
Reynal berjalan mengendap- endap mendekati
salah satu kelompok pengintai yang beranggotakan 5 orang. Reynal melihat
diantara 4 kelompok itu, kelompok yang sekarang di dekatinya merupakan kelompok
terlemah dengan hanya seorang pendekar dewa Lapisan 4 dan sisanya adalah
pendekar dewa lapisan 3.
Reynal segera mengeluarkan sebotol yang berisi
darah Poison King. Untuk membuat Five Magic Poison membutuhkan darah dari
seorang pendekar racun yang kuat. Sebab itu setiap kesempatan Reynal selalu meminta
darah Poison King.
Ia kemudian mengeluarkan 5 tetes darah
berwarna merah itu lalu mengendalikannya dengan mudah. Ia mengambil posisi
ancang- ancang lalu dengan sigap mengendalikan 5 tetes darah yang telah berubah
menjadi racun mematikan itu untuk memasuki tubuh lawannya.
Karena hanya berupa tetesan darah, kelimanya
tidak begitu memperhatikan. InI membuat Reynal menganggap mata- mata yang
dikirimkan untuk menyelidikinya cukup bodoh.
“Mereka tidak perlu repot memperhatikan darah
karena menurut mereka setetes darah yang terbang menuju kearahnya tidak akan
dapat melukai mereka berlima dengan mudah! Sungguh mereka sama sekali tidak
berpikiran jika darah tidak mungkin muncul secara tiba- tiba dan merasa ada
orang yang mengendalikannya” gumam Reynal.
5 Tetes darah yang dikendalikan oleh Reynla
akhirnya mengenai korbannya masing- masing. Reynal tentu tidak akan segera
__ADS_1
membunuh mereka semua, ia berniat bermain kepada musuhnya. Reynal kemudian
segera mengendalikan racun Five Magical kepada mereka membuat kelimanya segera
merasakan tubuh mereka memanas dan seluruh panca indra mereka lumpuh. Mereka
segera menjadi tuli, bisu, dan buta dalam sekejap.
Setelah itu Reynal kembali mengendap menuju
kelompok berikutnya. Kelompok tersebut memiliki 2 pendekar dewa lapisan 4. Reynal
melakukan hal yang sama dengan sebelumnya, dan benar saja kelimanya bertindak
ceroboh dan tidak memperhatikan darah yang kini telah mengenai tubuh mereka dan
mengalir di dalam aliran darah.
Kelompok tersebut segera menyusul penderitaan
kawannya, mereka menjadi cacat akibat racun yang diberikan Reynal kepada
mereka.
Reynal tertawa sebentar, 2 kelompok dalam
sebagian besar kelompok mata- mata atau pengintai yang dikirimkan oleh Halu
King sangat bodoh.
“Mereka sama sekali tidak bisa disebut mata-
mata! Mereka bodoh dan tidak waspada” ucap Reynal setelah ia menemukan kelompok
selanjutnya. Kali ini mereka berjumlah 6 orang dengan 2 pendekar dewa lapisan
4.
Reynal tidak segera mengirimkan racun Five
Magical pada mereka. Ia dapat melihat seorang pendekar lapisan 3 disana cukup
waspada daripada temannya yang lain.
Itu adalah seorang pemuda yang memiliki
__ADS_1
lambang guild besar Seribu Racun. Walau kelihatannya muda, Reynal berpikir jika
ia adalah seorang tetua yang memiliki ilmu untuk menjaga wajahnya tetap muda. Namun
baru kali ini dugaan Reynal salah, sebab pemuda itu memang benar memiliki wajah
seperti itu. Umurnya masih muda dan ia merupakan bakat yang cukup langka. Pemuda
itu mungkin akan sedikit lebih lemah dari Secret Ryu, salah satu sahabat
Reynal.
Untuk memancing situasi dan melihat
kewaspadaan pemuda itu, Reynal melemparkan 6 krikil yang cukup besar dan
dialiri oleh energi dan tenaga yang sangat besar. Keenam batu kerikil bergerak
dengan cepat dan segera mendekati mereka berenam dari arah belakang. Sebelum melempar, Reynal mengendalikan jarak
antara dirinya dan kelompok itu cukup jauh sehingga mungkin batu krikil akan
mengenai sasarannya setelah 30 detik atau semenit kemudian.
Tiba- tiba saja, pemuda itu menoleh
kebelakang. Reynal melihat pemuda itu merasakan kerikilnya namun tidak cukup
cepat untuk dapat merasakan seberapa besar energi yang ada. Lantas ia berteriak
cepat dan memperingatkan teman- temannya yang lain.
Namun tidak ada yang bergeming, mereka mendengarnya
seperti angin lalu terutama 2 pendekar dewa lapisan 4. Seorang diantaranya
bahkan memandangi pemuda itu tajam “Kau berhentilah bersikap seperti itu. Apa
yang kau rasakan? kami berdua akan merasakan bahaya lebih dulu daripada
kalian!” ucapnya.
Reynal yang mendengar ucapan pendekar itu dari
kejauhan sedikit tersenyum. Kini ia dapat yakin selain pemuda itu tidak ada
__ADS_1
seorang pun yang memiliki keahlian.