Dark Game

Dark Game
254. Kejadian Tidak Terduga


__ADS_3

Ilmu berpedang tersebut akhirnya jatuh pada organisasi Pendekar Pedang dengan mengeluarkan sebanyak dua permata soun. Guild Pedang Emas sebenarnya ingin melawan namun salah satu tetua mereka segera menyadari barang masih banyak barang lainnya yang mungkin jauh lebih bagus dari ilmu pedang tersebut.


Guild Pedang Emas akhirnya dapat menggigit jari setelah tidak mampu mendapatkan ilmu pedang tingkat tinggi. Mereka sebagai guild bintang tiga memang sangat membutuhkan ilmu pedang tersebut agar dapat menguatkan kekuatan berpedang anggotanya sebab hingga saat ini pada guild Pedang Emas hanya memiliki tiga macam teknik berpedang tingkat tinggi yang setara bahkan sedikit lebih baik dari ilmu pedang yang ditunjukkan oleh Reynal.


Setelah ilmu berpedang, Reynal kembali melelang sepuluh barang lainnya yang terdiri dari tiga pil tingkat menengah, dua resep pil yang salah satunya adalah pil yang tergolong cukup sulit untuk di produksi lalu lima senjata lainnya.


Ketiga pil tersebut segera dimenangkan oleh anggota VIP Zein Kingdom. Reynal mengetahui bahwa Zein Kingdom saat ini berusaha untuk menarik keluarga Farma untuk ikut membantu guild Bunga Dewa untuk memperkuat kerajaaannya. Selain itu Zein Kindom rupanya juga berhasil merekrut seorang pembuat pil atau biasa disebut Alchemy dan menjadi aset kerajaan.


Sedangkan dua resep pil dimenangkan oleh Guild Secret God yaitu Secret Megan tentunya. Kelima senjata lainnya dimenangkan oleh para pendekar yang baru saja mengikuti lelang pada hari itu. sama seperti hari sebelumnya, Reynal menutup lelang pada saat hari telah sedikit gelap.


Hari kedua lelang Akademi beladiri berhasil menjual lebih dari lima puluh barang membuat sekali lagii dana yang mengucur pada kantong Akademi sangat deras. Ketua Remi tertawa bahagia melihat puluhan gunung koin emas dihadapannya. Ia kemudian memasukkannya pada sebuah cincin penyimpanan yang dibelinya dari Parsi dengan harga yang sangat murah.


Cincin penyimpanan yang dimiliki oleh Remi merupakan cincin penyimpanan Akademi untuk menyimpan harta lelang untuk hari pertama dan kedua. Rencanaya Remi akan menukar puluhan gunungan emas tersebut dengan permata Soun agar lebih praktis dan lebih memaksimalkan penyimpanan untuk hal lainnya.


Pada hari kedua Reynal juga kembali menjual kertas jimat penjaga langit, sebagai gantinya Reynal mendapatkan sebuah permata sihir yang memiliki kekuatan seperti senjata tingkat Bintang papan atas dari tamu ViP guild Payung Emas.

__ADS_1


Berbeda dengan sebelumnya, Reynal merasa lelang hari kedua lebih melelahkan sebab beberapa benda berhasil dilelang setelah perebutan yang alot. Perebuatan tersebut kebanyakan antara tamu VIP dan pendekar petualang dan juga sekte menengah yang duduk pada bagian tengah dan bawah yang mana kejadian ini sangat jarang terjadi.


Biasanya ketika para tamu VIP mulai menawar maka tamu undangan biasa akan langsung menyerah namun hari ini berbeda. Selain itu kini Reynal juga merasakan firasatnya yang cukup buruk, ia tidak mengetahui penyebab perasaannya berubah seperti itu.


“Mungkin saja firasatku seperti ini karena tidak tahan lagi untuk memeriksa batu roh pertahanan yang kemarin” gumam Reynal pelan.


Sejak kemarin ia memang sangat penasaran dengan batu pertahanan tersebut, menurutnya batu itu pernah ia lihat sebelumnya namun sejauh ini Reynal tidak berhasil mengingatnya. Belum berhasil mengingat ataupun mengubah perasaannya yang buruk, kini ketua Remi masuk ke ruangan kerja Reynal sebagai pemimpin suci.


