
Reynal selesai menikmati hidangan dan juga seguci arak, dia memutuskan untuk mencari keberadaan atau informasi seputar Rumah Bunga Tidur. Menurut Reynal, Rumah Bunga Tidur akan memberikannya informasi yang bagus.
Ketiga pendekar yang duduk disampingnya juga telah lama pergi meninggalkan restoran sebab itu Reynal tidak lagi mendapatkan informasi. Reynal membayar beberapa keping emas untuk hidangan yang disediakan lalu berjalan meninggalkan restoran.
Suasana pada malam hari kota Votum terbilang sangat ramai dari kota pada umumnya, ini disebabkan karena kegiatan utama dari kota Votum memang terkenal pada malam hari.
“Apa kau tahu mengenai Rumah Bunga Tidur?” Reynal bertanya pada salah satu warga kota disana.
“Oh kau ingin menikmati pemandangan yah pada malam ini? baiklah akan aku antarkan kau”
Reynal dibawa menuju salah satu bangunan yang besar ditengah kota. bangunan tersebut memiliki 4 lantai dan dipenuhi dengan lampu- lampu yang menyala berwarna warni. Pada sisi depan terdapat sebuah papan nama bertuliskan Rumah Bunga Tidur lengkap dengan beberapa prajurit penjaga disana.
Reynal memberikan sekeping perak pada warga tersebut lalu mulai melangkah masuk. Tidak disangka oleh Reynal, ia ditahan oleh seorang penjaga. Penjaga itu memperhatikan pakaian Reynal sejenak sebelum bertanya sesuatu.
__ADS_1
“Apa tujuanmu kemari?”
“Aku ingin menikmati pemandangan malam ini” ucap Reynal asal, rencananya hampir saja terbongkar jika ia tidak mengingat ucapan warga yang menuntunnya kemari. sejujurnya Reynal juga tidak mengetahui maksud dari menikmati pemandangan tapi mau bagaimana lagi, ia tidak memiliki satu alasan sekalipun.
“Oh baiklah, kau boleh masuk” Reynal menghela nafas legah, prajurit itu membiarkannya masuk walau alasannya yang terdengar tidak masuk akal.
Barulah saat ia telah berada didalam, ia dapat melihat puluhan wanita dengan pakaian yang cukup ketat dan tergolong terbuka berlalu lalang bebas. Beberapa bahkan ditemani oleh dua sampai tiga orang pria yang kondisinya setengah mabuk.
Melihat Reynal berdiri mematung cukup lama didepan pintu masuk, salah seorang perempuan dengan pakaian yang hampir memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya menghampiri Reynal. perempuan itu dengan cepat merangkul tangan kanan Reynal sambil mendekatkan badannya.
“Tuan apa anda ingin memesan kamar? atau menikmati hiburan?” Reynal segera menghindar, ia melepaskan rangkulan tangan wanita tersebut sebelum mengatakan ia akan memesan kamar.
“Baiklah, tuan ingin kamar lantai satu, dua atau tiga?” melihat rangkulannya yang dilepaskan secara paksa oleh Reynal membuat nada bicara perempuan tersebut sedikit lebih berbeda.
__ADS_1
“Aku ingin kamar yang dapat memberikan pelayanan yang lengkap” mendengar ucapan Reynal, perempuan itu segera tersenyum lebar. Ia segera membawa Reynal menuju salah satu ruangan besar yang berada pada lantai 3.
Reynal sendiri merasa sedikit salah ucap, ia mengerti apa yang dimaksudkan oleh perempuan itu namun berbeda dengan maksud asli yang diinginkan olehnya. Reynal memesan kamar seperti itu sebab ia membutuhkan pelayanan informasi yang cukup baik bukan hal lainnya.
“Tuan ini adalah kamar terbaik yang kami miliki, tuan dapat menunggu di dalam sementara saya akan memanggil manajer disini dan beberapa wanita terbaik yang kami miliki” perempuan itu tidak menunggu Reynal berbicara, ia segera membalikkan badannya lalu menutup pintu kamar. Reynal memilih untuk menutup mulutnya ketika perempuan tersebut tidak terlihat lagi.
“Kamar ini cukup luas bahkan dapat dibuat pementasan musik atau tari disini, dan sepertinya Rumah Bunga Tidur bukanlah guild yang seperti pada umumnya. Seperti guild Seribu Racun yang memiliki usaha toko racun mungkin saja guild Rumah Bunga Tidur juga memiliki usaha seperti ini.”
Tidak lama setelah Reynal memperhatikan situasinya, lima wanita memasuki kamarnya. Dari pakaian yang dikenakan Reynal dapat menyimpulkan kelimanya merupakan wanita yang akan menghibur dirinya dengan menari dan bernyanyi.
Setelah lima wanita dengan pakaian tari kini dua wanita lainnya memasuki kamar Reynal. Salah satu dari keduanya memakai pakaian yang sedikit tertutup dari yang lain sedangkan satunya lagi seperti hanya memakai kain putih tipis yang menutupi bagian badannya sampai lutut.
“Tuan perkenalkan saya Manajer Saraswati, pengelola Rumah Bunga Tidur kota Votum” wanita yang berpakaian sedikit tertutup itu menunduk hormat pada Reynal.
__ADS_1