
Hatari berhasil keluar dari formasi sihir berkat bantuan senjata
andalannya, Tongkat Array Slicer. Di sisi lain, tetua Qin Fang, Tetua Jack dan
Eliza menatap dengan heran karena formasi 8 sudut berhasil dipecah oleh lawan.
Pembaca dapat menyimpulkan bahwa walaupun formasi sihir 8
sudut itu hebat tapi ia juga memiliki kelemahan besar, terlebih Qin Fang juga
baru saja memulai dan menjadi pengalaman pertama mengaktifkan formasi sihir 8
sudut.
Sudah cukup bersyukur ia berhasil mengaktifkan formasi
dengan sempurna, untuk dapat menahan formasi dari serangan tongkat yang
memiliki kekuatan absolut seperti itu adalah mustahil. Juga pembaca harus
mengerti walau Hatari mampu keluar dari formasi, penekanan kekuatan masih
berlaku dan ia sekarang hanya memiliki kekuatan pendekar Semesta puncak.
Cukup mengejutkan, pendekar dewa lapisan 3 sebelum masuk dan
setelah satu menit di dalam formasi berakhir menjadi pendekar semesta puncak. Tak
heran konsumsi energi juga begitu besar hingga seratus lembar kertas jimat
penjaga langit permenitnya.
Mari kembali pada Hatari yang kini di kelilingi oleh tiga
tetua Akademi Beladiri, ia berhasil keluar formasi namun kekuatannya ditekan
membuat bahkan Eliza yang merupakan terlemah diantara ketiganya cukup percaya
diri menghadapi Hatari satu lawan satu.
Tetua Jack menatap Hatari dengan tatapa benci, bagaimanapun
juga yang terakhir telah membunuh sahabatnya. Terdapat dendam hatinya.
“Tetua Qin Fang, tetua Eliza” Tetua Jack menatap keduanya
dengan tatapan memohon seolah tidak mengijinkan keduanya untuk melawan Hatari.
Tetua Qin Fang mengangguk, ia mengerti. Ia sepenuhnya
mengijinkan tetua Jack untuk mengeksekusi Hatari dengan tangannya sendiri. Eliza
sendiri walau awalnya ingin bertarung melawan Hatari namun setelah melihat
__ADS_1
tetua Jack akhirnya iku mengangguk setuju.
“Terimakasih!” Tetua Jack melengkung pada keduanya lalu
segera menoleh pada Hatari. Ia segera memasuki mode iblis dan memancarkan aura
pembunuhan dan kemarahan yang kuat. Tetua Qin Fang yang sedikit mengerti dan
mengenal tetua Jack terkejut merasakan perubahan energi.
Tetua Jack merupakan salah satu tetua Akademi Beladiri yang
paling sabar, penurut dan bijaksana. Tidak sekalipun para tetua lainnya pernah
melihat tetua Jack marah dan melepaskan kemarahannya. Bahkan disaat Akademi
Beladiri diserang oleh guild Mata Angin dan puluhan lainnya, tetua Jack adalah
satu- satunya tetua yang masih tetap memancarkan sikap kebajikan terhadap
musuh.
Eliza diam diam berkata, “Energi kemarahan tetua Jack sangat
kuat, ini mengingatkanku pada seseorang” Eliza kembali mengingat ketika
petualangannya bersama Reynal, walau hanya beberapa waktu namun itu sangat
180 derajat berbeda. “Dimana dia sekarang yah?”
Tetua Jack melepaskan kemarahannya juga membuat Hatari
tersenyum lebar, dan sepenuhnya mengetahui alasan dari kemarahan lawan. Menebak
dengan benar, Hatari melirik sesosok mayat yang saat ini ditandu oleh beberapa
prajurit Horsox Multie dengan hormat.
Hatari kemudian berkata, “Marah? Salahkan dirimu terlalu
lemah untuk melindungi temanmu itu! Dalam medan perang seperti ini, tidak
peduli lawan atau kawan selama itu lemah maka akan menjadi ujung pisau orang
lain yang lebih kuat.”
Tetua Jack semakin dingin, ia mengangkat perisainya dan
mengganti tombak menjadi sebuah pedang berukuran lima kaki. “Berani membunuh
teman saya, kau tidak akan selamat hari ini!” aura Semesta puncak segera
meledak dari tubuh tetua Jack.
__ADS_1
Adapun tetua Jack telah melesat cepat kearah Hatari sambil
menodongkan pedangnya yang panjang. Hatari yang melihat hal itu sedikit
mencibir, “Jika bukan karena tekanan formasi sialan itu, mana mungkin kau
memiliki keberanian untuk menghadapi secara langsung.”
Hatari melompat mundur segera, karena energinya habis untuk
memecahkan formasi ia berencana untuk sedikit mengulur waktu memberikan
beberapa persen energi pulih.
Tetua Jack menyerang dengan buas, ia terus mengejar Hatari
yang selalu menghindar ketika diserang. Melihat Hatari yang terus menghindar,
Tetua Jack memilih untuk mengeluarkan serangan yang mampu menempuh beberapa
jarak.
“Soaring Flame!”
“Soaring Flame!”
“Soaring Flame!”
...
Belasan serangan api melonjak menyerang Hatari, mengepungnya
dari segala arah tidak membiarkan dirinya kembali menghindar. Ia mengutuk
keras, mengambil tongkatnya dan memaksa energi yang baru saja pulih untuk
kembali keluar.
“Bilah emas, muncul!” usai berkata seperti itu tongkat
Hatari kembali memancarkan energi emas redup namun kali ini energi emas sangat
lemah. Hatari menjadi sedikit kikuk setelah melihat bilah emasnya sangat
menurun.
Tetua Jack balik mencibir, “Hahaha, anda melupakan kekuatan
anda sekarang telah ditekan!”
Tanpa menunggu Hatari siap, belasan api melonjak menyerangnya.
Bam!
__ADS_1