 di kekaisaran Humanie.”
“Saya juga merasa kekuatannya tidak sederhana. Dari caranya bersikap ia bagaikan seorang raja, sungguh aura yang unik. Tapi untuk dapat memenangkan pertarungan ini, saya rasa itu cukup sulit! Sebab lawan dari ketua Jacson adalah seorang pendekar puncak. Salah satu jagoan terkuat yang dimiliki oleh Orc Empire.”
“Hmph! Bagaimanapun ketua Jacson hanyalah pendekar lapisan 5, mau apapun itu keunikan yang ia miliki akan tetap kalah dihadapan yang perkasa. Apa kau tahu siapa lawannya? Ia adalah Jendral Perang bangsa Orc! Jika kau mengetahui 3 kekejaman besar, maka Jendral Perang adalah posisi pertama dari itu!”
Para penonton dari berbagai ras yang ikut dalam kegembiraan perang itu saling berkomentar. Beberapa menyanjung Jacson dan beberapa lainnya menyanjung bangsa Orc.
__ADS_1
Kemudian lawan dari Jacson Prier mulai memasuki medan perang. Ia sepenuhnya memiliki tubuh yang tinggi kekar dengan wajah yang penuh kekejaman. Tubuhnya yang kekar terpampang jelas sebab sang dewa perang hanya menutup tubuh bagian bawahnya saja.
“Manusia, hari ini kau akan mati ditanganku!” teriak sang dewa perang tepat ketika ia berhadapan dengan Jacson Prier.
“Mati? Kita akan melihat siapa sebenarnya yang akan mati, kau atau saya!” ucap ketua Jacson dengan wajah percaya diri.
Ketua Jacson mengeluarkan aura Raja yang ia miliki. Aura berwarna keemasan itu sangat indah dan juga sangat mendominasi. Para pendekar Orc maupun penoton sangat merasakan tekanan dari aura tersebut.
Ia dan Jacson adalah rival abadi, walau kultivasinya saat ini telah meninggalkan ketua Jacson dan menjadi pendekar dewa puncak namun ia mengetahui dengan jelas ketika Ketua Jacson menggunakan aura Raja Nirwana yang ia kuasai maka kekuatan keduanya mungkin akan berimbang jika Secret Toun tidak menggunakan auranya.
Jika itu hari biasa maka Secret Toun akan khawatir namun saat ini ia sedikit bahagia sebab setidaknya ketua Jacson mampu membuat kemenangan atau setidaknya menghadapi pendekar dari bangsa Orc.
__ADS_1
“Hmph!” Namun entah mengapa dengusan dingin dari dewa perang seketika menghilangkan efek dominasi dari Jacson. Samar- samar aura berwarna merah darah keluar dari tubuh dewa perang.
“Aura Pembantaian!” ucap pendekar perang.
Dua aura yang agung seketika saling bertabrakan. Itu sedikit membuat guncangan disana. Warna merah darah dan keemasan yang agung saling bertabrakan. Seolah tidak seorangpun yang memiliki keinginan untuk kalah.
Para penonton yang melihatnya sedikit terpukau dengan pertarungan aura yang begitu kuat. Mereka tidak pernah melihat pertarungan aura seperti itu sebab ketika seorang pendekar saling membalas kekuatan aura, hanya aura terkuat yang dapat bertahan. Namun hari ini, mereka dapat melihat 2 buah aura yang sama kuatnya saling beradu.
Bang! Ledakan keras terjadi. Aura raja dan pembantaian akhirnya meledak dan membuat ledakan yang kuat. Jacson Prier dan dewa perang sama- sama terpukul mundur beberapa langkah kebelakang sambil memegangi dadanya.
“Wah, lihat mereka sama- sama terluka! Apakah ini akan berakhir seri seperti sebelumnya?” seorang penonton berteriak keras disana. Wajah dari pendekar manusia kembali jelek, jika pertarungan ini kembali seri maka pertarungan akan semakin panjang. Sementara pendekar dari ras manusia memiliki jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan bangsa Orc.
__ADS_1