Dark Game

Dark Game
402


__ADS_3

Reynal mengutuk pelan, ia tidak menduga jika menaklukkan


gerbang hantu akan menjadi seperti itu. Jika ia tahu sebelumnya mungkin tidak


menunggu 10 hari membuat ribuan kertas jimat pengikat untuk menghadapi para


pasukan hantu.


Walau begitu, ia masih sangat senang. Setidaknya berhasil


menaklukkan gerbang hantu dan mendapatkan Five Magical Poison yang hebat. Masalah


kertas jimat akan dapat ia jual pada Akademi Beladiri dengan harga yang tinggi


sehingga ia tidak akan mendapat rugi sama sekali.


Setelah semua, Raja Racun menemui Reynal dengan terburu-


buru. Reynal mengetahui niat raja Racun adalah Five Magical Poison.


“Kau begitu semangat dengan racun ini? apakah ini luar


biasa?” Tanya Reynal yang belum mengetahui sejarah dan ketenaran dari Five


Magical Poison.


Raja Racun menghela nafas kasar, ia menatap tajam Reynal.


“Kau menggunakan racun itu tapi tidak mengetahui asal dan rinciannya?!”


“Ya, saya menggunakannya asal lalu apakah anda keberatan?” Reynal


mendengus kesal.


Lucifer melihat itu sedikit panik lalu mulai menjelaskan


semuanya pada Reynal. Ia takut Reynal akan menggunakan racunnya pada Lucifer


dan Raja Racun karena alasan kesal atau lainnya. Jelas ia sangat takut dengan


efektifitas racun yang dipakai Reynal, ia mengetahui jika dirinya yang


menyerang Big Stode dengan jurus darah yang paling kuat sekalipun tidak akan

__ADS_1


mampu membuat Big Stode mundur atau berteriak kesakitan.


“Oh, jadi alasan Raja Racun bertanya seperti itu sama saya


karena ini...” Reynal tersenyum puas, ia kemudian mengambil darahnya lalu


dengan cepat mengumamkan mantra Five Magical Poison lalu menanamkan dalam tubuh


Raja Racun.


Lucifer terpanah sedangkan Raja Racun mengumpat keras, Ia


merasakan racun yang amat kuat mengalir dalam aliran darahnya dan masuk ke dalam


jantungnya dengan cepat. Raja Racun menatap Reynal “Apa yang kau lakukan?”


Reynal dengan ringan menjawab “Jika kau ingin mempelajari


racun ini maka pertama kau harus lulus dari ujian. Setidaknya kau harus dapat


menahan rasa sakit yang saya berikan 3 jam berturut- turut, Ini juga merupakan


hukuman buatmu karena tidak dapat mengalahkan 2 Jendral hantu yang lemah itu.


menang karena menggunakan racun. Namun karena racun juga merupakan keahliannya


maka itu dapat dihitung sebagai kekuatan terkuatnya juga. Lucifer dan Raja


Racun tidak dapat mengelak.


“Tenang saja, ini tidak akan begitu sakit. Saya telah


menurunkan hampir separuh dari rasa sakit racun yang diterima oleh Big Stode


membuatmu bisa menahannya jika hanya 3 jam. Setelah itu, saya akan menurunkan


racun ini padamu” ucap Reynal acuh tak acuh.


Raja Racun mulai merasakan sakit yang amat menggerogoti


tubuhnya. Rasa sakit tersebut mengalir dari jantung menuju seluruh tubuh


membuatnya menjadi lebih menyakitkan. Lucifer diam- diam merasa takut, kulit

__ADS_1


kepalanya sedikit mengerut dan berharap Reynal tidak melakukan hal itu padanya.


Reynal kemudian kembali menatap tumpukan kertas jimat yang


tidak berguna baginya lalu menghela nafas, “Lucifer, pergilah awasi murid-


murid saya. Mereka masih menjalani misi kali ini dan itu harus berhasil! Lalu


berikan salah satu dari mereka kertas jimat yang tak berguna ini dan katakan untuk


menjualnya pada ketua Remi.”


Lucifer buru- buru mengangguk, ia tidak ingin menjalani nasib


yang sama dengan Raja Racun. “Baiklah!” ucapnya sambil mengambil tumpukan


kertas jimat lalu memasukkannya pada batu roh penyimpanan.


Setelah membantai banyak guild besar terutama guild Mata


Angin, Reynal mendapatkan belasan roh penyimpanan sehingga ia memberikan batu


roh penyimpanan pada beberapa muridnya yang paling berbakat dan terpercaya. Selain


itu ia juga memberikannya pada Lucifer dan Raja Racun sebab mereka tidak dapat


memakai harta neraka di alam bawah.


Lucifer dengan cepat melangkah keluar namun baru saja


setelah kakinya menyentuh pintu masuk, Reynal buru- buru memanggilnya seolah


terlupa sesuatu.


“Jangan lupa katakan jika saya tidak lagi menerima utang!” ucap


Reynal dengan serius.


Lucifer tidak menjawab, ia hanya bergumam pelan dalam


hatinya lalu segera berangkat. Hanya dirinya yang mendengar gumaman kecilnya


itu.

__ADS_1


__ADS_2