
Reynal menaiki tangga batu membuat suara
langkah. Eliza yang menatap bulan segera berbalik dan mendapati Reynal yang
telah berada tepat dibelakangnya. Sejenak Eliza dapat merasakan jantungnya
berpacu cepat ketika tubuhnya sangat dekat dengan Reynal.
“Saya kira dapat membuatmu terkejut tapi
sepertinya itu tidak mungkin” Reynal tertawa kecil, Ia mengambil tempat
disamping Eliza.
Reynal memandang bulan di langit, lalu berkata
“Pemandangan bulan dari dulu adalah hal yang biasa, saya terkejut melihat seorang
Eliza yang melihat bulan seperti melihat pemandangan indah”
“Bulan memiliki keindahan sendiri pada setiap orang.
Kadang orang melihat bulan akan melihat pemandangan yang menyenang, kadang juga
menenangkan, bahkan menyedihkan. Tapi beberapa orang juga akan melihat bulan
seperti biasa saja dan membosankan.” balas Eliza yang selesai menormalkan detak
jantungnya.
Eliza kemudian mengalihkan pandangannya pada
Reynal. Pemuda itu mampu membuat jantungnya bekerja dua kali lebih keras dari
biasanya kini mengikuti kegiatannya memandang bulan.
Sejenak angin malam berhembus cukup keras
membuat rambut Eliza sedikit berkibar. Angin membawa beberapa helai rambut
Eliza yang panjang menyentuh wajah Reynal tanpa sengaja. Rambut Eliza malam itu
memang sengaja ia geraikan, ia sungguh mulai merubah gayanya menjadi lebih
feminim semenjak pertemuannya dengan Reynal.
Eliza buru- buru menarik rambutnya dan segera
mengikatnya dengan menggunakan sebuah penjepit. Reynal menoleh, ia melihat
wajah Eliza yang sedikit terkena pantulan sinar bulan.
Eliza memiliki paras yang cantik dan menawan,
__ADS_1
dengan sinar bulan yang memantul dari wajahnya membuat wajahnya semakin
bersinar. Reynal secara tidak sadar menatap Eliza tanpa berkedip selama
beberapa detik.
Ia baru tersadar ketika Eliza telah selesai mengikat rambutnya.
“Kenapa kau memandang wajahku? apa ada yang salah?” tanya Eliza ketika mendapati Reynal menatap wajahnya.
“Oh tidak ada. Wajahmu baik- baik saja”
Reynal menghela nafas pelan, ia berkata pada
Eliza “Saya pernah berjanji pada ayahmu untuk selalu menjaga keluarga Crow dan
dirimu. Saya harap kau tidak pernah membahayakan diri karena saya tidak bisa
berada dan menjagamu seperti janji itu. Saya tidak tahu mengapa namun setiap
saya memikirkan betapa sayangnya ayahmu pada anaknya, sedikit rasa iri muncul.
Kau memiliki ayah yang perhatian dan peduli. Seandainya saya juga bisa
memilikinya”
Eliza terkejut mendengar perkataan Reynal,
berbeda.
“Bulan memang indah, ia selalu memberikan
cahaya setiap malam yang gelap. Tapi apakah kau tahu jika bulan juga memiliki
sisi yang gelap? Ia hanya memperlihatkan pada kita sisi terangnya dan selalu
menyembuyikan sisi gelapnya. Ia selalu berusaha menyembunyikan hal itu tapi
selalu saja ada orang yang dapat melihatnya. Itulah yang membuat saya begitu
nyaman dan merasa keindahan bulan begitu menakjubkan. “
Eliza berbalik, ia kini menghadap ke arah Reynal. “Ini sudah malam, saya akan kembali dulu. Istirahatlah!”
Eliza menepuk pundak Reynal setelah ia mengumpulkan banyak keberanian. Lalu dengan cepat berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Reynal yang masih menatap bulan dengan pandangan yang berbeda.
~~
Esok harinya, sekitar 300 orang berkumpul
menunggu Reynal. Mereka adalah ahli dalam berbagai bidang yang telah disiapkan
oleh ketua Remi.
__ADS_1
Sementara itu Reynal sedang berpamitan pada
semua teman- temannya. Ia tidak tahu kapan akan kembali lagi dan berkumpul
bersama.
“Reynal, kami akan menunggumu di pertarungan
100 pendekar terkuat. Saya harap saat itu kau mungkin bisa masuk ke dalam 50
atau 30 besar.” ucap ketua Remi.
Reynal mengangguk, ia kemudian mengambil alih
komando dari 300 orang lalu mulai berjalan pelan meninggalkan kota Air Biru.
Awalnya mereka menunggang kuda namun merasa kecepatan pasukannya kurang, Reynal
segera menghentikannya lalu dengan sebuah sihir yang sama ketika mengangkut
3000 muridnya ke guild Raja Nirwana, begitupula 300 dari mereka dibawa oleh
Reynal.
Mereka tidak terkejut mendapati Reynal
memiliki sihir yang seperti itu, bahkan mereka menjadi lebih patuh dan bangga
dapat mengikuti orang seperti Reynal sebagai pimpinan.
Akhirnya setelah terbang selama beberapa jam,
Reynal dapat melewati perbatasan antara kerjaaan Horsox dan Zein. Setelah itu
ia melakukan perjalanan memutar sehingga tidak melewati pertahanan dari
kerajaan Horsox menuju kerajaan Night.
Namun ditengah perjanan, barulah Reynal
merasakan jika dirinya sedang diikuti. Ia kemudian mengeluarkan sebuah cermin
dimana dirinya berada membentuk sebuah titik biru dan tak jauh sekitar 400
sampai 500 meter dari sana beberapa titik merah berkumpul.
Reynal melihat hal itu menjadi lebih dingin,
ia sungguh tidak menduga jika ada yang mengikutinya. Reynal diam- diam khawatir
jika orang yang mengikutinya telah mengetahui jika ia baru saja keluar dari
kerajaan Horsox.
__ADS_1