Dark Game

Dark Game
480


__ADS_3

Reynal merasakan sakit


dibagian kepalanya ketika ia merasakan kesadarannya perlahan pulih. Ia pun


membuka matanya dan melihat pemandangan yang sedikit familiar, ia mencoba


mengingatnya dan segera ia mengetahui bahwa itu adalah kamarnya di dalam


Akademi Beladiri.


Sambil memegangi


kepalanya, Reynal berusaha untuk duduk. Ia sangat bingung mengapa dirinya bisa


ada di Akademi Beladiri.


“Seharusnya saya telah


mati di tangan Black Soul! Tapi …”


Belum sempat Reynal


menyelesaikan ucapannya, pintu ruangan terbuka dan menampilkan sosok wanita


berambut coklat panjang masuk membawa senampan makanan. Ia terlihat cantik


dengan riasan ala kadarnya dan juga bajunya yang terlihat pas ditubuhnya.


Wanita itu terkejut


mendapati Reynal yang tengah melihatnya, “Reynal kau sudah sadar?”


Wanita itu tidak lain


adalah Eliza, ia ingin mengantarkan makanan pada Reynal, berharap pemuda itu


akan sadar hari ini. Tapi yang tidak ia duga, harapan itu seolah dikabulkan


oleh takdir.


Ia dengan cepat


mendekati Reynal lalu menanyakan bagaimana kondisinya.


“Ya, saya sepertinya


masih sedikit pusing, tapi itu tidak apa- apa kok” Reynal menjawab sambil


tersenyum kecil.

__ADS_1


Eliza mengangguk, ia


kemudian mengambil sepiring bubur ayam di nampan “Ayo makan dulu, kau pasti lapar”


Reynal ingin menolak


namun tiba- tiba perutnya berbunyi dengan keras membuatnya hampir mengumpt


keras.  Eliza yang mendengarnya tertawa


dan segera menyuapi Reynal dengan sesendok penuh bubur ayam.


Reynal sebenarnya bisa


makan dengan tangannya sendiri namun entah mengapa ia menurut saja ketika Eliza


menyuapinya. Sesendok bubur ayam masuk kedalam mulut Reynal.


Pemuda itu sedikit


terkejut sekaligus senang merasakan rasa bubur ayam yang sangat enak. Ia


kemudian bertanya pada Eliza “Enak! Ini persis sama dengan masakan Sindo!”


“Walau sama persis


tapi ini adalah buatanku! Kau seharusnya memujiku bukan Sindo” balas Eliza yang


Reynal terkejut ketika


mendengarnya, “Kau yang membuat ini?” pertanyaan itu dibalas anggukan oleh


Eliza.


Reynal sangat kaget,


sebab resep dari bubur ayam yang ia berikan pada Sindo adalah resep dari dunia


nyata. Memang, Reynal dulunya sangat pandai memasak karena kedua orang tuanya


sibuk kerja sampai ia dan Nino biasanya bangun pagi tanpa sarapan di meja.


Sebab itu Reyna


belajar memasak dan mulai mengambil alih tugas memasak dalam keluarganya. Adapun


bubur ayam adalah masakan andalan sekaligus kesukaan Reynal dan Nino. Reynal


biasanya akan membuat bubur ayam setiap dua hari sekali.

__ADS_1


Eliza mengerti


keterkejutan Reynal, ia berkata “Sebenarnya kesukaanmu adalah bubur ayam


bukan?”


“Bagaimana kau bisa


tahu kalau bubur ayam adalah makanan kesukaanku, ini juga adalah rasa yang sama


dengan resep yang saya berikan pada ketua Remi dan Sindo!”


Eliza tertawa kecil


lalu menjawab “Saya pernah bertanya pada Sindo tentang ini, dan dia yang


mengajarkan saya acara membuat bubur ayam. Selain itu saya juga sangat menyukai


bubur ayam yang sangat enak dan menghangatkan tubuh! Saya bahkan membuatnya


setiap beberapa hari sekali karena rasanya yang buat rindu!”


Reynal dan Eliza


kemudian tertawa kecil, mereka berdua bercerita tentang kehidupan pribadi serta


beberapa kejadian lucu mereka selagi Eliza menyuapi Reynal bubur Ayam. Tak


dirasakan bubur Ayam dalam mangkok yang cukup besar itu habis dimakan oleh


Reynal.


Pemuda itu merasa


sangat senang “Eliza, terimakasih karena telah membuatkanku bubur ayam”


“Ah, tidak apa- apa” Eliza


membereskan mangkok dan yang lainnya. “Saya keluar dulu yah, kau istirahatlah


sampai pusingmu hilang! Saya masih ada urusan yang perlu diurus”


Reynal mengangguk, ia


sekali lagi berterimakasih pada Eliza. Sampai ketika Eliza menghilang dari


balik pintu, Reynal mengingat pertanyaan yang awalnya sangat ingin ia tanyakan.


“Aduh saya lupa bertanya

__ADS_1


bagaimana saya bisa ada disini pada Eliza!” ucap Reynal sambil menepuk


jidatnya.


__ADS_2