Dark Game

Dark Game
457


__ADS_3

Reynal menaiki tangga batu membuat suara


langkah. Eliza yang menatap bulan segera berbalik dan mendapati Reynal yang


telah berada tepat dibelakangnya. Sejenak Eliza dapat merasakan jantungnya


berpacu cepat ketika tubuhnya sangat dekat dengan Reynal.


“Saya kira dapat membuatmu terkejut tapi


sepertinya itu tidak mungkin” Reynal tertawa kecil, Ia mengambil tempat


disamping Eliza.


Reynal memandang bulan di langit, lalu berkata


“Pemandangan bulan dari dulu adalah hal yang biasa, saya terkejut melihat seorang


Eliza yang melihat bulan seperti melihat pemandangan indah”


“Bulan memiliki keindahan sendiri pada setiap orang.


Kadang orang melihat bulan akan melihat pemandangan yang menyenang, kadang juga


menenangkan, bahkan menyedihkan. Tapi beberapa orang juga akan melihat bulan


seperti biasa saja dan membosankan.” balas Eliza yang selesai menormalkan detak


jantungnya.


Eliza kemudian mengalihkan pandangannya pada


Reynal. Pemuda itu mampu membuat jantungnya bekerja dua kali lebih keras dari


biasanya kini mengikuti kegiatannya memandang bulan.


Sejenak angin malam berhembus cukup keras


membuat rambut Eliza sedikit berkibar. Angin membawa beberapa helai rambut


Eliza yang panjang menyentuh wajah Reynal tanpa sengaja. Rambut Eliza malam itu


memang sengaja ia geraikan, ia sungguh mulai merubah gayanya menjadi lebih


feminim semenjak pertemuannya dengan Reynal.


Eliza buru- buru menarik rambutnya dan segera


mengikatnya dengan menggunakan sebuah penjepit. Reynal menoleh, ia melihat


wajah Eliza yang sedikit terkena pantulan sinar bulan.


Eliza memiliki paras yang cantik dan menawan,

__ADS_1


dengan sinar bulan yang memantul dari wajahnya membuat wajahnya semakin


bersinar. Reynal secara tidak sadar menatap Eliza tanpa berkedip selama


beberapa detik.


Ia baru tersadar ketika Eliza telah selesai mengikat rambutnya.


“Kenapa kau memandang wajahku? apa ada yang salah?” tanya Eliza ketika mendapati Reynal menatap wajahnya.


“Oh tidak ada. Wajahmu baik- baik saja”


Reynal menghela nafas pelan, ia berkata pada


Eliza “Saya pernah berjanji pada ayahmu untuk selalu menjaga keluarga Crow dan


dirimu. Saya harap kau tidak pernah membahayakan diri karena saya tidak bisa


berada dan menjagamu seperti janji itu. Saya tidak tahu mengapa namun setiap


saya memikirkan betapa sayangnya ayahmu pada anaknya, sedikit rasa iri muncul.


Kau memiliki ayah yang perhatian dan peduli. Seandainya saya juga bisa


memilikinya”


Eliza terkejut mendengar perkataan Reynal,


berbeda.


“Bulan memang indah, ia selalu memberikan


cahaya setiap malam yang gelap. Tapi apakah kau tahu jika bulan juga memiliki


sisi yang gelap? Ia hanya memperlihatkan pada kita sisi terangnya dan selalu


menyembuyikan sisi gelapnya. Ia selalu berusaha menyembunyikan hal itu tapi


selalu saja ada orang yang dapat melihatnya. Itulah yang membuat saya begitu


nyaman dan merasa keindahan bulan begitu menakjubkan. “


Eliza berbalik, ia kini menghadap ke arah Reynal. “Ini sudah malam, saya akan kembali dulu. Istirahatlah!”


Eliza menepuk pundak Reynal setelah ia mengumpulkan banyak keberanian. Lalu dengan cepat berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Reynal yang masih menatap bulan dengan pandangan yang berbeda.


~~


Esok harinya, sekitar 300 orang berkumpul


menunggu Reynal. Mereka adalah ahli dalam berbagai bidang yang telah disiapkan


oleh ketua Remi.

__ADS_1


Sementara itu Reynal sedang berpamitan pada


semua teman- temannya. Ia tidak tahu kapan akan kembali lagi dan berkumpul


bersama.


“Reynal, kami akan menunggumu di pertarungan


100 pendekar terkuat. Saya harap saat itu kau mungkin bisa masuk ke dalam 50


atau 30 besar.” ucap ketua Remi.


Reynal mengangguk, ia kemudian mengambil alih


komando dari 300 orang lalu mulai berjalan pelan meninggalkan kota Air Biru.


Awalnya mereka menunggang kuda namun merasa kecepatan pasukannya kurang, Reynal


segera menghentikannya lalu dengan sebuah sihir yang sama ketika mengangkut


3000 muridnya ke guild Raja Nirwana, begitupula 300 dari mereka dibawa oleh


Reynal.


Mereka tidak terkejut mendapati Reynal


memiliki sihir yang seperti itu, bahkan mereka menjadi lebih patuh dan bangga


dapat mengikuti orang seperti Reynal sebagai pimpinan.


Akhirnya setelah terbang selama beberapa jam,


Reynal dapat melewati perbatasan antara kerjaaan Horsox dan Zein. Setelah itu


ia melakukan perjalanan memutar sehingga tidak melewati pertahanan dari


kerajaan Horsox menuju kerajaan Night.


Namun ditengah perjanan, barulah Reynal


merasakan jika dirinya sedang diikuti. Ia kemudian mengeluarkan sebuah cermin


dimana dirinya berada membentuk sebuah titik biru dan tak jauh sekitar 400


sampai 500 meter dari sana beberapa titik merah berkumpul.


Reynal melihat hal itu menjadi lebih dingin,


ia sungguh tidak menduga jika ada yang mengikutinya. Reynal diam- diam khawatir


jika orang yang mengikutinya telah mengetahui jika ia baru saja keluar dari


kerajaan Horsox.

__ADS_1


__ADS_2