Dark Game

Dark Game
379


__ADS_3

Hatari berhasil keluar dari formasi sihir berkat bantuan senjata


andalannya, Tongkat Array Slicer. Di sisi lain, tetua Qin Fang, Tetua Jack dan


Eliza menatap dengan heran karena formasi 8 sudut berhasil dipecah oleh lawan.


Pembaca dapat menyimpulkan bahwa walaupun formasi sihir 8


sudut itu hebat tapi ia juga memiliki kelemahan besar, terlebih Qin Fang juga


baru saja memulai dan menjadi pengalaman pertama mengaktifkan formasi sihir 8


sudut.


Sudah cukup bersyukur ia berhasil mengaktifkan formasi


dengan sempurna, untuk dapat menahan formasi dari serangan tongkat yang


memiliki kekuatan absolut seperti itu adalah mustahil. Juga pembaca harus


mengerti walau Hatari mampu keluar dari formasi, penekanan kekuatan masih


berlaku dan ia sekarang hanya memiliki kekuatan pendekar Semesta puncak.


Cukup mengejutkan, pendekar dewa lapisan 3 sebelum masuk dan


setelah satu menit di dalam formasi berakhir menjadi pendekar semesta puncak. Tak


heran konsumsi energi juga begitu besar hingga seratus lembar kertas jimat


penjaga langit permenitnya.


Mari kembali pada Hatari yang kini di kelilingi oleh tiga


tetua Akademi Beladiri, ia berhasil keluar formasi namun kekuatannya ditekan


membuat bahkan Eliza yang merupakan terlemah diantara ketiganya cukup percaya


diri menghadapi Hatari satu lawan satu.


Tetua Jack menatap Hatari dengan tatapa benci, bagaimanapun


juga yang terakhir telah membunuh sahabatnya. Terdapat dendam hatinya.


“Tetua Qin Fang, tetua Eliza” Tetua Jack menatap keduanya


dengan tatapan memohon seolah tidak mengijinkan keduanya untuk melawan Hatari.


Tetua Qin Fang mengangguk, ia mengerti. Ia sepenuhnya


mengijinkan tetua Jack untuk mengeksekusi Hatari dengan tangannya sendiri. Eliza


sendiri walau awalnya ingin bertarung melawan Hatari namun setelah melihat

__ADS_1


tetua Jack akhirnya iku mengangguk setuju.


“Terimakasih!” Tetua Jack melengkung pada keduanya lalu


segera menoleh pada Hatari. Ia segera memasuki mode iblis dan memancarkan aura


pembunuhan dan kemarahan yang kuat. Tetua Qin Fang yang sedikit mengerti dan


mengenal tetua Jack terkejut merasakan perubahan energi.


Tetua Jack merupakan salah satu tetua Akademi Beladiri yang


paling sabar, penurut dan bijaksana. Tidak sekalipun para tetua lainnya pernah


melihat tetua Jack marah dan melepaskan kemarahannya. Bahkan disaat Akademi


Beladiri diserang oleh guild Mata Angin dan puluhan lainnya, tetua Jack adalah


satu- satunya tetua yang masih tetap memancarkan sikap kebajikan terhadap


musuh.


Eliza diam diam berkata, “Energi kemarahan tetua Jack sangat


kuat, ini mengingatkanku pada seseorang” Eliza kembali mengingat ketika


petualangannya bersama Reynal, walau hanya beberapa waktu namun itu sangat


180 derajat berbeda. “Dimana dia sekarang yah?”


Tetua Jack melepaskan kemarahannya juga membuat Hatari


tersenyum lebar, dan sepenuhnya mengetahui alasan dari kemarahan lawan. Menebak


dengan benar, Hatari melirik sesosok mayat yang saat ini ditandu oleh beberapa


prajurit Horsox Multie dengan hormat.


Hatari kemudian berkata, “Marah? Salahkan dirimu terlalu


lemah untuk melindungi temanmu itu! Dalam medan perang seperti ini, tidak


peduli lawan atau kawan selama itu lemah maka akan menjadi ujung pisau orang


lain yang lebih kuat.”


Tetua Jack semakin dingin, ia mengangkat perisainya dan


mengganti tombak menjadi sebuah pedang berukuran lima kaki. “Berani membunuh


teman saya, kau tidak akan selamat hari ini!” aura Semesta puncak segera


meledak dari tubuh tetua Jack.

__ADS_1


Adapun tetua Jack telah melesat cepat kearah Hatari sambil


menodongkan pedangnya yang panjang. Hatari yang melihat hal itu sedikit


mencibir, “Jika bukan karena tekanan formasi sialan itu, mana mungkin kau


memiliki keberanian untuk menghadapi secara langsung.”


Hatari melompat mundur segera, karena energinya habis untuk


memecahkan formasi ia berencana untuk sedikit mengulur waktu memberikan


beberapa persen energi pulih.


Tetua Jack menyerang dengan buas, ia terus mengejar Hatari


yang selalu menghindar ketika diserang. Melihat Hatari yang terus menghindar,


Tetua Jack memilih untuk mengeluarkan serangan yang mampu menempuh beberapa


jarak.


“Soaring Flame!”


“Soaring Flame!”


“Soaring Flame!”


...


Belasan serangan api melonjak menyerang Hatari, mengepungnya


dari segala arah tidak membiarkan dirinya kembali menghindar. Ia mengutuk


keras, mengambil tongkatnya dan memaksa energi yang baru saja pulih untuk


kembali keluar.


“Bilah emas, muncul!” usai berkata seperti itu tongkat


Hatari kembali memancarkan energi emas redup namun kali ini energi emas sangat


lemah. Hatari menjadi sedikit kikuk setelah melihat bilah emasnya sangat


menurun.


Tetua Jack balik mencibir, “Hahaha, anda melupakan kekuatan


anda sekarang telah ditekan!”


Tanpa menunggu Hatari siap, belasan api melonjak menyerangnya.


Bam!

__ADS_1


__ADS_2