Dark Game

Dark Game
488


__ADS_3

Reynal menganggap itu


adalah bayaran yang kecil, ia dapat membuat 100 kertas jimat penjaga langit


dalam sekejap. Memberikan 10 dari  mereka


tidak terlalu merugikan bagi Reynal. Pemuda itu dengan cepat mengambil 10


kertas jimat penjaga Langit dari kotak dimensi miliknya lalu kemudian


memberikannya pada Benjamin.


Adapun Benjamin yang


melihatnya menjadi sedikit terngaga, ia heran melihat Reynal dapat


memberikannya dengan mudah 10 kertas jimat yang ia ketahui memiliki harga yang


mampu mencapai langit. Meski begitu Benjamin tetap mengambilnya sebagai syarat


Reynal dapat menemui pangeran Mahkota.


“Malam nanti datanglah


Kembali kepenginapan ini! Gunakan sihirmu untuk tidak diketahui oleh para


penjaga lainnya dan segera temui saya. Saya akan mengantarmu menemui Pangeran


Mahkota” ucap Benjamin.


“Kenapa harus menunggu


malam? Tidak bisakah kita menemui pangeran sekarang juga?” ucap Reynal sedikit tidak


sabaran.


Benjamin memukul


Reynal cukup keras “Kau sungguh tidak sabaran! Walau saya mengijinkanmu untuk


menemui pangeran Mahkota tapi penjaga lain tidak! Apalagi saya mendengar jika


akan ada jendral lainnya yang akan menambah penjagaan disini. Jika sampai


mereka mengetahui saya mengizinkan seorang pemuda asing menemui Pangeran


Mahkota maka mereka tidak akan segan untuk melaporkannya pada kaisar.


Walau mereka hanyalah


jendral bintang 2 namun di mata kaisar, selama itu memiliki kekuatan maka ia


akan dihargai. Sebab itu jika mereka sampai melaporkan saya maka bukan hanya


kau yang akan ditangkap, saya juga akan dipenjara. Dan asal kau tahu, saya


mungkin hanya akan mendapat hukuman penjara paling lama 2 tahun kemudian di


bebaskan. Tapi kau…” Benjamin menghentikan penjelasannya.

__ADS_1


Ia kemudian mendecak


kecil menirukan bunyi cicak lalu melanjutkan ucapannya “Kau akan dihukum mati!”


Benjamin menggunakan tangannya dileher lalu melakukan sebuah Gerakan menggesek


pelan lehernya dengan jari telunjuk.


Reynal menelan


ludahnya, ia mengangguk cepat. Wajahnya sedikit pucat mendengar ancaman


Benjamin. Pria tua itu melihat pemuda dihadapannya itu ketakuan tidak dapat


menahan tawanya.


“Saya tidak mengira


jika hanya mengancammu seperti itu membuatmu ketakutan! Hahaha menarik!,


menarik!” ucapnya sambil mengelus dagunya yang sedikit tumbuh janggut halus.


“Sekarang kau bisa


pergi! Temui saya di restoran nanti malam sekitar jam 9!”


Benjamin tidak


menunggu balasan dari Reynal segera melangkah mendekati penginapan. Pemuda itu


kemudian menggeleng pelan sebelum pergi dari sana dengan cepat.


~~


waktu 3 jam setelah Reynal pergi dari Akademi Beladiri, Ketua Remi mendapatkan


surat yang ditulis oleh Reynal kepada dirinya. Ketua Remi sedikit terkejut,


walau dalam surat ditangannya itu tidak mendapati penjelasan mengenai tujuan


Reynal namun ia bisa menebaknya jika Reynal pergi menemui Pangeran Mahkota di


kekaisaran Humanie.


Ketua Remi tidak


begitu khawatir sebab menurutnya pemuda itu memiliki keahlian dalam menyamar


dan membaur begitu tinggi sehingga sulit untuk ditemukan jejak dan juga


keberadaannya oleh faksi kekaisaran.


“Semoga dia dapat


menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh putri Rose.” Harap ketua Remi.


Wanita itu, walau


dirinya memiliki sedikit kebencian dan kekesalan dengan kerajaan Zein karena

__ADS_1


pihak tersebut menolak mentah- mentah ajakannya untuk membangun faksi namun


kedekatannya dengan Putri Rose dapat sedikit dikatakan baik.


Dulu keduanya sedikit


banyak berbincang mengenai strategi pengembangan, membangun kekuatan ataupun


mengatur anggota Akademi membuat keduanya memiliki sedikit pemahaman terhadap


satu dan yang lainnya.


Disaat Ketua Remi


ingin menyimpan pesan Reynal, Eliza memasuki ruangannya dengan sedikit


tergesah- gesah. Ketua Remi sempat bingung karena Eliza jarang sekali bertindak


seperti itu.


Namun ketika ia


melihat raut wajah Eliza yang sedikit kurang mengenakkan membuat beberapa rasa


khawatir muncul dibenaknya. Ketua Remi segera bertanya apa hal yang membuat


Eliza seperti itu.


“Gawat, Hell Memoth


Kembali menyerang! Mereka sepertinya akan menyerang dengan beberapa kelompok


pasukan yang jumlahnya cukup banyak”  lapor Eliza.


“Apa? Sepertinya


mereka sedikit tidak sabar! Cepat hubungi tetua Utama Qin Feng, katakan padanya


untuk mengaktifkan formasi pembunuh dan serangan Sihir”


Eliza mengangguk


cepat, ia kemudian bergerak menuju bagian timur Akademi Beladiri yang menjadi


pusat pengembangan. Pada pusat pengembangan, terdapat 5 blok besar yang menjadi


5 pusat pengembangan Akademi Beladiri.


Eliza segera memasuki


sebuah bangunan yang paling besar di dalam salah satu blok. Disana ia mendapati


tetua Utama Qin Feng sedang mengerjakan beberapa rangka dan dasar dari sebuah


formasi baru yang akan ia kembangkan di masa depan.


“Tetua! Hell Memoth


Kembali menyerang! Ketua Remi memerintahkan untuk mengaktifkan formasi pembunuh

__ADS_1


dan serangan sihir!” kata Eliza ketika wanita itu telah berada disebelah kiri


tetua Qin Feng.


__ADS_2