Dark Game

Dark Game
294. Perlawanan Parsi


__ADS_3

Ketiga perguruan besar lainnya yaitu Perguruan Mata Air, Perguruan Angin Timur dan Taman Sakti adalah perguruan besar yang dekat dengan Pusaka Berat. Ketiganya juga menjadi saingan bisnis Akademi Beladiri.


Dahulu pembentukan Akademi ataupun peraturan ditetapkan sebagai sarana bagi guild untuk merekrut pendekar jenius namun seiring berkembangnya zaman di dunia Soun pendirian Akademi dan perguruan kini mulai berbeda.


Ada tiga tujuan pendirian Akademi saat ini yaitu sebagai sarana guild untuk merekrut. Tujuan ini sampai sekarang hanya didirikan oleh guild besar sendiri sehingga setiap guild besar tak jarang memiliki satu atau dua perguruan.


Kedua adalah sebagai saran pelindung bisnis mereka seperti halnya Akademi Beladiri dan juga Pusaka Berat. Tujuan ini adalah tujuan terbanyak perguruan saat ini sehingga tak jarang terjadi perebutan konsumen antara akademi satu dan yang lainnya.


Dan tujuan yang terakhir adalah untuk mendirikan eksistensi dan harga diri mereka. Dari lima perguruan besar Humanie Empire semuanya menunjukkan tujuan terakhir sebab itu wajar jika mereka bahkan memiliki nama besar pada beberapa kekaisaran.


“Akademi Beladiri menolak!” ucap Parsi tegas. Ia tidak takut, jika diihadapannya lebih dari lima puluh pendekar mennghadapinya. Pengalamannya puluhan tahun pada tiga kekaisaran menjadikan dirinya sangat sulit untuk ditaklukkan.


Apa artinya empat pendekar dewa dihadapannya jika ia juga memiliki kekuatan yang sama walau lebih lemah? Ia telah beberapa kali menghadapi pendekar dari Hell Memoth yang memiliki kekuatan jauh lebih kuat darinya dalam pertempuran hidup dan mati.


Terus apa gunanya menghadapi dengan serius puluhan pendekar yang bahkan kekuatan mereka tidak sampai separuh kekuatan Parsi saat ini? ia telah menghadapi ratusan pertandingan melawan musuh yang banyak.


Parsi merobek kertas perjanjian lalu mulai mengumpat dihadapan ketua Quan dengan kasar. “Kalian berani melakukan taktik kotor seperti ini? ingatlah nama Akademi kalian yang hadir disini akan aku ingat satu persatu. Kalian akan menyesalinya!”


Seorang wanita maju, wajahnya nampak tersinggung dengan ucapan Parsi. “ Apa kau punya tempat disini? Perguruan Angin Timur tidak akan memaafkanmu! Aku Chiu Xe akan menghancurkan Akademi Beladirimu yang lemah itu sendirian”


“Nona Chiu Xe untuk apa anda menanggapinya, biarkan hamba yang akan memberikan ia pelajaran yang berharga” salah satu perguruan bintang tiga bawahan mulai aksinya dalam menjilat.


Parsi sama sekali tidak memandang mereka semua, ia menyuruh ketiga muridnya untuk bersiap. Merasa tidak ditanggapi membuat pendekar tersebut naik pitam, ia mengumamkan nama akademi Kertas Baja lalu mulai menyerang Parsi.


Pendekar tersebut merupakan pendekar Semesta lapisan lima sehingga serangannya bahkan hanya dijadikan makanan sehari- hari oleh Parsi.

__ADS_1


“Akademi Kertas Baja sungguh lemah, begini kekuatan ketuanya? Aku dapat membunuhmu dalam sekali serang!!” Parsi memulai aksinya, tentu ucapannya bukanlah omong kosong belaka.


“Kau hanya pendekar Semesta lapisan lima tapi berani sombong dihadapan kami!” seorang pemuda yang dikenal sebagai Guan Ping segera menggertak Parsi. Ia sungguh tidak tahan melihat Parsi berbicara omong kosong dihadapannya.


“Rasakan jurusku ini!” Guan Ping menyerang Parsi dengan serangan jarak jauh, namun yang mengejutkan terjadi berikutnya.


Serangan dari Guan Ping tiba- tiba menjadi angin lalu dihadapan Parsi. “Senior, aku tahu kau berasal dari perguruan Taman Sakti namun tidak tepat bagimu menginggung kami. Perkenalkan sebelumnya, aku adalah Parsi, tetua Utama dari Akademi Beladiri, aku merasa sangat tidak habis pikir bagaimana mungkin keempat perguruan besar dan dua puluh perguruan bintang tiga bersamaan menekan Akademi Beladiri saat ini?”


“Kami tidak peduli itu! sekarang keputusan berada ditanganmu! Kau dapat kembali dengan selamat jika mengetujui kontrak baru kita. Akademi Beladiri akan menjadi budak sepenuhnya oleh Pusaka Berat juga mendapatkan hak penuh dengan kertas Jimatmu itu” Quan kembali maju dengan menyerahkan kontrak baru dihadapan Parsi.


Parsi tersenyum sinis, urat vena besarnya telah mencuat dibalik dahi dan lehernya menandakan dirinya dalam marah besar. Ia tetap menolak, menolak dan menolak!