Ketua Remi mengantarkan sepuluh gulungan yang berisikan ilmu tingkat tinggi yang sebelumnya Reynal pesan. Dalam lelang kali ini Reynal bertugas sebagai penyimpanan dan menyiiapkan harta atau barang yang akan dilelang sedangkan Remi bertugas untuk mengumpulkan hasilnya.


“Eh itukan batu Neraka?!” ucap Remi sedikit terkejut setelah melihat sebuah batu tingkat Roh yang saat ini berada dalam genggaman Reynal. ketua Remi mengetahui batu tersebut karena ia secara tidak langsung pernah bertarung dan melihat batu tersebut secara dekat.


“Ini...” Reynal menggantung ucapannya, ia seperti teringat sesuatu yang sangat penting setelah mendengar Remi menyebut batu tersebut sebagai batu Neraka yang diketahui oleh mereka batu tersebut merupakan salah satu pusaka dari wakil Gressham dari guild Raja Nirwana.


“Sial, berarti firasatku benar! Ini memang adalah batu Neraka yang dipakai oleh Gressham. pantas saja firasatku dari kemarin tidak tenang setelah pendekar misterius itu mampu mendapatkan barang lelang dengan begitu banyak.

__ADS_1


“Ketua, aku tahu ini hanya firasatku saja tapi sepertinya kita harus bersiap besok!” Reynal tidak menunda untuk menjelaskan firasat dan juga kekhawatirannya pada ketua Remi bahwa guild Raja Nirwana mungkin merencanakan sesuatu yang buruk terhadap lelang Akademi tahun ini.


“Kalau begitu maka kita hanya perlu meminta bantuan dari seluruh peserta lelang yang hadir, kebanyakan dari mereka adalah tetua dan petinggi guild yang mana memiliki kekuatan yang besar. Saya yakin guild Raja Nirwana akan kewalahan”


Reynal menggelengkan kepalanya pelan, ia telah menduga Remi akan berkata seperti itu namun ia menjelaskan sekali lagi bahwa mungkin saja guild Raja Nirwana menyerang dengan kekuatan penuh mereka atau bersama dengan beberapa guild aliansi mereka membuat jumlah mereka sangat besar sedangkan para tamu undangan yang hadir baik itu VIP dan biasa tidak mencapai dua ratus orang.


Guild Raja Nirwana pastinya memiliki lebih dari puluhan ribu anggota, melawan puluhan ribu anggota hanya dengan dua ratus orang dirasa sangat mustahil walau itu pendekar Dewa sekalipun. Selain itu pastinya guild Raja Nirwana tidak akan menyerang sembarangan, mereka pasti memiliki rencana yang matang.


Reynal menyebutkan mungkin saja Guild Raja Nirwana telah berhasil mengepung mereka saat ini sehingga walau kita memanggil bantuan itu tidak akan terjadi. Guild besar seperti Secret God, Mutiara Putih ataupun yang lainnya.


Ketua Remi mengangguk pelan, ia menyadari kesalahannya namun tidak ada yang dapat ia lakukan jika itu terjadi selain mengerahkan kekuatan penuh Akademi Beladiri yang selama ini dirahasiakan kepada dunia.


Ketua Remi merasa persiapannya akan sangat lama sehingga ia pamit untuk segera bersiap dan memberitahukan hal ini pada para legenda. Reynal setuju dengan rencana Remi, ia juga meminta Remi untuk memperhatikan para tamu lelang yang berada pada bagian tengah dan bawah ketika lelang berlangsung lalu memberitahukan kepada Reynal jika terdapat sesuatu yang mencurigakan.


Terakhir sebelum ketua Remi keluar dari ruangan, Reynal mengatakan bahwa mungkin besok dia akan melelang tujuh buah barang utama yang mampu menarik perhatian kawan maupun lawan. Saat itu tiba, Reynal berharap Akademi Beladiri siap dengan kekuatannya.

__ADS_1


Ketua Remi mengangguk pelan, ia keluar dengan tergesah- gesah. Reynal memperhatikannya sampai pundak dari ketua Remi tidak lagi terlihat dikegelapan malam, setelah itu ia mengusap batu Neraka dengan pikirannya yang berjalan cepat.


__ADS_2