
“Aku akan mengikuti kalian ke balaikota atas tuduhan ini, namun sebelum itu bolehka aku melihat barang bukti atas tuduhan kalian kepadaku? Oh walikota pasti memilikinya, kalau begitu tolong perlihatkan kepada kami semua” Reynal berkata penuh dengan aura percaya diri tak menunjukkan rasa gentar ataupun takut sedikitpun.
Warga kota yang mendengarnya begitu takjub dan kagum, tidak menyangka akan ada orang yang berani berbicara seperti itu. “Apa kalian benar benar memilikinya? Ataukah kalian hanya membual?” Reynal kembali mengatakan hal yang membuat para prajurit itu kesal sekaligus takut.
Sebenarnya mereka juga baru mendapatkan perintah pengumuman pada pagi hari, dengan berbagai macam alasan walikota dapat meyakinkan mereka. Namun walikota tidak menyinggung sekalipun mengenai barang bukti yang dimintai oleh Reynal.
Komandan prajurit tidak ingin kembali kehilangan muka, ia berusaha untuk mendapatkan kembali harga dirinya. “Memangnya apa hakmu meminta hal itu”
“Hak ku adalah sebagai seorang tertuduh, jelas hanya orang bodoh yang akan menerima dengan lapang dada tuduhan yang tidak memiliki bukti” Reynal kembali menyindir komandan prajurit, bermaksud untuk membangun kembali harga dirinya malah membuatnya makin terperosok.
“Jaga ucapanmu, kau hanyalah pendatang dikota ini.” Mendengar ucapan prajurit tersebut, Reynal hanya menoleh pada kerumunan warga menantikan seorang warga kembali berteriak dengan lantang.
“Dia sekarang adalah keluarga kami, bukan lagi seorang pendatang” teriak seorang warga membuat Reynal kembali tersenyum kemenangan pada komandan prajurit.
__ADS_1
“Hei kau cepat ambilkan barang buktinya” komandan melihat kearah prajurit bawahan miliknya, melihat tatapan ketuanya mereka mengerti lalu seorang prajurit bawahan dengan cepat berlari kearah balaikota.
Komandan prajurit memerintahkan seluruh warga untuk bubar dan kembali meneruskan pekerjaan mereka. Reynal hanya tersenyum memandang warga kota kemudian menyuruh mereka untuk mengikuti perintah Komandan prajurit namun sepertinya ia mendapatkan dukungan yang penuh.
“Kita akan tunggu disini, sang penyelamat adalah keluarga kami.” Warga bersikukuh untuk tetap tinggal disini, menyaksikan dan mendukung Reynal.
Beberapa saat kemudian rombongan dari balaikota tiba, mereka tidak menyangka bahwa Walikota dan beberapa pegawai balaikota turut hadir. Melihat kehadiran Walikota, warga dan seluruh prajurit memberi hormat.
“Langsung saja, aku tidak punya waktu yang banyak” ucap Reynal berubah menjadi dingin, ia menyadari waktunya telah terbuang percuma setelah melihat tidak adanya barang bukti ataupun benda yang dibawa oleh Walikota
“Saya mendengar bahwa sang penyusup telah ditemukan, Mana dia?” walikota memulai siasatnya, ia terlebih dahulu memancing dan menghasut penduduk dengan kata kata manisnya dan juga beberapa bualan omong kosong mengenai penyelidikannya terhadap Reynal
Mendengar hal itu Reynal sedikit ngeri dengan kepiawaiannya dalam berakting, pantas saja belum ada yang mengetahui kedoknya selama ini.
__ADS_1
Andai saja walikota mengikuti lomba akting maka Reynal yakin walikota dapat memenangkan lomba tersebut dengan mudah.
“Hahaha, hentikan omong kosong tak bergunamu itu. Lebih baik tunjukkan fakta dan barang bukti dari penyelidikanmu.” Reynal memotong perkataan walikota ia jengah dengan akting walikota yang sangat hebat.
“Untuk apa kau ingin melihat bukti, penghianat sepertimu tidak pantas untuk mendapatkan pembelaan” walikota memasang senyumnya yang paling berseri, balas dendamnya untuk menghancurkan harga diri Reynal didepan para penduduk akan terjadi.
“Wah wah wah bagus sekali pak walikota, namun apakah itu yang disebut keadilan yang katanya selalu bapak junjung tinggi?” satu kalimat Reynal mampu menghancurkan perkataannya dalam sekejap, walikota sempat terdiam beberapa saat memikirkan jawaban yang harus ia keluarkan.
“Keadilan tidak pantas untuk seorang pemberontak kerajaan, kau dan komplotanmu telah menghancurkan kota dan membunuh begitu banyak nyawa. Apakah masih pantas meminta keadilan?” walikota nampaknya selain pandai berakting ia juga pandai bersilat lidah.
“Apa bukti pak walikota menuduh saya seperti itu, jika bapak tidak mampu memberikan bukti yang jelas menunjukkan bapak telah menuduh dan memfitnah saya di depan warga kota sekalian” Reynal tersenyum kemenangan, ia tidak menduga walikota dapat mengatakan hal yang membuatnya masuk dalam perangkapnya sendiri.
“Kenapa bapak terdiam? Apa bapak sebenarnya tidak memiliki bukti itu?” Reynal awalnya mencoba untuk memberikan umpan pada walikota dan dengan mudahnya walikota mengambil umpan itu dengan harapan mendapatkan kemenangan.
__ADS_1
~~
Ayo dukung novel Dark Game dengan cara beri Like, Coment dan favorit, terimakasih