
( Season 2 ! ! ! )
Gara membuka matanya perlahan, penglihatannya buram sampai beberapakali mengerjap barulah ia melihat ruangan asing di hadapannya dengan jelas. Ia mencoba untuk mengenali ruangan itu namun tidak bisa, kemudian ia mencoba untuk mengingat kembali kejadian sebelumnya.
Gara mengingat sebelumnya ia terlibat perang namun sesuatu terjadi, retakan besar dilangit terjadi dan gara tidak mengingat lagi kelanjutannya. Lama terpaku dengan pikirannya, seorang memasuki ruangan sambil membawa nampan kayu.
“Kau sudah sadar nak?” suara itu menggema dalam pikiran Gara, membawakan sebuah ingatan asing yang ia tidak pernah jalani.
Ingatan itu terus terulang hingga Gara menghapal setiap kejadian yang ada. Dalam ingatan itu, terdapat seorang anak kecil yang berasal dari keluarga biasa yang tergolong miskin.
Terbukti dengan pakaian yang ia gunakan, anak itu memiliki nama yang sama dengan Id pemain Reynal yaitu Gara.
Dalam ingatannya, Gara adalah seorang anak kecil dengan kemampuan yang lemah membuat keluarganya di pandang sebelah mata oleh klannya. Karena kekuatannya yang lemah ia juga dibuang oleh keluarga kandungnya.
__ADS_1
Ingatan terakhir adalah ketika Gara diangkat menjadi anak kemudian diasuh oleh seorang wanita tua berumur 70 tahun. Wanita itu menemukan Gara sedang berjalan lemah kearah mulut hutan, ia tidak tega sehingga membawa Gara pulang kerumahnya dan memutuskan untuk menjadikannya anak.
Wanita tua itu akhirnya menjadi orang tua angkat Gara, mereka berdua tinggal disebuah desa bernama Air Biru. Desa yang berada diperbatasan hutan Hujan Peri dan lingkungan manusia, namanya adalah Sindo.
“Nak?” wanita itu segera menggoyang tubuh Gara khawatir, ia melihat Gara telah sadar namun tidak ada respon darinya.
Gara tersentak kaget dan berhenti dari lamunannya, pikirannya masih belum normal saat ini. Ia masih belum bisa mengerti apa yang terjadi pada dirinya, status permainan Dark Game juga menghilang.
“I-iya” Gara mencoba untuk menjawab sekadarnya karena ia masih belum mengerti dengan yang terjadi pada dirinya.
Gara memilih untuk tidak memperpanjang pembicaraan, ia berusaha untuk memutuskan sambungan namun tidak ada respon. Ia khawatir telah terjadi sesuatu yang besar.
“Saya akan keluar dulu, kau sebaiknya beristirahat” setelah wanita itu keluar, Gara mulai memikirkan kembali apa yang sebenarnya terjadi. Semakin ia berpikir namun semakin ia menemukan jalan buntu.
__ADS_1
Sebaiknya aku akan keluar dari sini terlebih dahulu, memeriksa semuanya dan kembali memikirkan yang terjadi.
Diluar rumah ia menemukan suasana pedesaan yang sangat asri, semuanya terasa nyata seakan bukan berada dalam dunia virtual.
“Kau sudah bisa bergerak nak? Kalau begitu temuilah sekelompok orang disana, mereka dari kemarin mencarimu” Sindo menunjukkan kearah sebuah gubuk yang tidak jauh dari halaman belakang.
“Sebelum itu saya ingin mengetahui apa yang terjadi sebelum saya pingsan dan sampai kesini”
“Itu.... kemarin kau diantar pulang oleh mereka dalam kondisi pingsan, untungnya saya melihat mereka membawamu dan menceritakan bahwa kau tinggal bersamaku disini, jadi mereka membawamu kesini dan menunggu sampai hari ini” Sindo menjelaskan semuanya kepada Gara
“Sepertinya mereka mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, aku harus segera menemui mereka”
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya makasih.. m