
Reynal merasakan sakit
dibagian kepalanya ketika ia merasakan kesadarannya perlahan pulih. Ia pun
membuka matanya dan melihat pemandangan yang sedikit familiar, ia mencoba
mengingatnya dan segera ia mengetahui bahwa itu adalah kamarnya di dalam
Akademi Beladiri.
Sambil memegangi
kepalanya, Reynal berusaha untuk duduk. Ia sangat bingung mengapa dirinya bisa
ada di Akademi Beladiri.
“Seharusnya saya telah
mati di tangan Black Soul! Tapi …”
Belum sempat Reynal
menyelesaikan ucapannya, pintu ruangan terbuka dan menampilkan sosok wanita
berambut coklat panjang masuk membawa senampan makanan. Ia terlihat cantik
dengan riasan ala kadarnya dan juga bajunya yang terlihat pas ditubuhnya.
Wanita itu terkejut
mendapati Reynal yang tengah melihatnya, “Reynal kau sudah sadar?”
Wanita itu tidak lain
adalah Eliza, ia ingin mengantarkan makanan pada Reynal, berharap pemuda itu
akan sadar hari ini. Tapi yang tidak ia duga, harapan itu seolah dikabulkan
oleh takdir.
Ia dengan cepat
mendekati Reynal lalu menanyakan bagaimana kondisinya.
“Ya, saya sepertinya
masih sedikit pusing, tapi itu tidak apa- apa kok” Reynal menjawab sambil
tersenyum kecil.
__ADS_1
Eliza mengangguk, ia
kemudian mengambil sepiring bubur ayam di nampan “Ayo makan dulu, kau pasti lapar”
Reynal ingin menolak
namun tiba- tiba perutnya berbunyi dengan keras membuatnya hampir mengumpt
keras. Eliza yang mendengarnya tertawa
dan segera menyuapi Reynal dengan sesendok penuh bubur ayam.
Reynal sebenarnya bisa
makan dengan tangannya sendiri namun entah mengapa ia menurut saja ketika Eliza
menyuapinya. Sesendok bubur ayam masuk kedalam mulut Reynal.
Pemuda itu sedikit
terkejut sekaligus senang merasakan rasa bubur ayam yang sangat enak. Ia
kemudian bertanya pada Eliza “Enak! Ini persis sama dengan masakan Sindo!”
“Walau sama persis
tapi ini adalah buatanku! Kau seharusnya memujiku bukan Sindo” balas Eliza yang
Reynal terkejut ketika
mendengarnya, “Kau yang membuat ini?” pertanyaan itu dibalas anggukan oleh
Eliza.
Reynal sangat kaget,
sebab resep dari bubur ayam yang ia berikan pada Sindo adalah resep dari dunia
nyata. Memang, Reynal dulunya sangat pandai memasak karena kedua orang tuanya
sibuk kerja sampai ia dan Nino biasanya bangun pagi tanpa sarapan di meja.
Sebab itu Reyna
belajar memasak dan mulai mengambil alih tugas memasak dalam keluarganya. Adapun
bubur ayam adalah masakan andalan sekaligus kesukaan Reynal dan Nino. Reynal
biasanya akan membuat bubur ayam setiap dua hari sekali.
__ADS_1
Eliza mengerti
keterkejutan Reynal, ia berkata “Sebenarnya kesukaanmu adalah bubur ayam
bukan?”
“Bagaimana kau bisa
tahu kalau bubur ayam adalah makanan kesukaanku, ini juga adalah rasa yang sama
dengan resep yang saya berikan pada ketua Remi dan Sindo!”
Eliza tertawa kecil
lalu menjawab “Saya pernah bertanya pada Sindo tentang ini, dan dia yang
mengajarkan saya acara membuat bubur ayam. Selain itu saya juga sangat menyukai
bubur ayam yang sangat enak dan menghangatkan tubuh! Saya bahkan membuatnya
setiap beberapa hari sekali karena rasanya yang buat rindu!”
Reynal dan Eliza
kemudian tertawa kecil, mereka berdua bercerita tentang kehidupan pribadi serta
beberapa kejadian lucu mereka selagi Eliza menyuapi Reynal bubur Ayam. Tak
dirasakan bubur Ayam dalam mangkok yang cukup besar itu habis dimakan oleh
Reynal.
Pemuda itu merasa
sangat senang “Eliza, terimakasih karena telah membuatkanku bubur ayam”
“Ah, tidak apa- apa” Eliza
membereskan mangkok dan yang lainnya. “Saya keluar dulu yah, kau istirahatlah
sampai pusingmu hilang! Saya masih ada urusan yang perlu diurus”
Reynal mengangguk, ia
sekali lagi berterimakasih pada Eliza. Sampai ketika Eliza menghilang dari
balik pintu, Reynal mengingat pertanyaan yang awalnya sangat ingin ia tanyakan.
“Aduh saya lupa bertanya
__ADS_1
bagaimana saya bisa ada disini pada Eliza!” ucap Reynal sambil menepuk
jidatnya.