Dark Game

Dark Game
99


__ADS_3

Perlu waktu beberapa menit untuk menentukan keberadaan ketiga tetua tinggi guild Black Undied. Setelah itu pemimpin kedua memberitahukan detail lokasi mereka bertiga juga beberapa elit yang bersama ketiganya.


Pemimpin pertama segera mengangguk dan mulai memberi perintah menyerang markas. Dalm hal ini kelima pemimpin mulai berpencar satu demi satu.


Melihat para pemimpin mereka telah bergerak, prajurit lainnya segera menyembunyikan diri mereka dan menunggu aba- aba untuk menyerang dari para pemimpin.


Reynal yang melihat dari bayang- bayang cukup puas dengan taktik yang digunakan. Ia kemudian terbang menyusup guild Black Undied. Sama seperti kelima pemimpin, Reynal juga telah berhasil mengetahui lokasi mereka .


Dengan cepat ia membuat kloning dirinya sebanyak 4 orang. Walau kloningnya mungkin tidak akan dapat menyerang musuh namun kecerdasan dan kemampuan fisiknya masih ada. Selain itu setiap dari penglihatan kloning akan dapat dilihat oleh Reynal selama itu tidak hancur/ mati.


Dengan begitu kelima Reynal masing- masing mulai mengikuti kelima pemimpin yang telah lama berpencar.


Kelima pemimpin tidak ada yang mengetahui jika mereka dibuntuti juga anggota guild Black Undied tidak mengetahui jika beberapa orang telah memasuki markasnya secara sembunyi- sembunyi.


Pemimpin pertama adalah yang pertama bertemu dengan seorang tetua tinggi. Tetua tinggi itu merupakan yang terkuat dari ketiga yang tersisa. Meski begitu pemimpin pertama tidak begitu cemas maupun takut ketika bertemu dengan lawannya.

__ADS_1


Ada senyum jijik diwajahnya ketika melihat lawannya.


“Siapa kamu?!” Tetua tinggi berteriak kaget ketika menjumpai pemimpin pertama yang tiba- tiba muncul tanpa dapat merasakan tanda- tandanya.


“Huh kau tidak memenuhi syarat untuk mengetahui nama saya!” ucap pemimpin pertama dengan sombong.


Setelah mengatakan hal itu segera penindasan yang kuat menuju tetua tinggi guild Black Undied. Penindasan itu begitu kuat sehinga belum lagi melepaskan kekuatannya, tetua tinggi itu bahkan tidak dapat bergerak ataupun sekedar berbicara. Hanya matanya yang masih bisa melirik pelan.


Namun yang merasakan penindasan itu hanyalah tetua tinggi Black Undied sedangkan untuk pemimpin pertama ia tidak merasakan apapun namun di wajahnya masih terdapat senyum jijik ketika melihat tetua guild Black Undied.


“Hanya dengan kekuatan khusus yang saya miliki kau sudah tak berdaya untuk bergerak. Bagaimana mungkin mampu melawanku?!” Setelah itu pemimpin utama mengangkat tangannya. Lalu kemudian muncul sebuah pedang dari energi yang ia miliki.


Pedang itu bersinar redup yang menandakan jika energi yang disalurkan pada pedang itu sangatlah rendah.


“Hanya dengan pedang energi yang rendah itu akan mampu membunuhmu hari ini!” Pemimpin Pertama berjalan mendekati tetua tinggi sambil tertawa terbahak- bahak. Ia kemudian menusukkan pedang tersebut tepat di jantung tetua tinggi.

__ADS_1


Tidak sampai disitu, pemimpin pertama kembali menusuk perut serta memotong kedua tangan tetua tinggi. Ada rasa sakit yang sangat dirasakan oleh tetua tinggi ketika penyiksaan itu terjadi. Ia dapat melihat jika pemimpin pertama masih tersenyum jijik ketika melihatnya.


“Huh jika saya tidak terburu- buru maka saya tidak akan memberimu kematian yang semudah ini!” ucap pemimpin pertama ketika menggerakkan pedang energinya untuk menebas leher tetua tinggi.


Trak! bunyi tulang yang patah bersamaan dengan terlemparnya kepala tetua tinggi diudara. Dengan jatuhnya tubuh dari tetua tinggi, berkurang pula pendekar elit guild Black Undied.


Setelah itu pemimpin pertama memberikan tanda dan simbol sesuai dengan arahan yang sebelumnya diberitahukan oleh Reynal agar jiwa dari tetua tinggi itu dapat ia gunakan untuk menjadi pasukan undied.


Pemimpin pertama kemudian kembali ke tempat dimana para pasukannya berkumpul mengingat tugasnya saat ini telah selesai.


Reynal yang melihat dari bayang- bayang kembali tersenyum puas, ia sedikit kagum dengan cara dan kekuatan yang dimiliki oleh pemimpin pertama yang kejam dan sombong.


Selain itu ia juga sedikit hampir terdeteksi oleh pemimpin pertama ketika kekuatan khusus penindasan menyapunya.


Untunglah ia dapat cepat menstabilkan posisinya sebelum kekuatan penindasan itu melumpuhkannya.

__ADS_1


__ADS_2