Dark Game

Dark Game
301. Pembantaian Perguruan Kertas Baja


__ADS_3

Enam pendekar terkuat dari perguruan Kertas Baja segera menemukan Parsi dan kedua legenda. Parsi sedikit tersenyum melihat mereka sebab salah satu orang yang paling ia cari juga ada disana. Parsi cukup terkejut, ia tidak menduga ketua dari perguruan Kertas Baja selamat dari insiden kemarin, ketika ia menggunakan kertas Penjaga Langit untuk menyerang para pendekar Semesta yang hadir dalam perguruan Pusaka Berat.


“Rupanya kau cukup beruntung, selamat dari maut! Tidak kuduga pertahanan Kertas Bajamu memang sekuat yang dikenal.” Parsi memulai aksinya. Keenam pendekar tersebut hanyalah berkekuatan Semesta lapisan lima, tidak ada sedikitpun dari mereka yang merupakan pendekar Dewa.


“Legenda Lucky, Legenda Rinto, sisanya aku serahkan pada kalian berdua” ucap Parsi sebelum mulai menyerang musuhnya.


“Parsi, kau sungguh sombong, walau telah menjadi pendekar Dewa lalu bermimpi untuk menghancurkan kami? Hahahah! Itu tidak akan terjadi”


Ketua dari Akademi Kertas Baja segera memerintahkan kelima tetua terbaik mereka untuk menyerang Parsi bersamaan. Mereka kali ini memiliki kepercayaan diri yang tinggi karena ilmu pertahanan mereka yang terkenal kuat.


“Kau tidak akan bisa menembus pertahanan dari perguruan kami! Sekarang terimalah kematianmu. Hahaha!” ucap ketua perguruan itu dengan percaya diri.


“Kita akan lihat, seorang yang berenang pertama tidak akan pernah dikatakan sebagai pemenang jika bukan yang tertawa terakhir.” Parsi segera mengaktifkan Kertas jima serangan yang setingkat dengan Semesta. Ia akan berusaha menghabiskan energi mereka berenam untuk mengaktifkan pertahanan tubuh mereka.


Semakin kuat serangan Parsi akan semakin banyak pula energi yang dipakai untuk membuat pertahanan aktif. Itu sebabnya Parsi membawa sekitar lima puluh kertas jimat Semesta dan Lima kertas jimat Penjaga Langit.


Bambambam! Ledakan begitu keras terdengar ketika serangan kertas jimat membentur pertahanan dari keenam pendekar. Seperti sebuah kertas putih polos yang tipis melindungi tubuh mereka yang berubah menjadi sekeras baja.


Tidak ada satupun lecet yang mereka derita melainkan tawa dan senyum menghina. Ketua perguruan Kertas Baja baru saja menghentikan tawanya ketika ia melihat senyum tenang dari Parsi.


Sejujurnya Parsi memang telah menduga hal tersebut. Sebab itu ia membawa begitu banyak kertas jimat serangan. Jeda sepuluh detik, Parsi kembali mengaktifkan kertas Jimat serangan, kali ini ia mengaktifkan dua kertas jimat. Parsi menggunakan kertas jimat untuk menyerang karena berpikir dirinya sangat tidak perlu untuk membuang- buang tenaga dan energi menghadapi mereka.


Sepuluh detik selanjutnya! Parsi meledakkan tiga kertas jimat membuat keenamnya sedikit mengalami kemunduran. Beberapa tetua mulai menunjukkan wajah serius. Energi mereka terkuras akibat serangan barusan.

__ADS_1


“Lemah! Hanya itu kemampuan pertahananmu? Sungguh menyedihkan!” Ejek Parsi


“Berusaha untuk Provokasi? Apa Akademi Beladiri ingin bertanding Verbal?!” Ketua Perguruan membalas provokasi Parsi. Setidaknya untuk saat ini ia masih tahan untuk di provokasi.


Tidak menunggu sepuluh detik, Parsi segera mengaktifkan keempat kertas jimat semesta ditangannya. Membuat serangan mendadak sehingga keenam pendekar tersebut terdorong mundur lebih jauh.


Kali ini seorang tetua yang terlemah diantara mereka mulai mengalami pucat pasi akibat energi yang terkuras begitu cepat dan dalam porsi yang banyak. Parsi melihat peluang, tetua tersebut sepertinya ingin menyerah sehingga ia mengangkat tangannya berdamai.