Quan membalas senyuman Parsi, ia kemudian mulai menjalankan rencana selanjutnya. “Baiklah Akademi Beladiri menolak tawaran kami namun tidak untuk kontes bakat ini! Kalian harus bisa mengalahkan kami semua lebih dulu baru dapat keluar dari sini. Inilah kontes bakat yang sesungguhnya!”


Entah itu Parsi atau ketiga muridnya adalah kata mustahil untuk keluar dalam pikiran mereka. Namun tidak bagi Parsi, ia segera menyetujuinya namun nafasnya kembali terhenti ketika Quan mengatakan bahwa kontes ini adalah guru dan guru serta murid dan murid.


Parsi secara sembunyi- sembunyi memberikan sepuluh jenis racun pada masing- masing ketiganya. Ia telah mengamati bahwa mustahil ketiganya dapat menang murni sebab itu racun diperlukan. Kertas jimat juga akan diberikan, tidak tanggung- tanggung dua kertas jimat tingkat Semesta masing- masing ditangan mereka.


Setelah semuanya siap ketiganya segera berlari menuju puluhan lwan mereka. Ketiganya menekankan pesan tetua Utama mereka untuk berusaha membunuh lawan dari pihak perguruan besar bagaimanapun caranya.


Sementara murid bertarung Parsi juga tidak menunggu sampai ia dipanggil, ia dengan cepat mengaktifkan senjata legendarisnya untuk menghadapi kepungan musuh. Dengan lima kertas jimat semesta ditangannya ia tidak perlu takut untuk menerima serangan pendekar semesta.


Prioritasnya saat ini adalah menhadapi pendekar dewa yang berjumlah empat dihadapannya.


“Bunuh!” seakan angin puyuh besar menghantam Guan Ping dan Chiu Xe. Keduanya segera melompat kaget menghindari serangan Parsi namun ketika keduanya melompat Parsi kembali menyerang mereka seakan ia mengetahui langkah mereka kedepannya.

__ADS_1


“Bunuh!” ini giliran Quan dan Wenara yang mendapati serangan Parsi. Wenara hanya tersenyum kecil lalu dengan mudah mengatasinya sedangkan Quan juga mengambil langkah mundur karena mengetahui dirinya akan terluka parah jika menahan serangan tersebut.


Setelah mengetahui kekuatan mereka berempat kini Parsi melangkah lebih jauh. Menurutnya hanya Wenara yang menjadi rintangan besar dari keempatnya. Tiga lainnya hanyalah tikus got kecil yang dipenuhi keberuntungan.


Parsi melepaskan aura pendekar Dewa membuat para pendekar Semesta yang mengepungnya menjauh. Ia bahkan mengaktfikan Magic Aura Art untuk menekan dan memberikan serangan jarak jauh pada puluhan pendekar.


Segera saja belasan pendekar semesta yang terkena efek dari Magic Aura Art segera mendapat serangan mematikan dari Parsi.


Ia membunuh dalam sekali serang pada tiga titik vital, yaitu Jantung, Leher dan kepala. Entah itu lubang dijantung, tebasan di leher ataupun tusukan dikepala semuanya tewas mengenaskan.


Barisan belakang menjadi lebih takut dan menjadi pengecut mereka tidak memiliki keberanian untuk mendekat. Hanya pendekar Dewa yang maju mendekatii Parsi sambil menyerang dengan serangan terbaik mereka.


Gelombang air pasang segera Parsi rasakan setelah menghantam serangan Wenara yang menjadi pendekar terkuat disana lalu diususul oleh petir – petir berwarna hitam yang merupakan kekuatan legendaris dari senjata pusaka Quan. Petir tersebut menambah daya hancur serangan dari Wenara.


Tidak sampai disana, kini serangan dari Guan Ping yang menimpa Parsi, puluhan bongkahan tanah berukuran besar menimpanya mengakitbatkan tiang- tiang aula roboh dan Parsi terlempar keluar.


Terakhir Parsi berhasil dikurung dengan serangan angin dingin Chiu Xe setelah dibantu oleh air Wenara. Parsi tak bergerak dalam kurungan.


Keempatnya tersenyum penuh kemenangan, walau Quan mengetahui identitas lain dari Parsi yaitu Pendekar Pengelana dan tetua utama Akademi Beladiri namun target utamanya sebenarnya adalah ketua Remi.


“Tak apa-apa, ini lebih dari cukup. Kita bisa menggunakannya” Wenara tertawa puas, sedikit yang tahu bahwa rencananya berhasil hari ini.


Quan tersenyum masam namun tidak membantah, sementara Chiu Xe juga ikut tersenyum senang. Hanya Guan Ping yang masih memasang wajah waspada. Walau kekuatannya adalah yang terlemah namun ia tahu diantara keempatnya instingnya dapat dikatakan lebih hebat.


Parsi diam membeku, lapisan es yang menyelimuti tubuhnya cukup tebal. Ia telah menerapkan rencananya yang telah tersusun matang.

__ADS_1


“Mereka kira bisa menang dengan mudah melawanku?!” Parsi tertawa di dalam hatinya, ia menunggu ketiganya kembali bertindak.


__ADS_2