
Reynal merasa sangat kelaparan, walau ia memiliki tenaga dan energi yang besar tetap saja nalurinya dan kebutuhan pokoknya sebagai manusia tetap harus terpenuhi. Ia akhirnya berjalan keluar penginapan dan menemukan sebuah restoran yang sangat besar.
Restoran tersebut memiliki ukuran yang paling besar dikota ini sehingga Reynal berpikir untuk mencoba hidangan yang terdapat disana. Pada saat memasuki restoran, Reynal segera manrik perhatian seluruh pengunjung.
Ini disebabkan Reynal memiliki pakaian yang sangat lusuh bahkan seperti pengemis jalanan. Salah seorang pelayan segera melayani Reynal. Pelayan itu sangat sopan pada Reynal walau memiliki penampilan seperti seorang pengemis. Ini menandakan bahwa restoran tersebut tidak memandang orang dari pakaiannya.
Reynal memilih duduk di sebuah meja yang berada disudut ruangan. Ia tidak ingin menarik banyak perhatian sehingga memilih untuk duduk pada meja yang paling ujung disana. Reynal memesan beberapa porsi makanan yang terbaik, pelayan itu segera mencatat pesanan Reynal. Setelah selesai mencatat pesanan, pelayan resto itu kembali ketempatnya untuk menghidangkan makanan.
Tidak butuh waktu lama Reynal akhirnya dapat menikmati hidangan yang dipesannya. “Ini sangat enak untuk taraf restoran yang mahal.” Ucap Reynal setelah mencoba beberapa porsi.
__ADS_1
Pada saat Reynal sedang asik menikmati makanan yang dihidangkan dimejanya, sepasang muda mudi dengan pakaian yang mewah memasuki restoran yang sama. Pasangan tersebut kemudian duduk di sebuah meja tepat disebelah Reynal.
Sebenarnya sang pemuda sedikit merasa kecewa sebab mendapatkan tempat di ujung namun setelah melihat suasana restoran yang sangat ramai ia hanya tersenyum tipis. Lain halnya dengan sang pemuda, pasangannya terlihat sangat risih ketika melihat Reynal duduk di sebuah meja dekat mereka.
Wanita itu menatapnya dengan tatapan merendahkan sambil menutup hidungnya. Melihat Reynal tidak menggubris tindakannya membuat ia sedikit kesal hingga membisikkan sesuatu pada pasangannya.
Setelah memesan beberapa hidangan sang pria akhirnya berdiri menuju meja Reynal karena tidak tahan dengan ocehan pasangannya. “Maaf, tapi sepertinya anda harus pergi dari sini.” Pria itu berusaha untuk tetap sopan pada Reynal bagaimana pun juga ia harus menjaga wibawa serta harga dirinya di restoran tersebut.
Reynal terlihat acuh tak acuh dengan pria tersebut, ia lebih memilih untuk menikmati makananya. Melihat Reynal bersikap seperti itu membuat pria itu menghela nafasnya, “Tapi sepertinya aku harus menggunakan kekerasan untuk mengusir anda” ucapnya berubah menjadi lebih keras dan mengandung sedikit kemarahan.
__ADS_1
“Apa alasannya sehingga aku harus pindah dari sini?” Reynal menghentikan kegiatan makannya lalu menatap pemuda itu.
“Perkenalkan nama saya Alexa Baron, anak dari Bangsawan Baron salah satu bangsawan Zein Kingdom” ucap pemuda bernama Alex tersebut.
“Bangsawan Baron?”
“Benar, sekiranya anda dapat memberikan muka pada nama besar ayah saya” Alexa tersenyum bangga. Ia merasa Reynal terkejut mendengar nama ayahnya dan segera pergi dari restoran karena takut menyinggung keluarganya.
“Putri Rose mengatakan bahwa keluarga bangsawan di kerajaan Zein tidak memiliki banyak kedudukan yang berarti sebab ketika mereka tidak lagi memiliki penerus dengan bakat yang besar maka itu akan menjadi sebuah kemunduran keluarga.” Reynal berusaha mengingat kembali sistem dari Zein kingdom yang di ceritakan oleh Putri Rose dahulu.
__ADS_1