
Seharian penuh Reynal tidak terlihat di Akademi Beladiri, membuat Remi sedikit khawatir mengingat sifat Reynal yang tidak pernah berubah itu. Remi menanyakan keberadaan Reynal kepada Abraham dan juga seluruh penjaga Akademi namun tidak satupun yang melihatnya.
Untunglah ketika ia hendak keluar mencari Reynal, seorang penjaga toko Aakademi Beladiri Dagang kota Air Biru menghadapnya. Ia memberitahukan Remi bahwa Reynal sedang pergi keluar dan menyuruhnya untuk memintakan izin padanya.
“Kemana dia?” tanya ketua Remi
“Aku tidak tahu ketua, tapi sepertinya dia akan segera kembali” penjaga toko menjawab dengan begitu gugup, jelas ia tidak sanggup menandingi aura dari ketua Akademi Beladiri.
“Jawab yang jujur, aku tahu kau takut pada Pemimpin Suci tapi sekarang ini aku yang memimpin jadi sebaiknya kau memberitahukanku yang sebenarnya”
__ADS_1
Penjaga tersebut kelihatan sedang berpikir keras, sampai akhirnya setelah terdiam beberapa saat ia memberitahukan kepada Remi bahwa Reynal sedang pergi mencari bahan dan tanaman di daerah Lembah Neraka.
Ketua Remi tidak lagi mampu menahan amarahnya, tindakan Reynal kali ini sangat ceroboh dan berbahaya. Remi mengerti tanaman apa yang dicari oleh Reynal disana sebab itu ia merasa sangat marah.
Remi tidak pernah membuat Reynal berusaha untuk menyebuhkan racun Edgar sendirian, jika Reynal memberitahukan hal tersebut pada dirinya mungkin saja ketua Remi akan meminta beberapa penjaga Raja atau penjaga Suci untuk menemani Reynal.
“Anak itu tidak tahu jika situasi kota Air Biru sedang tidak baik, bisa gawat jika ia telah melewati kota Danau Merah dan kota Gubuk.” Gumam Remi dalam pikirannya.
Sebelumnya Remi tidak perlu khawatir namun sekarang ini setelah guild Raja Nirwana mengumumkan aliansi mereka yang baru bersama dengan guild Black Undied, Seribu Racun, dan juga aliran Hell Memoth membuat Akademi Beladiri telah menjadi musuh dari beberapa kota kawasan ketiga guild besar tersebut.
__ADS_1
~~
Reynal baru saja melewati kota Danau Darah tepat pada tengah malam, suasana kota tersebut sangat sepi dan sunyi pada malam hari. Reynal memutuskan agar menambah kecepatannya sebab mungkin saja ketua Akademi Remi telah menyadari kepergiannya.
Suasana sekitar Danau Merah sangat indah pada malam hari, pantulan bulan membut airnya begitu seperti mengeluarkan cahaya merah terang pada sekitarnya. Reynal yakin jika saja Danau Merah juga terdapat pada dunia asalnya, mungkin tempat itu akan menjadi objek wisata yang termasuk paling populer karena keindahannya yang begitu menghipnotis mata.
Namun pada saat Reynal melewati perbatasan ia melihat rombongan pasukan yang merupakan para pendekar tingkat Galaksi memasuki koa Danau Merah. Di dalam rombongan tersebut terdapat dua bendera berukuran cukup besar berkibar dibawah sebuah bendera berukuran dua kali lebih besar.
Reynal memilih untuk berhenti dan mencari persembunyian diantara gumpalan awan malam hari. Anehnya kelompok pendekar tersebut segera disambut oleh para pendekar yang memakai pakaian mirip dengan pakaian guild Seribu Racun tetua Nie.
__ADS_1
Yang membuat Reynal semakin merasa aneh adalah ketiga bendera yang dibawa oleh mereka terlihat sangat familiar, ia seakan pernah melihat bendera itu pada suatu tempat namun syangnya Reynal tidak mengingat pastinya.
“Ini sangat mencurigakan, aku yakin ini adalah pertanda kurang baik.” Reynal memutuskan untuk tetap mengamati dari langit kegiatan kedua rombongan tersebut sampai mereka menuju pada markas utama guild Seribu Racun pada kota Danau Merah. Barulah setelah itu Reynal melanjutkan perjalanan pulangnya menuju Akademi Beladiri.