Dark Game

Dark Game
323


__ADS_3

“Kau memiliki kekuatan yang hebat nak, tapi sayang sekali hari ini kau akan mati disini” tetua He kembali mengerahkan serangan cakarnya pada tangan yang lain membuat Reynal kembali mendapatkan serangan dua sisi.


“Terlalu percaya diri, sejujurnya kali ini bukan saya yang akan mengajakmu bermain” ucap Reynal sambil memandang tetua He dengan senyum percaya diri.


Tetua He segera menyadari bahwa anak ini memiliki kekuatan yang setidaknya lebih lemah darinya namun sanggup untuk menghadapi dua serangan cakarku yang kuat? Jujur akan sangat sulit baginya untuk mendapatkan kemenangan jika menghadapinya namun setelah mendengar ucapan Reynal, ia tidak bisa untuk merasakan getaran dingin pada tulang punggungnya.


“Apa maksudmu nak? Jangan katakan padaku bahwa kau berniat untuk menghadapiku dengan curang” Tetua He nampaknya tidak lagi memperlihatkan sikap sopan dan bijaksana. Sebelumnya ia menghadapi Reynal, seorang anak yang bahkan lebih muda 3 kali darinya tanpa merasa malu sedikitpun.


Lalu kini ia mengatakan pada Reynal bahwa pemuda itu curang? Sejauh ini mereka bermain adil dan tidak sedikitpun Reynal berbuat curang dari pertarungannya. Lalu membuat dua orang bersatu melawannya mengatakan kembali bahwa ia berbuat curang? Tentulah ini adalah pikiran Reynal yang berubah menjadi tatapan jijik.


“Kau berharap bahwa saya memiliki waktu untuk melumpuhkanmu?” kekuatan Reynal segera melejit ketika ia mengaktifkan batu kekuatan pada dirinya. Ia bermaksud untuk menghadapi serangan cakar tetua He dengan jurus ledakan bintang.


Desing!

__ADS_1


Udara seketika berkumpul pada dua titik lalu dengan cepat mengaktifkan kecepatan yang luar biasa. Kedua komandan yang mengikuti Reynal tidak bisa melihat pertarungan antar keduanya, mereka merasakan energi dingin naik perlahan melalui tulang belakangnya.


Benar- benar kuat! Begitulah yang mereka berdua pikirkan ketika dua serangan secara terbuka berbenturan.


Bang! Energi melonjak kearah kedua komandan yang menonton, angin mengibarkan jubah mereka seakan angin besar menyapu.


Tepat saat itu, Reynal tersenyum puas. Ia sungguh tidak menyangka dirinya kini dapat melukai pendekar semesta dengan ledakan bintang jika menggunakan batu kekuatan untuk meningkatkan beban tubuhnya.


Sebelum itu batas dari kekuatan ledakan bintang hanya dapat membunuh pendekar semesta lapisan 3 kebawah dan dapat melukai cukup parah pendekar lapisan 4. Namun untuk pendekar lapisan 5, Reynal hanya berani untuk menggunakan kekuatan sihirnya.


Tetua He saat ini merasa tubuhnya bergetar hebat dalam waktu yang cukup lama setelah merasakan tumbukan dengan Reynal. Namun setelah beberapa saat, ia tidak lagi merasakan kedua tangannya yang kini telah terkulai lemas.


Saat itu barulah tetua He mendengar ucapan Reynal yang mengatakan tangannya lumpuh. Marah! Itulah yang ia rasakan, bertahun- tahun ia berlatih dan bekerja keras menjadi seorang pendekar semesta lapisan 5.

__ADS_1


Tidak terkira sumber daya yang ia dan kakaknya habiskan untuk menumbuhkan bakatnya yang biasa- biasa saja agar dapat bersaing dengan para tetua dalam guild Mata Angin lainnya. Ia juga sangat menyayangi kedua tangannya, sebab serangan terkuatnya merupakan teknik cakar buas yang dikembangkan oleh keluarganya selama bertahun- tahun.


Kini Reynal dengan mudahnya tertawa dan terlihat bahagia melihat tangannya yang kini telah lumpuh. Menurutnya ini sama dengan menghancurkan kehidupannya, bagaimanapun juga kekuatannya bergantung pada kedua tangannya.


“Kau berani melakukan ini kepadaku? Bagus nak! Saya akan melihat ketika kakak saya akan membalasmu sepuluh, seratus, seribu kali lipat dari ini..” sebelum tetua He mennyelesaikan ucapannya, Reynal telah bergerak!


Ia dengan cepat membuat tetua He meminum sebuah ramuan yang ia racik sendiri. Ramuan tersebut berasal dari pengetahuannya ketika berada di bumi, itu tidak lain adalah alkohol dan minuman yang dapat memabukkan.


Dengan karakter tetua He, Reynal yakin bahkan jika ia menggunakan seratus kekerasan kepadanya, ia tidak akan sedikitpun menceritakan kebenaran alih- alih menipu mereka.


Jatuh!


Alkohol dengan cepat membuat tetua He mabuk dan sedikit tidak sadar. Reynal memerintahkan kedua komandan disana untuk membawa tetua He pada tempat yang telah ia siapkan sebelumnya.

__ADS_1


Dengan cepat, mereka melesat menuju sebuah ruangan bawah tanah yang terlihat seperti gua yang memiliki lahan yang miring. Gua tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah buatan dari kekuatan sihir elemen Reynal.


__ADS_2