Dark Game

Dark Game
303. Menuju Lembah Pelangi 2


__ADS_3

Penyergapan bukanlah hal yang umum dalam dunia Soun terlebih


Reynal. Pemuda itu merencanakan penyergapan pada pintu masuk lembah pelangi. Bahan


utama dalam penyergapan direncanakan adalah kertas jimat dan racun.


Racun memang menjadi salah satu senjata yang sangat sulit


untuk dideteksi. Hal ini disebabkan karena Racun biasanya tidak memiliki warna


dan bau serta mudah untuk berbaur dan bergabung dengan partikel lainnya di


udara.


“Sayang sekali bahwa saya tidak memiliki kemampuan untuk


menguasai formasi, jika tidak maka penyergapannya akan lebih efektif


menggunakan formasi. Walau begitu saya rasa ini lebih dari cukup untuk sekedar


memusnahkan mereka.”


Reynal membersihkan tangan pada bajunya setelah ia selesai


memasang jebakan penyergapan. Lebih dari sepuluh kertas jimat penjaga langit


yang telah ia ciptakan dalam waktu semalam juga menjadi salah satu bahan utama.


Racun yang dipakai oleh Reynal merupakan lima jenis racun


tingkat langit yang terkenal akan kemampuannya, diantaranya memiliki kemampuan


korosif yang sangat hebat ketika berada pada organ pernafasan. Racun tambahan


berupa beberapa helai bulu pada sayap racun juga telah ditambahkan.


“Sementara mereka belum datang, lebih baik saya bergegas


mencari tanda pusaka yang terdapat disini.” Reynal sangat percaya diri dengan


penyergapannya, setidaknya ia memiliki kesempatan membunuh anggota guild Raja


Nirwana lebih banyak.


Masalah kedatangan Ember juga tidak membuatnya takut walau


sedikit waspada. Penyergapan tentunya memiliki peluang untuk melemahkannya atau


jika keberuntungan tersenyum padaku maka Embert tidak memiliki kesempatan lebih


jauh”


Selain itu ia menempatkan para pasukan golemnya untuk


bersembunyi dibawah tanah tepat dibawah penyergapan bersama dengan para


undiednya. Nantinya para Undied yang akan memancing para pasukan guild Raja


Nirwana untuk bergerak mengaktifkan penyergapan dengan tidak sengaja lalu setelah


itu mereka akan mulai menargetkan para tetua dan juga pemimpin pasukan tersebut


yaiu wakil Embert.

__ADS_1


Layaknya lesatan cahaya, Reynal memasuki lembah pelangi


lebih dalam lagi.


Lembah pelangi sebagian penuh berisi hutan belantara lebat


dengan bermacam- macam monster didalamnya. Beberapa beracun namun banyak juga


yang terkenal akan serangannya yang liar.


Baru saja Reynal ingin melangkah masuk dalam hutan, sebuah


panah dengan aroma racun kuat melesat dari arah samping Reynal. kecepatan anak


panah tersebut membuat Reynal nyaris tidak merespon. Ia dengan cepat menunduk


dengan melindungi bagian vitalnya oleh lengannya sendiri.


Pfft!


Panah tersebut naasnya menusuk dalam pada bagian punggung


tangan kiri. Darah sedikit memuncrat kesembarangan tempat. Untunglah yang


paling berbahaya oleh panah tersebut adalah racun, dan Reynal beruntung


memiliki sayap beracun dan sayap herbal yang membantunya menjadi kebal terhadap


semua serangan jenis racun.


Ia segera mencabut panah yang tertancap pada punggung tangan


kirinya lalu mulai melakukan pengobatan dengan meminum beberapa pil penutup


luka yang dibawanya dari Akademi Beladiiri.


dengan cepat menutup dalam kecepatan yang dapat dilihat oleh mata biasa.


Setelah semuanya beres barulah Reynal kembali menajutkan langkahnya.


“Tempat ini memang benar- benar sesuatu yang berbahaya. Jika


saja itu orang lain mungkin mereka akan bernasib lebih buruk. Lembah Pelangi


benar- benar bahaya sejati, racun yang terdapat dalam panahnya cukup untuk


membunuh pendekar Semesta dalam beberapa tarikan nafas, bahkan mungkin tempat


ini jauh lebih beracun pada Lembah Neraka”


Reynal melanjutkan perjalanannya dengan tingkat waspada yang


sangat tinggi. Ia memaksimalkan kinerja seluruh inderanya untuk aktif. Ia yakin


jebakan serta rintangan akan lebih sulit lagi jika lebih masuk kedalam.


Ujian pertama pada pintu masuk benar- benar sulit bahkan


untuk pendekar Semesta maka bisa jadi ujian selanjutnya akan lebih sulit bahkan


mungkin pendekar Dewa juga memiliki kesulitan dalam menghadapinya.


~~

__ADS_1


Embert bersama dengan para pengikutnya mulai bergerak ketika


matahari telah terbit. Segera saja rombongannya menjadi sasaran perhatian


masyarakat disana. Embert tidak memperdulikan mereka, ia disini dalam misi


untuk membunuh Reynal atas perintah ketua Jacson.


Mata- mata guild Raja Nirwana berhasil melacak keberadaan


Reynal dan mendapatkan informasi bahwa ia akan menuju lembah pelangi untuk


mencari tanda pengakuan.


Embert pada dasarnya wanita yang pintar, ia tentu memiliki


harapan bahwa misinya kali ini berhasil dan mendapatkan dua burung dalam satu


batu. Sebab itu ia memerintahkan para pasukannya untuk berkumpul pada pintu


masuk lembah.


“Pemuda itu pasti akan keluar dari sana dengan membawa tanda


pengakuan lalu disini kita akan menyergapnya.” Ucap salah satu tetua utama yang


setia pada Embert.


“Baiklah, kita akan menunggu disini!” Embert tentu tidak


menginginkan masuk lebih jauh. Membawa begitu banyak pasukan memasuki Lembah


Pelangi adalah kesalah yang sangat bodoh. Sebab lembah pelangi terkenal akan


tingkat bahayanya yang sangat tinggi.


“Tetua, apa kau merasakan sesuatu disini? Perasaanku agak


tidak nyaman setelah sampai disini!”


“Wakil Embert, mohon maaf sebelumnya, mungkin perasaan tuan


disebabkan karena keadaan lembah pelangi. Tidak ada yang mencurigakan disini”


tetua itu berusaha meyakinkan Embert.


Namun entah mengapa dihadapan mereka kemudian terjadi sebuah


badai pasir besar. Badai tersebut segera membentuk tiga buah golem dalam ukuran


yang cukup besar. Naluri Embert segera memberitahukannya bahwa golem tersebut


membahayakan pasukannya.


Embert segera menyuruh tetua Utama untuk memerintahkan Hell


Warrior untuk menghadapinya. Ia tidak cukup bodoh untuk merendahkan kekuatan


lawannya.


“Persiapkan diri kalian! musuh yang kita cari ada disini”


Jauh dilubuk hati Embert ia sedikit bersyukur. Sejujurnya ia tidak yakin bahwa

__ADS_1


Pemuda yang guild Raja Nirwana cari berada disana pada hari ini. Namun setelah


melihat ketiga golem dihadapannya membuktikan bahwa pemuda tersebut ada disini.


__ADS_2