
Penyergapan bukanlah hal yang umum dalam dunia Soun terlebih
Reynal. Pemuda itu merencanakan penyergapan pada pintu masuk lembah pelangi. Bahan
utama dalam penyergapan direncanakan adalah kertas jimat dan racun.
Racun memang menjadi salah satu senjata yang sangat sulit
untuk dideteksi. Hal ini disebabkan karena Racun biasanya tidak memiliki warna
dan bau serta mudah untuk berbaur dan bergabung dengan partikel lainnya di
udara.
“Sayang sekali bahwa saya tidak memiliki kemampuan untuk
menguasai formasi, jika tidak maka penyergapannya akan lebih efektif
menggunakan formasi. Walau begitu saya rasa ini lebih dari cukup untuk sekedar
memusnahkan mereka.”
Reynal membersihkan tangan pada bajunya setelah ia selesai
memasang jebakan penyergapan. Lebih dari sepuluh kertas jimat penjaga langit
yang telah ia ciptakan dalam waktu semalam juga menjadi salah satu bahan utama.
Racun yang dipakai oleh Reynal merupakan lima jenis racun
tingkat langit yang terkenal akan kemampuannya, diantaranya memiliki kemampuan
korosif yang sangat hebat ketika berada pada organ pernafasan. Racun tambahan
berupa beberapa helai bulu pada sayap racun juga telah ditambahkan.
“Sementara mereka belum datang, lebih baik saya bergegas
mencari tanda pusaka yang terdapat disini.” Reynal sangat percaya diri dengan
penyergapannya, setidaknya ia memiliki kesempatan membunuh anggota guild Raja
Nirwana lebih banyak.
Masalah kedatangan Ember juga tidak membuatnya takut walau
sedikit waspada. Penyergapan tentunya memiliki peluang untuk melemahkannya atau
jika keberuntungan tersenyum padaku maka Embert tidak memiliki kesempatan lebih
jauh”
Selain itu ia menempatkan para pasukan golemnya untuk
bersembunyi dibawah tanah tepat dibawah penyergapan bersama dengan para
undiednya. Nantinya para Undied yang akan memancing para pasukan guild Raja
Nirwana untuk bergerak mengaktifkan penyergapan dengan tidak sengaja lalu setelah
itu mereka akan mulai menargetkan para tetua dan juga pemimpin pasukan tersebut
yaiu wakil Embert.
__ADS_1
Layaknya lesatan cahaya, Reynal memasuki lembah pelangi
lebih dalam lagi.
Lembah pelangi sebagian penuh berisi hutan belantara lebat
dengan bermacam- macam monster didalamnya. Beberapa beracun namun banyak juga
yang terkenal akan serangannya yang liar.
Baru saja Reynal ingin melangkah masuk dalam hutan, sebuah
panah dengan aroma racun kuat melesat dari arah samping Reynal. kecepatan anak
panah tersebut membuat Reynal nyaris tidak merespon. Ia dengan cepat menunduk
dengan melindungi bagian vitalnya oleh lengannya sendiri.
Pfft!
Panah tersebut naasnya menusuk dalam pada bagian punggung
tangan kiri. Darah sedikit memuncrat kesembarangan tempat. Untunglah yang
paling berbahaya oleh panah tersebut adalah racun, dan Reynal beruntung
memiliki sayap beracun dan sayap herbal yang membantunya menjadi kebal terhadap
semua serangan jenis racun.
Ia segera mencabut panah yang tertancap pada punggung tangan
kirinya lalu mulai melakukan pengobatan dengan meminum beberapa pil penutup
luka yang dibawanya dari Akademi Beladiiri.
dengan cepat menutup dalam kecepatan yang dapat dilihat oleh mata biasa.
Setelah semuanya beres barulah Reynal kembali menajutkan langkahnya.
“Tempat ini memang benar- benar sesuatu yang berbahaya. Jika
saja itu orang lain mungkin mereka akan bernasib lebih buruk. Lembah Pelangi
benar- benar bahaya sejati, racun yang terdapat dalam panahnya cukup untuk
membunuh pendekar Semesta dalam beberapa tarikan nafas, bahkan mungkin tempat
ini jauh lebih beracun pada Lembah Neraka”
Reynal melanjutkan perjalanannya dengan tingkat waspada yang
sangat tinggi. Ia memaksimalkan kinerja seluruh inderanya untuk aktif. Ia yakin
jebakan serta rintangan akan lebih sulit lagi jika lebih masuk kedalam.
Ujian pertama pada pintu masuk benar- benar sulit bahkan
untuk pendekar Semesta maka bisa jadi ujian selanjutnya akan lebih sulit bahkan
mungkin pendekar Dewa juga memiliki kesulitan dalam menghadapinya.
~~
__ADS_1
Embert bersama dengan para pengikutnya mulai bergerak ketika
matahari telah terbit. Segera saja rombongannya menjadi sasaran perhatian
masyarakat disana. Embert tidak memperdulikan mereka, ia disini dalam misi
untuk membunuh Reynal atas perintah ketua Jacson.
Mata- mata guild Raja Nirwana berhasil melacak keberadaan
Reynal dan mendapatkan informasi bahwa ia akan menuju lembah pelangi untuk
mencari tanda pengakuan.
Embert pada dasarnya wanita yang pintar, ia tentu memiliki
harapan bahwa misinya kali ini berhasil dan mendapatkan dua burung dalam satu
batu. Sebab itu ia memerintahkan para pasukannya untuk berkumpul pada pintu
masuk lembah.
“Pemuda itu pasti akan keluar dari sana dengan membawa tanda
pengakuan lalu disini kita akan menyergapnya.” Ucap salah satu tetua utama yang
setia pada Embert.
“Baiklah, kita akan menunggu disini!” Embert tentu tidak
menginginkan masuk lebih jauh. Membawa begitu banyak pasukan memasuki Lembah
Pelangi adalah kesalah yang sangat bodoh. Sebab lembah pelangi terkenal akan
tingkat bahayanya yang sangat tinggi.
“Tetua, apa kau merasakan sesuatu disini? Perasaanku agak
tidak nyaman setelah sampai disini!”
“Wakil Embert, mohon maaf sebelumnya, mungkin perasaan tuan
disebabkan karena keadaan lembah pelangi. Tidak ada yang mencurigakan disini”
tetua itu berusaha meyakinkan Embert.
Namun entah mengapa dihadapan mereka kemudian terjadi sebuah
badai pasir besar. Badai tersebut segera membentuk tiga buah golem dalam ukuran
yang cukup besar. Naluri Embert segera memberitahukannya bahwa golem tersebut
membahayakan pasukannya.
Embert segera menyuruh tetua Utama untuk memerintahkan Hell
Warrior untuk menghadapinya. Ia tidak cukup bodoh untuk merendahkan kekuatan
lawannya.
“Persiapkan diri kalian! musuh yang kita cari ada disini”
Jauh dilubuk hati Embert ia sedikit bersyukur. Sejujurnya ia tidak yakin bahwa
__ADS_1
Pemuda yang guild Raja Nirwana cari berada disana pada hari ini. Namun setelah
melihat ketiga golem dihadapannya membuktikan bahwa pemuda tersebut ada disini.