
Reynal menganggap itu
adalah bayaran yang kecil, ia dapat membuat 100 kertas jimat penjaga langit
dalam sekejap. Memberikan 10 dari mereka
tidak terlalu merugikan bagi Reynal. Pemuda itu dengan cepat mengambil 10
kertas jimat penjaga Langit dari kotak dimensi miliknya lalu kemudian
memberikannya pada Benjamin.
Adapun Benjamin yang
melihatnya menjadi sedikit terngaga, ia heran melihat Reynal dapat
memberikannya dengan mudah 10 kertas jimat yang ia ketahui memiliki harga yang
mampu mencapai langit. Meski begitu Benjamin tetap mengambilnya sebagai syarat
Reynal dapat menemui pangeran Mahkota.
“Malam nanti datanglah
Kembali kepenginapan ini! Gunakan sihirmu untuk tidak diketahui oleh para
penjaga lainnya dan segera temui saya. Saya akan mengantarmu menemui Pangeran
Mahkota” ucap Benjamin.
“Kenapa harus menunggu
malam? Tidak bisakah kita menemui pangeran sekarang juga?” ucap Reynal sedikit tidak
sabaran.
Benjamin memukul
Reynal cukup keras “Kau sungguh tidak sabaran! Walau saya mengijinkanmu untuk
menemui pangeran Mahkota tapi penjaga lain tidak! Apalagi saya mendengar jika
akan ada jendral lainnya yang akan menambah penjagaan disini. Jika sampai
mereka mengetahui saya mengizinkan seorang pemuda asing menemui Pangeran
Mahkota maka mereka tidak akan segan untuk melaporkannya pada kaisar.
Walau mereka hanyalah
jendral bintang 2 namun di mata kaisar, selama itu memiliki kekuatan maka ia
akan dihargai. Sebab itu jika mereka sampai melaporkan saya maka bukan hanya
kau yang akan ditangkap, saya juga akan dipenjara. Dan asal kau tahu, saya
mungkin hanya akan mendapat hukuman penjara paling lama 2 tahun kemudian di
bebaskan. Tapi kau…” Benjamin menghentikan penjelasannya.
__ADS_1
Ia kemudian mendecak
kecil menirukan bunyi cicak lalu melanjutkan ucapannya “Kau akan dihukum mati!”
Benjamin menggunakan tangannya dileher lalu melakukan sebuah Gerakan menggesek
pelan lehernya dengan jari telunjuk.
Reynal menelan
ludahnya, ia mengangguk cepat. Wajahnya sedikit pucat mendengar ancaman
Benjamin. Pria tua itu melihat pemuda dihadapannya itu ketakuan tidak dapat
menahan tawanya.
“Saya tidak mengira
jika hanya mengancammu seperti itu membuatmu ketakutan! Hahaha menarik!,
menarik!” ucapnya sambil mengelus dagunya yang sedikit tumbuh janggut halus.
“Sekarang kau bisa
pergi! Temui saya di restoran nanti malam sekitar jam 9!”
Benjamin tidak
menunggu balasan dari Reynal segera melangkah mendekati penginapan. Pemuda itu
kemudian menggeleng pelan sebelum pergi dari sana dengan cepat.
~~
waktu 3 jam setelah Reynal pergi dari Akademi Beladiri, Ketua Remi mendapatkan
surat yang ditulis oleh Reynal kepada dirinya. Ketua Remi sedikit terkejut,
walau dalam surat ditangannya itu tidak mendapati penjelasan mengenai tujuan
Reynal namun ia bisa menebaknya jika Reynal pergi menemui Pangeran Mahkota di
kekaisaran Humanie.
Ketua Remi tidak
begitu khawatir sebab menurutnya pemuda itu memiliki keahlian dalam menyamar
dan membaur begitu tinggi sehingga sulit untuk ditemukan jejak dan juga
keberadaannya oleh faksi kekaisaran.
“Semoga dia dapat
menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh putri Rose.” Harap ketua Remi.
Wanita itu, walau
dirinya memiliki sedikit kebencian dan kekesalan dengan kerajaan Zein karena
__ADS_1
pihak tersebut menolak mentah- mentah ajakannya untuk membangun faksi namun
kedekatannya dengan Putri Rose dapat sedikit dikatakan baik.
Dulu keduanya sedikit
banyak berbincang mengenai strategi pengembangan, membangun kekuatan ataupun
mengatur anggota Akademi membuat keduanya memiliki sedikit pemahaman terhadap
satu dan yang lainnya.
Disaat Ketua Remi
ingin menyimpan pesan Reynal, Eliza memasuki ruangannya dengan sedikit
tergesah- gesah. Ketua Remi sempat bingung karena Eliza jarang sekali bertindak
seperti itu.
Namun ketika ia
melihat raut wajah Eliza yang sedikit kurang mengenakkan membuat beberapa rasa
khawatir muncul dibenaknya. Ketua Remi segera bertanya apa hal yang membuat
Eliza seperti itu.
“Gawat, Hell Memoth
Kembali menyerang! Mereka sepertinya akan menyerang dengan beberapa kelompok
pasukan yang jumlahnya cukup banyak” lapor Eliza.
“Apa? Sepertinya
mereka sedikit tidak sabar! Cepat hubungi tetua Utama Qin Feng, katakan padanya
untuk mengaktifkan formasi pembunuh dan serangan Sihir”
Eliza mengangguk
cepat, ia kemudian bergerak menuju bagian timur Akademi Beladiri yang menjadi
pusat pengembangan. Pada pusat pengembangan, terdapat 5 blok besar yang menjadi
5 pusat pengembangan Akademi Beladiri.
Eliza segera memasuki
sebuah bangunan yang paling besar di dalam salah satu blok. Disana ia mendapati
tetua Utama Qin Feng sedang mengerjakan beberapa rangka dan dasar dari sebuah
formasi baru yang akan ia kembangkan di masa depan.
“Tetua! Hell Memoth
Kembali menyerang! Ketua Remi memerintahkan untuk mengaktifkan formasi pembunuh
__ADS_1
dan serangan sihir!” kata Eliza ketika wanita itu telah berada disebelah kiri
tetua Qin Feng.