Dark Game

Dark Game
37. Pusaka Kotak Panggilan


__ADS_3

“Sepuluh bangsa terkuat”


“Apa maksudnya?”


“Sepuluh bangsa yang telah menduduki kekuatan terkuat dunia Soun. Salah satu diantara mereka yaitu bangsa Peri, Penyihir, Drawf dan Manusia.”


“Bangsa Peri memiliki sayap sebagai lambang kekuatan mereka begitu pula bangsa penyihir dan iblis yang memiliki tanduk kekuatan pada wajah mereka sedangkan manusia memiliki tingkat kepintaran yang jauh diatas mereka.”


“Aku memiliki tiga karakter yaitu Peri, Iblis atau Penyihir dan Manusia. Memiliki sayap, tanduk dan pemikiran yang hebat. Namun dibalik itu semua banyak hal buruk yang terjadi.”


Gara mulai menjelaskan kepada sepuluh legenda mengenai asal usul dirinya, ia kembali menyembunyikan sayap dan tanduknya agar tidak menarik perhatian lebih. Setelah mereka puas, Gara kembali menuju tempat latihan tertutupnya.


Ia memunculkan sayap serta tanduknya, dengan segera ia mempelajari cara mengaktifkan keduanya pada buku pusaka.


“Ternyata, bukan hanya terdapat ilmu untuk mengaktifkan kekuatan ini tapi juga dapat membuat orang lain memiliki kekuatan yang hebat.”


~~

__ADS_1


Sebulan kemudian, Gara telah berhasil mengaktifkan kekuatan ketiga pasang sayapnya. Tiga pasang sayapnya memiliki berbagai kekuatan yang berbeda. Sayap pertama memiliki kekuatan elemen lalu yang kedua memiliki kekuatan dimensi ruang dan waktu dan sepasang sayap terakhir memiliki kekuatan racun dan obat.


Sayap elemen Gara dapat mengeluarkan berbagai macam elemen lewat perantara bulu sayapnya. Gara tidak perlu lagi mengeluarkan sihir dan kekuatan element untuk melakukan serangan. Serangan yang dihasilkan juga setara dengan kekuatan Gara saat ini.


Gara dapat terbang bebas dengan sayapnya, ia tidak perlu lagi menunggangi sapu terbang ataupun elang perak panggilannya. Setelah puas mencoba kekuatan barunya, Gara mencoba untuk membuka pusaka yang kedua yaitu kotak dengan berbagai macam simbol.


Setelah ia membukanya, selusin cahaya keluar dari sana. Cahaya itu kemudian berubah menjadi berbagai macam monster dengan bentuk yang berbeda.


Gara bersiap untuk membuat pertahanan, dua belas monster dihadapannya memiliki kekuatan semesta lapisan akhir. Gara mengeluarkan tongkat saintnya dan bersiap untuk menyerang namun segera saja sebuah sapaan menghentikannya.


“Kami adalah dua belas monster rasi bintang, monster panggilan terkuat setelah para dewa mulai hari ini kami adalah mahkluk panggilan anda.” ucap salah satu dari monster tersebut


Belum selesai Gara mempelajari pusaka pemanggilan, seorang murid akademi memanggilnya dan memberitahukan bahwa diluar tembok pertahanan kota Air Biru terdapat pasukan yang sangat besar.


“Master Draco dan walikota Sindo meminta agar master Gara segera kesana” ucapnya nampak terburu- buru.


“Baiklah, kau bisa kembali sekarang. Aku akan segera kesana”

__ADS_1


Gara segera menuju tembok pertahanan, ia mengendarai elang perak sebab tidak ingin banyak orang yang mengetahui bahwa ia memiliki sayap dan tanduk.


Dalam sekejap, Gara telah sampai di daerah perbatasan. Disana telah berdiri sepuluh legenda dan beberapa guru akademi beladiri.


Para prajurit juga bersiaga pada pos mereka masing masing. Firasat Gara mengatakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.


Gara mencoba untuk melihat situasi dari udara. Sungguh terkejutnya ia melihat dua pasukan besar saling berhadapan.


Salah satu pasukan tersebut mengibarkan bendera seekor kuda perang berwarna hitam legam dengan pose sedang berlari. Gara mengetahui bendera tersebut, itu adalah lambang dari kerajaan Horsox Multie.


Kota Air Biru, kota Awan dan beberapa kota sekitar adalah bagian dari kekuasaan kerajaan Horsox Multie. Wajar saja jika pasukan kerajaan berada disekitar kota Air Biru namun yang membuat Gara tidak mengerti adalah pasukan lainnya yang terlihat sedang ingin melawan pasukan kerajaan.


“Ini tidak mungkin, Draco mengatakan kerajaan Horsox akan berperang melawan Krunch Kingdom dua tahun lagi bukankah ini terlalu cepat?”


Gara memberitahukan keadaanya kepada seluruh legenda, mereka semua terkejut dengan informasi yang disampaikan oleh Gara.


“Kota Air Biru belum melakukan persiapan untuk ini, habislah kita” Sang legenda Pemanah Dinda segera berlari menuju pos pertahanan.

__ADS_1


“Aku akan mengawasi mereka semua, jika pasukan mereka berani mendekat dan mengacau kota ini maka mereka akan mendapatkan akibatnya” ia mengeluarkan busurnya dan memerintahkan seluruh prajurit jarak jauh untuk bersiap.


__ADS_2