“Apa yang kau lakukan bodoh? Kau ingin menyerah?” umpat ketua perguruan menatap salah satu tetua perguruannya dengan marah.


“Ketua, aku tidak ingin mati seperti ini!” balasnya. Ia segera memandang Parsi dengan tatapan memohon. “Tuan tolong!”


“Aku akan beri kalian kesempatan untuk hidup, tapi sebagai gantinya kalian akan menjadi tawanan Akademi Beladiri untuk sementara waktu.” Parsi memulai aksinya, dalam hal membujuk ia dapat dikatakan handal walau tidak terlalu ahli.


Tanpa pemberitahuan selanjutnya tetua tersebut segera mengangguk dan berjalan memisahkan diri dari yang lainnya. Parsi segera mengikatnya dengan pusaka tali pengikat yang ia miliki.


Tentu saja dari kelimanya kembali beberapa hati mulai merasa goyah dengan pilihannya. Parsi menunggu hal itu, setidaknya ia dapat mengambil tiga tetua untuk tawanan lalu sisanya akan ia habisi.


“Tetua He, kau sungguh licik, Sungguh penghianat sejati! Perguruan Kertas Baja tidak akan memaafkanmu!” Ketua Perguruan kembali mengumpat kesal, ia menatap Parsi dengan tatapan marah yang tak terbendung.


Bambambambam!


Parsi kembali mengaktifkan lima kertas jimat tingkat Semesta tanpa memperdulikan tatapan seperti itu. serangan Parsi membuat tiga tetua lainnya dalam posisi berlutut mengeluarkan darah.

__ADS_1


Sekuat dan sebanyak apapun energi mereka, kini telah terkuras habis. Mereka telah menahan setidaknya sepuluh kertas jimat semesta membuat wajah mereka mengalami hal yang sama dengan tetua He.


“Parsi, kau sungguh biadab! Lihat saja aliansi 4 perguruan akan menghancurkan Akademi Beladiri layaknya seekor semut kecil!”


“Kalian sungguh ingin mati? Bodoh! Sekarang kalian masih percaya dengan 4 perguruan besar tersebut?” Parsi bersiap mengeluarkan enam kertas jimat lainnya.


Bambambambam! Enam ledakan kembali menimpa kelimanya secara brutal dan kejam. Seorang tetua telah tewas dalam melindungi tubuh mereka sementara tiga lainnya juga dalam posisi kurang menguntungkan. Hanya ketua Perguruan yang masih terlihat cukup baik.


“Kau bilang sebelumnya semut kecil bukan? Aku akan tunjukkan kepada kalian apa itu semut kecil.” Parsi kembali ingin meledakkan tujuh kertas jimat bersamaan namun ketiga tetua segera menahan.


“Tunggu tuan”


“Kami mengaku, kami akan menjadi tawanan anda! tolong jangan bunuh kami!”


“Benar! Kami akan bergabung dengan tetua He”


Ketiganya secara serempak segera mengeluarkan niat mereka. Tentu ketua perguruan merasa tidak senang dan marah. “Kurang ajar! Kalian ingin mengkhianatiku?!”


“Ketua, kali ini kami tidak ingin mengorbankan nyawa kami lagi, kau sebelumnya berkata pada kami bahwa aliansi akan datang menyelamatkan kita namun sepertinya itu tidak akan terjadi”


“Bodoh! Tenanglah, kedua leluhur serta pendekar dewa dari Perguruan Angin Timur telah datang melindungi kita. Mereka akan tiba sebentar lagi?” nada optimis dan percaya diri masih terlihat dari ucapan ketua perguruan.


Namun Parsi disisi lain hanya dapat tertawa puas, perutnya sakit ketika mendengar ucapan ketua perguruan Kertas Baja yang terdengar sangat bodoh. Jika mereka dapat menolong diri mereka saat ini mungkin mereka dapat menolong kalian, tapi dua pendekar Legenda telah bergerak menghabisi ketiganya.

__ADS_1


“Hahahah, pemikiran yang sempit! Kau pikir kenapa dua pendekar yang bersamaku sebelumnya juga belum kembali sampai saat ini jika bukan karena mereka sedang membantai ketiganya bersama dengan seluruh anggota perguruanmu”


Ucapan dari Parsi segera menjadi guntur dan kilat dalam pendengaran ketua perguruan, tubuhnya bergetar hebat setelah menyadari hal tersebut. Samar- samar aura dingin mulai menyusup pada bagian tulang belakangnya.


__ADS_2