Dark Game

Dark Game
138


__ADS_3

Pertarungan Reynal semakin meningkat, tidak terasa mereka telah bertarung 3 jam lamanya tanpa henti. Barulah setelah memasuki jam keempat, tetua Fengtian menunjukkan tanda- tanda kelelahan. Reynal tidak melewatkan kesempatan itu, ia mengayunkan pedangnya tepat ke arah tetua Fengtian dan membuat dadanya terluka.


“Arrrggghh!” Tetua Fengtian menjerit kesakitan. Darahnya keluar tanpa henti dari dadanya yang terluka. Ia menatap Reynal marah, lalu sekitar 300 pisau lempar terbang kearah Reynal. Pisau terbang itu sangat kuat, ia masing- masing setara dengan senjata tingkat artefak.


Reynal segera mundur menjaga jarak dari tetua Fengtian. Lalu dengan tebasan pedang ditangannya, ia sekali lagi menghancurkan serangan tetua Fengtian. Namun itu juga tidak berhenti dan terus menuju tetua Fengtian yang kini terlihat ketakutan.


“Bang!” Tetua Fengtian seketika menjadi kabut darah. Bahkan mayatnya hancur tak bersisah meninggalkan hujan darah yang berceceran di tanah.


Para pasukan Akademi Beladiri histeris melihat hal tersebut. Mereka jelas menganggap Reynal musuh sebab tidak mengetahui identitas yang sebenarnya dari Reynal. Adapun yang mengenal Reynal, mereka juga sangat terkejut walau tidak mengatakan apa- apa jelas mereka sangat penasaran dengan rencana Reynal dan kedua tetua itu saat ini.


“Fengtian!” Tetua Parsi berteriak kaget, ia kemudian menjadi sangat marah. Ia menatap Reynal lalu meraung keras.

__ADS_1


“Sial, tetua Parsi berniat untuk bertempur sampai akhir” Para pasukan Akademi Beladiri sangat khawatir.


Namun dibandingkan ekspresi para pasukan Akademi, saat ini pasukan Hell Memoth memiliki wajah yang penuh senyum dan bahagia. Reynal telah berhasil membunuh salah satu dari 3 tetua utama dari Akademi Beladiri itu berarti menghilangkan satu pondasi kekuatan musuh. Kini mereka tidak sabar melihat tetua Parsi juga ikut terbunuh.


Pada dasarnya setelah kematih tetua Fengtian, tetua Parsi tidak lagi memiliki kekuatan untuk melawan Reynal secara berimbang. Dengan cepat ia mendapatkan belasan luka yang cukup dalam membuat tubuhnya dipenuhi darahnya sendiri.


Tetua Parsi kini sangat pucat, ia kelelahan sekaligus kekuranagn darah. Dan tidak butuh usaha yang besar bagi Reynal untuk membunuhnya.


Bang! kini tetua Parsi juga telah menyusul tetua Fengtian menjadi kabut darah. Para pasukan Hell Memoth berteriak penuh semangat namun disatu sisi pasukan Akademi Beladiri meraung sedih. Hari ini kedua tetua mereka yang kuat telah dikalahkan oleh musuh.


Ia berdiri didepan pasukannya sesaat lalu berteriak menyeruh mereka pergi secepat mungkin. Wajah Reynal dipenuhi ketakutan membuat para pasukannya tidak bisa lengah. Untuk dapat membuat Reynal memiliki wajah seperti ini jelas bahwa sesuatu yang kuat dari Akademi Beladiri telah datang. Siapa lagi yang tidak mengetahui bahwa yang dapat membuat Reynal ketakutan tidak lain adalah para pendekar dewa bumi Akademi Beladiri. Pasti Reynal telah merasakan bahwa pendekar dewa Bumi telah datang.

__ADS_1


~~


Jauh diatas awan, tetua Fengtian dan tetua Parsi menghela nafas legah. Mereka berdua benar- benar tidak mati dan semua yang ditunjukkan oleh mereka berdua hanyalah semata- mata sandiwara. Namun mereka juga tidak bisa untuk tidak melihat ekspresi para bawahan dan pendekar mereka yang kini tengah bersedih  melihat kematian mereka berdua.


“Hubungi para tetua tinggi, katakan pada mereka untuk tidak menceritakan masalah sandiwara ini pada para pasukan. Biarkan mereka menduga jika kita berdua telah tewas” ucap tetua Parsi mengirimkan sebuah pesan rahasia pada seorang tetua tinggi yang menjadi bawahannya.


Setelah itu, keduanya dengan cepat kembali ke Akademi Beladiri dan memberitahukan ketua Remi tentang masalah ini. Ketua Remi hanya sedikit terkejut namun dengan cepat menyuruh mereka untuk berlatih dan berharap keduanya dapat menjadi pendekar dewa puncak segera.


Sementara itu, Reynal yang tidak ingin pasukannya ketinggalan menggunakan kekuatannya yang tersisa untuk membawa mereka dan berlari dengan kecepatan penuh yang ia miliki menuju kerajaan Night.


Dengan kecepatan Reynal, mereka semua akhirnya tiba di kerajaan Night setelah 2 jam.       Segera setelah mereka sampai, Reynal mengirimkan laporan situasi perang pada sang utusan dan masing- masing ketua guild.

__ADS_1


Ia juga mengirimkan para anggota guild besar untuk kembali memulihkan diri mereka dan mengobati luka mereka yang didapatkan selama peperangan. Namun kabar tentang terbunuhnya dua tetua besar Akademi Beladiri tidak diragukan lagi akan menjadi berita yang sangat menyenangkan untuk Hell Memoth.


Setelah mereka mendengar prestasi Reynal, sang utusan segera mengirimkan surat bersama dangan banyak sumber daya yang membantu Reynal memulihkan kekuatannya.


__ADS_2