
Wajah Black Soul terus
menerus menjadi jelek, bagaimana tidak serangannya yang paling kuat sekalipun
bahkan tidak mampu menggores sedikit saja tubuh dari golem raksasa yang
dihadapinya.
Sambil berteriak
kesal, Black Soul segera melemparkan puluhan sihir yang ia miliki beserta
serangan tombak yang mematikan pada golem giant namun tetap saja golem tersebut
tidak bergemim dari tempatnya.
Merasa serangannya
sia-sia, Black Soul menggunakan cara lainnya. Ia akan mengelilingi golem giant
lalu menyerangnya dari belakang namun naas sebelum Black Soul mampu
mengelilingi tubuh golem yang besar itu, ia sepenuhnya telah terpukul mundur
oleh tendangan keras dari monster raksasa itu.
Black Soul mencoba
untuk menahan namun pertahanannya bahkan tidak sampai setengah dari yang
dimiliki lawan membuatnya terpukul mundur. Tubuhnya segera menghantam tanah
dengan keras dan membuat rambutnya yang acak- acakan memiliki beberapa pasir
yang tersangkut disana.
Kemarahan Black Soul sekali
lagi membuatnya hilang kendali, Black Soul melemparkan tombaknya lalu kemudian
menggunakan sihir jiwa yang kuat dan menyerang Golem giant tersebut. Tombak
yang ia lemparkan adalah tombak senjata pusaka dari legenda Lancer dan
kekuatannya tidaklah dapat diremehkan.
Tombak tersebut
digabungkan dengan Jiwa Penembus Raga membuar tombak tersebut mampu menembus
tubuh lawannya dengan mudah. Jurus ini merupakan jurus terkuat yang dimiliki
oleh Black Soul.
Efek dari jurus ini
memang membuat banyak pendekar tombak akan menjadi iri padanya namun dibalik
__ADS_1
itu penggunaan energi dalam jumlah yang besar harus diperhatikan. Semakin besar
energi yang mengalir maka semakin besar pula kekuatan tombak tersebut menembus
tubuh Lawannya.
Jurus ini sebenarnya
adalah jurus terakhir yang ingin digunakan oleh Black Soul sebab setelah
memakai jurus ini maka tubuhnya akan lemas dan merelakan salah satu kekuatannya
untuk tidur sementara waktu.
Dengan menggunakan
jurus ini maka kekuatannya mungkin akan melemah separuhnya itu sebabnya Black
Soul hanya menggunakan jurus terkuat itu ketika saat penting atau saat tidak
terkendali.
Orang yang mendapatkan
jurus inipun dapat dihitung menggunakan jari tangan. Dan hanya 2 yang berhasil
selamat dari jurusnya, keduanya adalah junjungan besar Hell Memoth dan yang
lainnya adalah orang yang menjadi pemilik tombak itu sebelumnya.
tombak sebelumnya mungkin adalah murid dari legenda Lucy sebab tidak mungkin
legenda Lucy dapat dikalahkan oleh Black Soul karen Legenda Lucy diketahui
dibunuh oleh legenda Draco.
Kembali ke
pertarungan, tombak tersebut kemudian berhasil menancap tepat di tubuh golem
raksasa. Itu kemudian menembus punggunya namun tidak sampai tercabut. Black
Soul tersenyum puas melihat serangan pamungkasnya yang mengakhiri golem raksasa
yang merepotkan didepannya.
Adapun golem raksasa
yang baru saja ditusuk menggunakan tombak terdiam beberapa detik sebelum
akhirnya hancur lebur bagaikan pasir. Bersamaan dengan itu tombak pusaka itu
juga terjatuh dari ketinggian 3 meter dari permukaan tanah dan menancap sebuah
batu besar yang merupakan bagian kepala dari golem raksasa.
Black Soul berjalan
__ADS_1
lemas menuju tombak pusaka miliknya sambil tersenyum lebar. Namun kemudian
senyum itu tiba- tiba membeku ketika ia ingin mencabut tombak namun seketika
tombak tersebut bergetar keras dan membuat tangan Black Soul bergetar.
Black Soul segera
mencabut tangannya dari sana ketika melihat tombak pusaka tidak tercabut. “Apa
maksudnya ini? Kenapa tombak pusaka tidak mau tercabut?” teriak Black Soul
marah.
Namun kemudian sebuah
ledakan keras terdengar di telinganya. Wajahnya menjadi lebih jelek ketika
mendengar suara tersebut berasal dari altar dalam yang ia jaga. “Kurang ajar!”
Black Soul tanpa
menghiraukan tombak pusaka segera terbang dengan sisa energi yang ia miliki
menuju altar dalam. Betapa terkejutnya ia ketika melihat altar dalam yang
menjadi tugasnya untuk melindungi tempat itu telah hancur berkeping- keping
lengkap dengan ratusan penjaga yang telah menjadi mayat diantara reruntuhan.
Diseberang tidak jauh
dari reruntuhan, terdapat Reynal yang sedang menatap Black Soul dengan wajah
kesal. Dibelakangnya telah berdiri 250 undied dewa dengan aura intimidasi. Black
Soul segera menatap Reynal dengan tajam. Ia dapat menyimpulkan bahwa pemuda itu
yang menjadi lawannya kali ini dan juga yang telah menghancurkan altar dalam
hari ini, tidak bukan cuman altar dalam tapi juga 2 altar lainnya.
Tubuh Black Soul
bergetar hebat dalam kemarahan, tepatnya telah mencapai puncak. Aura Raja
Pembunuh Jiwa segera menyerbak keluar dari tubuhnya mendominasi lingkungan
sekitar dalam jarak 100 meter.
Tepat setelah ia
mengelurkan auranya, Black Soul berteriak keras. Teriakannya seketika membuat Reynal
merasakan sakit pada jiwanya seolah jiwanya sedang dirobek- robek semacam
kertas polos.
__ADS_1