
Reynal tidak bisa untuk tetap tenang setelah mendengar keseluruhan cerita dari ketua Remi. Menurutnya pihak kekaisaran benar- benar tidak memandang mereka lagi, cukup untuk membuat penilaian yang berbeda baginya.
“Saya akan berbicara dengan prince Alex, ia memiliki sedikit sikap yang lebih baik. Tapi masalahnya kita tidak bisa membuat itu terjadi, guild Mata Angin selalu membuat kita sibuk mengurus mereka.” Keluh ketua Remi.
Pemuda itu bisa mengerti, ia kemudian mengingat sesuatu. “Ketua, apa keluarga Crow telah bertemu denganmu?”
Wajah dari ketua Remi kembali berbinar mendengar pertanyaan Reynal. Tentu pemuda itu selalu dapat membuatnya kagum.
Bagaimana dengan keluarga Crow? Mereka termasuk salah satu bangsawan terkuat di kekaisaran dan pemuda itu berhasil membawa sebagian besar kekuatan utama keluarga tersebut bergabung kedalam Akademi Beladiri.
__ADS_1
“Oh iya mereka sangat memuaskan, terlebih oleh putri Eliza yang cantik itu. ia begitu kuat” ketua Remi segera menceritakan mengenai keluarga Crow yang kini telah menjadi anggota resmi Akademi Beladiri. Keluarga Crow juga sangat berjasa pada Akademi Beladiri karena telah berhasil membuat perlawanan yang berarti untuk menghadapi beberapa guild besar di masa awal.
“Kini Keluarga Crow saya tugaskan untuk membantu tetua Parsi untuk membangun Akademi Beladiri yang baru di kerajaan Horsox. Kami juga tentu telah membangun kota Air Biru disana yang kembali dipimpin oleh Sindo.”
Setelah selesai menceritakan seluruh kejadian yang ada, ketua Remi mengajak Reynal untuk ikut membantu dalam pertempuran. Ketua Akademi yakin bahwa hari ini akan terjadi pertempuran sengit yang akan memastikan kota Air Biru akan diambil alih atau tidak.
“Reynal, kita harus berhati- hati dengan guild Mata Angin. Walau mereka tidak termasuk dalam perguruan sepuluh besar namun berkat bantuan kekaisaran, kekuatan mereka sangat berkembang pesat. Setidaknya terdapat 7 pendekar dewa disana yang masing- masing berada pada tahap awal.”
Namun mata ketua Remi berbinar cerah, ia sungguh terkejut mendengar ucapan pemuda itu. ia awalnya menduga Reynal akan nekat untuk menghadapi dua pendekar dewa. Dengan kekuatannya ia yakin pemuda itu dapat menghadapinya tapi untuk mengatakan enam pendekar dewa itu adalah mustahil.
__ADS_1
Bahkan pendekar dewa Fengtian tidak akan sanggup untuk berhadapan dengan tiga pendekar dewa dalam satu waktu tanpa bantuan senjata canggih. Reynal dapat melihat sinar keraguan dimata ketua Remi namun itu tidak membuatnya ingin tergerak menjelaskan hal tersebut.
Menurutnya akan lebih baik jika kepercayaan dirinya tetap terjaga dan bekerja dengan keras. Ia tidak ingin seluruh pasukannya mengetahui bahwa ia memiliki pasukan yang bahkan dapat membuat guild Mata Angin tidak berdaya sendirian. Itu akan membuat semangat pertempuran pasukannya menjadi lebih rendah dan kehilangan kesempatan untuk membangun kekuatan yang lebih untuk masa depan.
Hanya di medan perang, seorang pendekar akan menjadi lebih kuat dari yang lainnya. Sebab itu ia kemudian mengeluarkan senyum aneh menatap ketua Remi. Yang terakhir ditatap seperti itu merasa sangat tidak nyaman, ia mengetahui betul bahwa jika Reynal bersikap seperti itu maka ia meminta imbalan.
“Apa yang kau inginkan sebagai imbalannya?!” ketua Remi tersenyum masam. Terkadang ia heran melihat pemuda itu begitu menginginkan imbalan pada suatu waktu namun diwaktu yang lain ia bersikap seakan dewa penderma turun dibumi.
“Saya ingin seluruh mayat mereka!” terdapat rasa serakah mengalir dalam perkataanya. Tentu ia sangat menyadari hal ini dan tidak menyembunyikannya pada ketua Remi.
__ADS_1
Dengan mengambil seluruh mayat anggota guild Mata Angin akan menempatkan pasukan Undiednya lebih besar dan lebih kuat.
Ia tentu tidak akan melewatkan fakta bahwa guild Mata Angin memiliki lebih dari 300 pendekar Semesta dan setidaknya 800 pendekar Galaksi ditambah lagi 7 pendekar dewa membuat Reynal dapat merasakan air liurnya menetes.