Dark Game

Dark Game
459


__ADS_3

Reynal berjalan mengendap- endap mendekati


salah satu kelompok pengintai yang beranggotakan 5 orang. Reynal melihat


diantara 4 kelompok itu, kelompok yang sekarang di dekatinya merupakan kelompok


terlemah dengan hanya seorang pendekar dewa Lapisan 4 dan sisanya adalah


pendekar dewa lapisan 3.


Reynal segera mengeluarkan sebotol yang berisi


darah Poison King. Untuk membuat Five Magic Poison membutuhkan darah dari


seorang pendekar racun yang kuat. Sebab itu setiap kesempatan Reynal selalu meminta


darah Poison King.


Ia kemudian mengeluarkan 5 tetes darah


berwarna merah itu lalu mengendalikannya dengan mudah. Ia mengambil posisi


ancang- ancang lalu dengan sigap mengendalikan 5 tetes darah yang telah berubah


menjadi racun mematikan itu untuk memasuki tubuh lawannya.


Karena hanya berupa tetesan darah, kelimanya


tidak begitu memperhatikan. InI membuat Reynal menganggap mata- mata yang


dikirimkan untuk menyelidikinya cukup bodoh.


“Mereka tidak perlu repot memperhatikan darah


karena menurut mereka setetes darah yang terbang menuju kearahnya tidak akan


dapat melukai mereka berlima dengan mudah! Sungguh mereka sama sekali tidak


berpikiran jika darah tidak mungkin muncul secara tiba- tiba dan merasa ada


orang yang mengendalikannya” gumam Reynal.


5 Tetes darah yang dikendalikan oleh Reynla


akhirnya mengenai korbannya masing- masing. Reynal tentu tidak akan segera

__ADS_1


membunuh mereka semua, ia berniat bermain kepada musuhnya. Reynal kemudian


segera mengendalikan racun Five Magical kepada mereka membuat kelimanya segera


merasakan tubuh mereka memanas dan seluruh panca indra mereka lumpuh. Mereka


segera menjadi tuli, bisu, dan buta dalam sekejap.


Setelah itu Reynal kembali mengendap menuju


kelompok berikutnya. Kelompok tersebut memiliki 2 pendekar dewa lapisan 4. Reynal


melakukan hal yang sama dengan sebelumnya, dan benar saja kelimanya bertindak


ceroboh dan tidak memperhatikan darah yang kini telah mengenai tubuh mereka dan


mengalir di dalam aliran darah.


Kelompok tersebut segera menyusul penderitaan


kawannya, mereka menjadi cacat akibat racun yang diberikan Reynal kepada


mereka.


Reynal tertawa sebentar, 2 kelompok dalam


sebagian besar kelompok mata- mata atau pengintai yang dikirimkan oleh Halu


King sangat bodoh.


“Mereka sama sekali tidak bisa disebut mata-


mata! Mereka bodoh dan tidak waspada” ucap Reynal setelah ia menemukan kelompok


selanjutnya. Kali ini mereka berjumlah 6 orang dengan 2 pendekar dewa lapisan


4.


Reynal tidak segera mengirimkan racun Five


Magical pada mereka. Ia dapat melihat seorang pendekar lapisan 3 disana cukup


waspada daripada temannya yang lain.


Itu adalah seorang pemuda yang memiliki

__ADS_1


lambang guild besar Seribu Racun. Walau kelihatannya muda, Reynal berpikir jika


ia adalah seorang tetua yang memiliki ilmu untuk menjaga wajahnya tetap muda. Namun


baru kali ini dugaan Reynal salah, sebab pemuda itu memang benar memiliki wajah


seperti itu. Umurnya masih muda dan ia merupakan bakat yang cukup langka. Pemuda


itu mungkin akan sedikit lebih lemah dari Secret Ryu, salah satu sahabat


Reynal.


Untuk memancing situasi dan melihat


kewaspadaan pemuda itu, Reynal melemparkan 6 krikil yang cukup besar dan


dialiri oleh energi dan tenaga yang sangat besar. Keenam batu kerikil bergerak


dengan cepat dan segera mendekati mereka berenam dari arah belakang.  Sebelum melempar, Reynal mengendalikan jarak


antara dirinya dan kelompok itu cukup jauh sehingga mungkin batu krikil akan


mengenai sasarannya setelah 30 detik atau semenit kemudian.


Tiba- tiba saja, pemuda itu menoleh


kebelakang. Reynal melihat pemuda itu merasakan kerikilnya namun tidak cukup


cepat untuk dapat merasakan seberapa besar energi yang ada. Lantas ia berteriak


cepat dan memperingatkan teman- temannya yang lain.


Namun tidak ada yang bergeming, mereka mendengarnya


seperti angin lalu terutama 2 pendekar dewa lapisan 4. Seorang diantaranya


bahkan memandangi pemuda itu tajam “Kau berhentilah bersikap seperti itu. Apa


yang kau rasakan? kami berdua akan merasakan bahaya lebih dulu daripada


kalian!” ucapnya.


Reynal yang mendengar ucapan pendekar itu dari


kejauhan sedikit tersenyum. Kini ia dapat yakin selain pemuda itu tidak ada

__ADS_1


seorang pun yang memiliki keahlian.


__ADS_2